Kita awalnya tidak berniat jalan-jalan ke areal ini, tetapi karena sudah 2 hari di dalam apartemen ditambah sakit kepala melihat Aisha beraksi setiap jam.Wajarlah bayi aktif gak mau diam.Alhamdulillah : D akhirnya saya berinisiatif melirik Abu Aisha untuk mengantar kami ke taman ^_^
Alhamdulillah ternyata sambutan lirikan saya diluar dugaan. " Ayo kita keluar aja pake mobil ke Harald Haugesund". Begitu cerita awalnya.Memang waktu ini masih musim semi di Norwegia tapi Subhanallah suhu aslinya ......ayo pake lagi jaket winter :) hahaha dingin Maaak .
Bismillah meluncurlah kita kesana, eh... Tapi kok Abu Aisha nyetir mobilnya ke arah lain.Ternyata oh ternyata.....si Abang penasaran dengan tanjakan yang tadi kami lewati.Banyak bangat:P , itu mobil-mobil juga pada rame markir kiri -kanan.Mbak dan Mas Bule juga terlihat berlalu lalang.
" ayo Bang ! ,kita berhenti disini aja .Siapa tau nemu tempat kece , gratis lagi Alhamdulillah :D ".
Saya alias emak Aisha memohon dengan gaya promosi ala mantan guide hehe.
Saat ngelirik Aisha di car seat :).Masha Allah my baby sudah tertidur <3. Alhamdulillah lengkap sudah suasana musim dingin# eh musim semi rasa dingin hahahaha untung bukan es serut rasa kari.Ini mah kagak nyambul total alias jaka sambung akal menyambung :D heheh.Udah ah cengengesannya sekarang ayo kita berpetualang.
Areal awal
Persis seperti di film-film dengan setting alam nan romantis saya dan Abu Aisha melangkah melewati jembatan dan bertemu pandang dengan sebuah rumah kayu berwarna putih. Di bawah jembatan ada air mengalir dengan irama alam penuh cinta.Cieeee......cieeeee Alhamdulillah ni'matmu ya Rabb :).
Aisha mana Maaak ?:), oiya ampe lupa ngegambarin keadaan Aisha :) Hehe karena dia tertidur jadi kami taruh di stroller trus di dorong .Siapa yang ngedorong stroller ? :D * penasaran khan?* hehe bukan saya tapi siapa lagi kalau bukan Abu Aisha
Sebab hidup adalah perjalanan , tetapi kalau tidak ada cerita apalah arti sebuah perjalanan ^_^ Raidah Athirah Housewife, mother, author, blogger, traveller, and alhamdulillah ' i am muslimah'
Senin, 14 April 2014
Rabu, 09 April 2014
Jalan-Jalan Dadakan Emak-Emak Rempong ^_^
( Cerita Dibalik Foto )
Jalan- jalan ini disebut jalan-jalan dadakan karena memang mendadak:). Ceritanya nih saya alias Mak Aisha sudah sangat bosan menghirup udara ruangan karena beberapa hari sebelumnya hanya tinggal di apartemen.Migrain tiap hari tidur jam 2 malam karena harus menemani si Nona Polandia alias Aisha yang selalu kumat hiperaktifnya menjelang sholat Isya.Lari- lari terus kalau nggak ya ngacak- ngacak ruangan. Dan kalau sudah bosan juga. Dapur adalah tempat paling menarik buat di investigasi.
So, karena alasan inilah saya memutuskan dengan penuh keberanian untuk keluar jalan- jalan tanpa Abu Aisha kebetulan si Abang juga lagi sibuk nge-date dengan buku- buku yang tebalnya bisa buat kepala oleng- oleng. Tafsir jeng para sesepuhnya. Sungguh saat ini saya tak sanggup membuka lembaran- lembaran ilmu itu. Bisa-bisa di acak-acak Aisha.
Nah saat mempersiapkan diri alias memakai kostum negeri kulkas. Aisha didandani Abu Aisha . Saya mempersiapkan perlengkapan lain. Ah!cuma air mineral, satu buah pisang dan tiga butir kurma yang akan saya taruh di tas plastik kecil.Saat itulah saya ingat Mbak Cicik Lutfiyah Maak sang dua pendekar .Sesama tetangga di Haugesund dan juga sebagai new comer hihihi.Alhamdulillah maka sebelum keluar dari pintu apartemen saya telephone-lah si Maak Pendekar ^_^.Dengan hati H2C alias harap-harap cemas.Mengharap kalau ajakan saya bisa disambut dengan jawaban iya.Dan alhamdulillah iya benar-benar disambut Maaak :).Alhamdulillah wa syukurilah bahagia tak terkira hati ini.Berarti saya tidak sendirian berpetualang ke danau itu.Abu Aisha salah besar.Ini danau alam.Buatan Sang Maha Pencipta.Benar kiranya komen Mbak Savitry 'Icha' Khairunnisa :) ngapain juga buat danau buatan di Haugesund wong Haugesund sendiri sudah dikeliling danau yang indah.Lain kali Bang kalau ngasih informasi tuh yang akurat !.Setelah berdebat alot Abu Aisha mengakui kesalahannya:D.hihi
Setelah menelphone Maak Pendekar dan mengatur titik pertemuan.Kita akhirnya sepakat bertemu di depan toko Palestina.Sebelumnya saya sudah melewati jembatan dan singgah di taman Seniorita.Menggoyang-goyan g stroller supaya si nona Polandia cepat tidur. Alhamdulillah tertidurlah Aisha di stroller dan saya mulai petualang saya mencari Maak Pendekar.
Saat menuju toko Palestine saya dilambai-lambai dengan senyum manis oleh seorang ibu pengemis.Ini pertama kalinya saya bertemu dengan pengemis wanita paruh baya ini.Sebelumnya seorang wanita tua juga mengemis di depan sebuah toko persis dekat menuju jalan mobil.Dia duduk lebih tepatnya di salah satu sudut toko lengkap dengan kostum negeri kulkas juga.
Jalan- jalan ini disebut jalan-jalan dadakan karena memang mendadak:). Ceritanya nih saya alias Mak Aisha sudah sangat bosan menghirup udara ruangan karena beberapa hari sebelumnya hanya tinggal di apartemen.Migrain tiap hari tidur jam 2 malam karena harus menemani si Nona Polandia alias Aisha yang selalu kumat hiperaktifnya menjelang sholat Isya.Lari- lari terus kalau nggak ya ngacak- ngacak ruangan. Dan kalau sudah bosan juga. Dapur adalah tempat paling menarik buat di investigasi.
So, karena alasan inilah saya memutuskan dengan penuh keberanian untuk keluar jalan- jalan tanpa Abu Aisha kebetulan si Abang juga lagi sibuk nge-date dengan buku- buku yang tebalnya bisa buat kepala oleng- oleng. Tafsir jeng para sesepuhnya. Sungguh saat ini saya tak sanggup membuka lembaran- lembaran ilmu itu. Bisa-bisa di acak-acak Aisha.
Nah saat mempersiapkan diri alias memakai kostum negeri kulkas. Aisha didandani Abu Aisha . Saya mempersiapkan perlengkapan lain. Ah!cuma air mineral, satu buah pisang dan tiga butir kurma yang akan saya taruh di tas plastik kecil.Saat itulah saya ingat Mbak Cicik Lutfiyah Maak sang dua pendekar .Sesama tetangga di Haugesund dan juga sebagai new comer hihihi.Alhamdulillah maka sebelum keluar dari pintu apartemen saya telephone-lah si Maak Pendekar ^_^.Dengan hati H2C alias harap-harap cemas.Mengharap kalau ajakan saya bisa disambut dengan jawaban iya.Dan alhamdulillah iya benar-benar disambut Maaak :).Alhamdulillah wa syukurilah bahagia tak terkira hati ini.Berarti saya tidak sendirian berpetualang ke danau itu.Abu Aisha salah besar.Ini danau alam.Buatan Sang Maha Pencipta.Benar kiranya komen Mbak Savitry 'Icha' Khairunnisa :) ngapain juga buat danau buatan di Haugesund wong Haugesund sendiri sudah dikeliling danau yang indah.Lain kali Bang kalau ngasih informasi tuh yang akurat !.Setelah berdebat alot Abu Aisha mengakui kesalahannya:D.hihi
Setelah menelphone Maak Pendekar dan mengatur titik pertemuan.Kita akhirnya sepakat bertemu di depan toko Palestina.Sebelumnya saya sudah melewati jembatan dan singgah di taman Seniorita.Menggoyang-goyan
Saat menuju toko Palestine saya dilambai-lambai dengan senyum manis oleh seorang ibu pengemis.Ini pertama kalinya saya bertemu dengan pengemis wanita paruh baya ini.Sebelumnya seorang wanita tua juga mengemis di depan sebuah toko persis dekat menuju jalan mobil.Dia duduk lebih tepatnya di salah satu sudut toko lengkap dengan kostum negeri kulkas juga.
Langganan:
Komentar (Atom)
Berbagi Sampai Ke Negeri Sang Paulus , Polandia
Allah Ta’ala berfirman : “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adala...
-
Boneka Winnie The Pooh Mengkampanyekan Seksualitas Ganda dan Cara Berpakaian yang Tidak Layak ***** Anggota Dewan di Polandia telah m...
-
Allah Ta’ala berfirman : “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adala...

