Ada yang bertanya bagaimana saya bisa menulis dengan cepat tanpa pernah terlibat secara langsung dalam pelatihan-pelatihan menulis .
Begini kronologis singkatnya ;
Setelah pindah ke Polandia dan mengalami kehamilan yang tak biasa ( baca muntah-muntah sampai melahirkan ) , shock culture dan titik puncaknya adalah setelah melahirkan.Cerita lengkapnya dalam buku " Memoar Aisha Pisarzewska , Putri Sang Perantau "
Saya sendiri tidak menyadari bahwa saya mengalami " Baby Blues " .
Dalam kasus saya Baby Blues ini kemudian berkembang menjadi " Postpartum Depression " .
Dalam kasus saya Baby Blues ini kemudian berkembang menjadi " Postpartum Depression " .
Baby Blues sendiri memiliki pengertian ; perasaan sedih dan gundah yang dialami oleh sekitar 50-80% wanita setelah melahirkan bayinya.(www.tipsbayi.com).
Berikut Gejala Kasus Baby Blues Syndrome ;
Menangis tanpa sebab yang jelas
Mudah kesal
Lelah
Cemas
Tidak sabaran
Enggan memperhatikan si bayi
Tidak percaya diri
Mudah kesal
Lelah
Cemas
Tidak sabaran
Enggan memperhatikan si bayi
Tidak percaya diri
Sulit beristirahat dengan tenang
Mudah tersinggung
Mudah tersinggung
Sedangkan Postpartum Depression perbedaannya terletak pada frekuensi, intensitas, serta durasi berlangsungnya gejala-gejala di atas. Pada Postpartum Depression, berbagai gejala tersebut lebih sering, lebih hebat, serta lebih lama.
PPD bisa berlangsung hingga 1 tahun setelah kelahiran bayi…
Pada kasus PPD akut, si ibu bisa saja bunuh diri atau menyakiti bayinya sendiri…( pada kasus saya ; menyakiti bayi , saya terbuka mengenai hal ini semoga jika ada yang mengalami hal yang sama , pengalaman ini bisa menjadi solusi .Allahumma fagfirlana :)
Saya berjuang keras untuk sembuh namun karena kurangnya dukungan ( lingkungan ) saya ( hampir ) dibawah ke rumah sakit jiwa .Saya sendiri bingung untuk mengungkapkan perasaan mengenai Baby Blues ini , Abu Aisha sendiri tidak menyadari bahwa saya mengalami Baby Blues dan Postpartum Deprsession .
Abu Aisha sebisa mungkin membantu saya dengan cara berkorespondensi melalui email ke Sheik Assim Al-Hakim di Madinah terkait kasus saya ( sudah dalam tahap emergensi dalam rumah tangga ) .Hal ini dikarenakan Abu Aisha akan bekerja di Norwegia dan kekhawatiran akut meninggalkan saya bersama Aisha di Polandia yang waktu itu Aisha masih berumur beberapa bulan dengan PPD ini.
Alhamdulillah jawaban dari Sheik Assim -Al-Hakim untuk Ruqyah mulai saya praktekkan , Alhamdulillah perlahan-lahan mulai sembuh tapi tidak hilang , terkadang sedikit pemicu bisa membuat saya hilang kendali .Al-Qur'an terjemahan yang saya bawa dari Indonesia pemberian sahabat di Bandung sangat membantu menenangkan jika depresi saya mulai datang .
Atas izin Allah setelah melewati hari-hari nan melelahkan secara fisik maupun mental .Alhamdulillah , Allahu akbar , doa saya terkabul .Allah Swt membimbing saya ( mengungkapkan perasaan ) melalui tulisan mengingat saya sendiri di Polandia belum bisa bersosialisasi dan tidak ada orang terdekat yang bisa saya jadikan tempat curhat .
Saya mulai menulis rangkain peristiwa demi peristiwa dalam catatan kecil yang dikemudian hari catatan ini saya tulis ulang menjadi " Memoar " .Saya tidak tahu ada istilah Writing Therapy .
Writing Therapy menjadi solusi berikutnya karena keenggananan saya untuk mengungkapkan langsung kepada suami , keluarga serta lingkungan maupun kepada ahli ( psikolog ) serta menolak minum obat karena saya yakin saya tidak sakit .
Writing Therapy ( menurut Wikipedia ) merupakan bentuk terapi ekspresif yang menggunakan tindakan menulis dan pengolahan kata-kata tertulis sebagai terapi.Writing Therapy berpendapat bahwa dengan menulis , perasaan seseorang secara bertahap menjadi mudah untuk menguraikan perasaan trauma emosional. [1] Writing Therapy dapat berlangsung secara individual atau dalam kelompok dan dapat diberikan secara pribadi dengan seorang terapis atau jarak jauh melalui surat atau Internet.








