Rabu, 15 April 2015

Belajar Menghargai Hak dari Struk Belanja

Belajar Menghargai Hak dari Struk Belanja
Oleh : Raidah Athirah


*****
Bermuamalah dalam Islam memiliki batas dan aturan agar setiap orang terjaga haknya .Salah satu kegiatan muamalah yang sering kita lakukan yakni berbelanja.
Dulu ,pasar tradisional yang selalu semarak .Kini setelah hadir minimarket yang ditata rapi dan menarik, masyarakat mulai berpindah ke gerai minimarket yang katanya modern dan bersih.Tidak ada lagi hiruk -pikuk tawar menawar .Keluhan becek dan kotor hilang ,betulkah gerai minimarket benar-benar bersih ?
Sudah hal yang umum terdengar di masyarakat bila ada kelebihan rupiah yang tertinggal maupun kesalahan kasir sehabis berbelanja ,suara yang biasa sampai ditelinga kebanyakan seperti ini ,
" cuma dua ratus rupiah tho ? ,ikhlasin aja ,nggak bakalan bangkrut ataupun naik haji khan ? 
Apakah Anda pernah mengalami hal ini ? Rata-rata ibu -ibu memang lebih jeli dan sigap memandang struk belanja .Dengan kata lain lebih cerewet .
Kata-kata diatas sepintas bijak tetapi sebenarnya Anda telah membiarkan hak Anda dicurangi .Bila dalam hal kecil Anda tidak berani berdiri dan hanya menerima dengan pasrah ,maka sistem yang curang akan menggilas Anda. 
Keliatannya ini perkara sepele tapi bila pencurian ( penipuan ) yang biasa terjadi di minimarket ini dibiarkan ,maka secara otomatis masyarakat dididik untuk apatis,merasa kalah ,ogah berjuang mengajarkan kejujuran .Apalagi kasus tipu-tipu dimana-mana .
Sebagai Muslim tanggung jawab kita mengingatkan dengan cara yang baik ( salut sama emak -emak cerewet yang selalu mengecek struk belanja ) .Ini maksudnya bukan mengajarkan bersifat kikir terhadap beberapa rupiah tapi mengenai hak kita yang dicuri dan kita mengetahui secara terang-terangan dan membiarkan .
Bila yang melalukan kecurangan ini adalah Muslim maka pasti hilang berkahnya .Bila yang melakukan bukan Muslim cepat atau lambat bau kecurangan ( fraud ) akan menggulung bisnis ini .Cepat atau lambat orang akan menyadari kecurangan karena keuntungan yang didapat dengan cara menipu .
Sikap kita sebagai Muslim adalah berdiri dan meminta kejelasan mengenai dua tiga keping rupiah yang dicuri secara sistematis .

Suara -suara yang kadang menjebak kita dalam pikiran dilematis ;
1.Biarin aja cuma beberapa rupiah !
2.Pelit amat jadi orang !
3.Cerewet bangat jadi orang ,dua ratus rupiah emang bisa beli apa ?
4.Kikir bangat ,mau naik haji ya Bu ?
Coba bayangkan bila minimarket itu punya ratusan gerai atau bahkan ribuan dan dikalikan dengan jutaan pelanggan .Angka yang muncul bisa buat Anda pingsan .Miliaran rupiah yang dalam angka ini ada hak anda yang diambil /dicurangi .Anda tahu tapi membiarkan ,bukankah ini membiarkan kejahatan /fraud ? 
Kecurangan seperti ini bukan dominasi negara -negara berkembang .Polandia dan Norwegia yang merupakan negara Eropa yang maju kasus fraud / kecurangan yang dilakukan kasir ini juga ada.
*****
Mari saya ceritakan pengalaman kami saat berbelanja .Mertua saya yang selalu mengingatkan bahwa sebelum meninggalkan meja kasir pastikan semua belanjaan dan harga sesuai struk ( bahasa Polandia : paragon ) karena beliau sudah berpengalaman mendapati kasus seperti ini sehabis shopping di Warsawa.
Saya termasuk orang yang apatis awalnya padahal latar belakang pendidikan saya adalah akuntansi .Pikiran saya , " toh hanya 1 zloty ,biarin ajalah ! 
Dan kejadian itu pun datang pada kami saat berbelanja dekat salah satu minimarket di Jablonna ,Polandia.Abu Aisha mungkin karena sudah terbiasa mengecek struk belanja,dengan cepat struk itu sudah ada ditangan beliau .Beliau langsung mengecek barang belanjaan dan mencocokkan dengan struk .Ternyata ada satu item harga yang tidak sesuai ,maka beliau menuju kasir dan meminta kejelasan .
Setelah bincang-bincang diketahui ternyata Abu Aisha salah memilih item yang bukan dalam harga promosi ,jadi harga yang ada di struk adalah harga normal.
Dilain kesempatan kesalahan ada pada kasir .Ada satu item yang dihitung dua kali .Abu Aisha langsung mengkomfirmasi dan kasir meminta maaf dan mengembalikan kelebihan beberapa zloty yang merupakan murni salah input data .
Saya mungkin sudah terbiasa di tanah air berperilaku apatis sehabis berbelanja di gerai minimarket yang menjamur dimana -mana ,menghadapi hal semacam ini saya merasa buang -buang waktu .
" Bang ,biarin ajalah hanya 1zloty kok sampai alot bangat percakapannya ."
Awal percakapan kami menuju apartemen yang kalimat pembuka khas ' orang merasa baik ' dan Abu Aisha ' orang cerewet ' .
" Memang hanya satu zloty tapi itu hak kita yang diambil tanpa sepengetahuan kita .Alhamdulillah bila itu hanya kesalahan data komputer ,kalau disengaja ? 
" Memang di negara semaju Polandia ini ada yang sengaja berbuat curang ,Bang ? 
" Dimana -mana kecurangan itu ada ,namanya hidup orang berpkir tentang keuntungan .Ada sebagian orang mengambil keuntungan dengan cara kotor ,menipu .Bila pelanggan diam dan tidak bereaksi maka cara menipu ini akan terus eksis .
Saya pun manggut-manggut .Ceramah Abu Aisha pun berlanjut bahwa sebagai Muslim tidak boleh kita bersikap apatis karena sikap ini adalah selemah -lemahnya iman.
" Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman.’.” (HR. Muslim)
Orang yang baik atau sholeh tak bisa hanya sendiri ,kita hidup di masyarakat dimana interaksi muamalah ini saling berpengaruh satu sama lain .Seumpama kita yang telah berpakaian rapi ,bersih namun berjalan tanpa sendal bisa dipastikan kaki ( pondasi ) akan kotor .
Muamalah yang berkah harus ada kejujuran kedua belah pihak .Tak cukup hanya kita seorang yang jujur ,orang lain pun harus jujur .Bila kita mengetahui ada ketidak jujuran ,kewajiban kita mengingatkan bukan membiarkan .
Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ 
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur)." [At-Taubah/9: 119]
Mulai sekarang belajarlah menghargai hak Anda dengan mengecek struk belanja .Satu rupiah yang diambil tanpa keridhoan Anda adalah bentuk kezholiman .Berdiri dan tanyakan agar kita selalu bersama dalam keberkahan .
Raidah Athirah
Jablonna,Polandia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berbagi Sampai Ke Negeri Sang Paulus , Polandia

Allah Ta’ala berfirman : “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adala...