" Anak Pengungsi , Jilbab dan Buku " Ketika Mas Gagah Pergi dan Kembali "
Tahun 1999 , saya dan keluarga mengungsi ke Ternate pasca konflik Maluku .Di Ternate juga tanpa sengaja saya dipertemukan dengan buku-buku Bunda Helvy Tiana Rosa (HTR) .
Saya ikut ibu saya jualan di pasar Gamalama .Masjid terapung Al-Munawarah masih belum dibangun.Di sebelah tempat jualan ada kiost buku dan jual majalah.Saat itu saya belum berjilbab ( berkerudung maupun memakai abaya ) .Saya lihat ada Tarbawi, Sabili , dan juga Annida .Mata saya nggak bisa lepas dari kover majalah Annida.
Di rak-rak buku juga ada buku-buku karya Bunda Helvy Tiana Rosa dan Mbak Asma Nadia , Afifah Afra , Jazimah Al-Muhyi , Sakti Wibowo , Sinta Yudisua.Saya hanya ingat waktu itu sering beli majalah Annida edisi lama karena edisi baru lebih mahal .Sampai Mas yang jualan itu hapal sekali muka saya hehehe .
Setelah dari Annida saya ketemu sama cerita " Ketika Mas Gagah Pergi " .Seperti memang sudah jalan hidup saya , karena penasaran saya beli ( hasil nabung ) . Buku pertama ini menginspirasi saya berjilbab Alhamdulillah sampai bela-belain make kerudung yang sebenarnya ini mukena adik ( kekecilan ) . *tutup muka pake tas pikul *
Karena keterbatasan sehari-hari di tempat pengungsian ( nggak punya kerudung dan nggak bisa beli ) dan belum banyak jenis seperti sekarang dan murah -meriah , saya pakai semacam selendang gituh trus nutup kepala ala mirip minang .
Pokoknya terinspirasi sekali dengan sosok Mas Gagah bagaimana akhlaknya sampai Gita bisa berubah .Alhamdulillah saya punya abang yang tinggal di Jakarta waktu itu dan sering menyemangati untuk belajar , jadi membayangkan juga tentang sosok Mas Gagah terasa sekali sosoknya " nyata " .
Saya bahkan punya kumpulan puisi yang hanya saya simpan di diari , buat Bunda Helvy Tiana Rosa dan Mbak Asma Nadia .Buku Mbak Asma Nadia yang saya iingat itu " Serial Aisyah Putri " .Mau ngirim ke Annida lewat email bggak bisa maklum belum tahu gimana megang keyboard komputer hahaha jadul abis .
Lewat portal Dakwatuna saya senang sekali karena diinfokan bahwa buku " Ketika Mas Gagah Pergi " akan difilmkan oleh Cinema Picture dan sudah dalam proses Casting tetapi.....
Teman-teman bisa bergabung di grup #KMGPKita untuk mengetahui kelanjutannya dan mendukung sampai buku karya monumental ini difilmkan sesuai dengan isi bukunya .
Puisi-puisi panjang saya di diari kepada Bunda Helvy Tiana Rosa akan saya share dalam tulisan saya di " Memoar Sang Anak Pengungsi .Sebab Hidup Adalah Perjalanan.
Ketika Mas Gagah Pergi , kenanganku kembali
Sosoknya tersimpan di jejak perjalanan
Mulai Ternate sampai di ujung Aurora Norwegia
Kisahnyamelegenda dalam memoar
Aku Sang Anak Pengungsi
Sebab Hidup Adalah Perjalanan
Mulai Ternate sampai di ujung Aurora Norwegia
Kisahnyamelegenda dalam memoar
Aku Sang Anak Pengungsi
Sebab Hidup Adalah Perjalanan
Bergerak, kujuangkan
Inspirasi, kunantikan
Ketika Mas Gagah Pergi , kembalilah jadi cahaya dalam layar
Biar dikenang anak-cucu negeri nusantara berakhlak
Inspirasi, kunantikan
Ketika Mas Gagah Pergi , kembalilah jadi cahaya dalam layar
Biar dikenang anak-cucu negeri nusantara berakhlak
Kawan....
Bila kapitalisme bicara , KMGP sang idealis
Bungkam ia dengan semangat
KMGP filmkan
Dari shaf ke shaf
Bila kapitalisme bicara , KMGP sang idealis
Bungkam ia dengan semangat
KMGP filmkan
Dari shaf ke shaf
![]() |
| Kapal-kapal selalu mengingatkan saya tentang Maluku |
![]() |
| Norwegia di Musim Gugur |
Dari kantong ukhuwah
Kawan....
Dari perantaun ke perantaun
Ternate kukenal KMGP yang menginspirasi
Bandung kubelajar KMGP yang mengapresiasi
Warsawa kuteguhkan langkah , KMGP bukan sekedar idealisme
KMGP Inspirasi yang harus diapresiasi
Ukhuwah filmkan ia kembali
Biar kukenang sosok Mas Gagah yang ruhnya menginspirasi
Dari perantaun ke perantaun
Ternate kukenal KMGP yang menginspirasi
Bandung kubelajar KMGP yang mengapresiasi
Warsawa kuteguhkan langkah , KMGP bukan sekedar idealisme
KMGP Inspirasi yang harus diapresiasi
Ukhuwah filmkan ia kembali
Biar kukenang sosok Mas Gagah yang ruhnya menginspirasi
Raidah Athirah
Haugesund, Norwegia.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar