Belajar Menulis Bisa Dimana Saja
Oleh : Raidah Athirah
***
Ada beberapa sahabat yang menginbox saya perihal kiat-kiat menulis .Disitu kadang saya merasa bingung :D .Bingung menjelaskannya .
Satu hal yang saya tekankan adalah sebelum menulis kita harus banyak membaca .Membaca buku maupun membaca lingkungan ( empati terhadap sosial) .Saya pikir hampir sebagian penulis senior punya buku favorite .
Menulis tak jauh berbeda dengan bercerita.Ketika kita bercerita kepada sahabat ,teman tentu berbeda kita berbicara secara formal .Tapi menulis bisa menggabungkan kedua hal tersebut .
Apakah belajar menulis harus mengeluarkan uang ? Tidak juga .Ada banyak tulisan -tulisan yang tersebar di internet yang bisa jadi bahan belajar .Selebihnya keberanian kita menulis .Jujur dalam menggunakan kata -kata .Walau kata-kata begitu bagus namun pembaca tak paham ,dimana letak keberhasilan penulis ?
Jangan membandingkan tulisan kita dengan yang lain ,kalau ada kritik terima.Prinsip yang ditanamkan dalam diri adalah mau belajar.
Satu hal yang saya jadikan prinsip dalam menulis adalah dakwah .Sebagai muslimah kewajiban berdakwah tetap menjadi cita-cita sehingga setiap tulisan, saya niatkan sebagai nasihat untuk diri dan juga yang membaca.
Pepatah yang mengatakan bahwa ujung pena lebih tajam daripada senapan harus menjadi nasihat bahwa bila tulisan kita tersebar dan menjadi inspirasi kebaikan ,maka itu sesungguhnya keberhasilan seorang penulis .
Kita bisa bercermin dari tulisan Buya Hamka ,Pramudya Ananta Toer dan beberapa penulis legendaris Indonesia walau mereka telah tiada tulisan mereka tetap hidup di hati para pembaca.
Menulis dan ingin populer tak mengapa .Tapi ini cita-cita jangka pendek .Muslim /Muslimah haruslah visioner .
Lalu bagaimana mensiasati waktu sebagai ibu rumah tangga yang sok sibuk ? :D Disiplin dan konsisten .Kalau nggak punya sikap ini penyakit tulisan nggak kelar-kelar bakalan jadi penyakit kronis :D
Demikian sedikit sharing dari saya ibu rumah tangga yang suka menulis :D
#TipsWriting
#IbuRumahTangga
#Berdakwah
Sebab hidup adalah perjalanan , tetapi kalau tidak ada cerita apalah arti sebuah perjalanan ^_^ Raidah Athirah Housewife, mother, author, blogger, traveller, and alhamdulillah ' i am muslimah'
Senin, 23 Februari 2015
Minggu, 22 Februari 2015
Hidup di Luar Negeri ,Benarkah Bahagia ?
Hidup di Luar Negeri ,Benarkah Bahagia ?
Oleh : Raidah Athirah
***
Beberapa kenalan sering bertanya kepada saya perihal kehidupan di luar negeri .Ada pula yang langsung memberi pernyataan bahwa betapa enaknya hidup di luar negeri .Disitu saya kadang merasa heran :D.
Well ,dimana -dimana hidup punya tantangan masing-masing .Hal yang paling penting di tanamkan dalam hati adalah rasa syukur.Dan yang harus dihilangkan dari hati adalah sifat membandingkan kehidupan kita dengan orang lain.
Kehidupan di luar negeri memang memiliki kelebihan dalam sistem yang teratur,fasilitas yang bagus ,dan semua sisi hidup serba menggunakan teknologi, dan tak kalah nyaman yakni masalah kebersihan.
Tapi ada hal -hal yang tidak bisa tergantikan yakni keramahan dan gotong royong .Keramahan yang biasa kita temui di Indonesia tidak mudah kita temukan disini ,selain itu kebanyakan hidup di luar negeri tidak mengenal basa-basi .Disitu kadang saya merasa rindu tinggal di Indonesia.
Karena tak mengenal gotong royong atau dalam bahasa yang lebih sempit ukhuwah maka hidup cenderung bersifat mandiri yang lambat laun melahirkan sifat menyendiri ( tertutup ) walau tidak semua pribadi begitu tapi memang kehidupan yang didasarkan hanya pada materi dan kemajuan mengikis juga rasa
Oleh : Raidah Athirah
***
Beberapa kenalan sering bertanya kepada saya perihal kehidupan di luar negeri .Ada pula yang langsung memberi pernyataan bahwa betapa enaknya hidup di luar negeri .Disitu saya kadang merasa heran :D.
Well ,dimana -dimana hidup punya tantangan masing-masing .Hal yang paling penting di tanamkan dalam hati adalah rasa syukur.Dan yang harus dihilangkan dari hati adalah sifat membandingkan kehidupan kita dengan orang lain.
Kehidupan di luar negeri memang memiliki kelebihan dalam sistem yang teratur,fasilitas yang bagus ,dan semua sisi hidup serba menggunakan teknologi, dan tak kalah nyaman yakni masalah kebersihan.
Tapi ada hal -hal yang tidak bisa tergantikan yakni keramahan dan gotong royong .Keramahan yang biasa kita temui di Indonesia tidak mudah kita temukan disini ,selain itu kebanyakan hidup di luar negeri tidak mengenal basa-basi .Disitu kadang saya merasa rindu tinggal di Indonesia.
Karena tak mengenal gotong royong atau dalam bahasa yang lebih sempit ukhuwah maka hidup cenderung bersifat mandiri yang lambat laun melahirkan sifat menyendiri ( tertutup ) walau tidak semua pribadi begitu tapi memang kehidupan yang didasarkan hanya pada materi dan kemajuan mengikis juga rasa
Selasa, 17 Februari 2015
Teroris Asusila
Teroris Asusila
Oleh : Raidah Athirah
****
Beberapa bulan belakangan ini banyak kasus yang bertebaran di beranda berisi berita dari tanah air tentang kasus -kasus asusila .Mulai dari anak SD yang terang-terangan curhat tentang pacaran,buku yang memprovokasi untuk berbuat zina sampai berita mahasiswi yang menjadi ayam kampus.
Potret dari dekadensi moral ini bukan hasil dari budaya yang baru muncul melainkan adanya rentetan teror terhadap norma-norma sosial .
Hadirnya beragam gadget yang cukup terjangkau untuk semua kalangan tak ayal membawa pengaruh terhadap tata pergaulan .Salah satu hal paling revolusioner adalah keterbukaan semua sisi hidup di sosial media .
Hiburan dari TV yang massif menjadi konsumsi setiap waktu bagi anak-anak sudah menjadi teror diam-diam yang mengubah perilaku sosial.Video-video yang tersebar tentang kekerasan pada anak-anak sekolah tak lain adalah buah dari apa yang menjadi tontonan sehari -hari.
Pernah tanpa sengaja Abu Aisha membuka salah satu link film kartun untuk Aisha dari TV online Norwegia ,saat itu pula langsung dimatikan .Bagaimana mungkin anak-anak kecil dalam dialognya sudah mencontohkan bunuh diri.Bahkan rinci sekali dalam memperagakan .
Bisakah Anda bayangkan ! Itulah mengapa sudah sepantasnya kita bersyukur kepada orang-orang yang berdakwah ,yang menasihatkan kepada kebaikan .Yang dengan sabar mengajari generasi kita mengenal Islam
Alhamdulillah kami akhirnya sepakat untuk tidak memiliki TV dan sama sekali tidak membiarkan Aisha menonton .Awalnya cukup berat karena ini merupakan hiburan satu-satunya bila udara di luar tak bersahabat.
Tapi dampak menonton ini justru lebih berat dan merusak.Responnya terhadap kami lambat.Fokus indranya hanya pada kartun yang ia nonton .Interaksi sosial kaku.Saat diajak bicara ia tak menoleh .Hampir satu bulan sampai ia benar-benar kembali normal.
Anda bisa baca link dari orangtua yang total melarang TV di dalam rumah .
Bayi ,anak-anak menangis itu reaksi yang normal .Tapi itu hanya awal.Prinsip kami biar saja ia menangis daripada kami yang akan menangis kelak di akhirat karena penyesalan.Bukankah anak adalah amanah ?
Saya dan suami pernah duduk dan kemudian mengavaluasi bahwa ide untuk membiarkan putri kami menonton TV untuk hiburan adalah ide yang sangat buruk yang menjadi rentetan teror terhadap perilakunya .
Alhamdulillah atas pertolongan Allah ,kami pegang komitmen itu bersama-sama dan kami sosialisakan pula kepada kedua orang tua di Polandia.
Benar adanya bahwa tugas menjadi orang tua adalah sebuah proses belajar sepanjang masa .
***
Gejolak hidup senantiasa datang.Fitnah zaman kian marak .Teror dimana-mana.Bukan hanya teror dalam sisi keamanan ,melainkan teror yang paling halus dan mengerikan adalah teror terhadap norma sosial . Selama ini yang melekat dalam benak kita kata " teror" selalu merujuk kepada kekerasan fisik .Padahal definisi sederhana tentang teror bisa kita pahami bersama.Menurut KBBI ;
teror : usaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan;
Jelas adanya bahwa usaha ini tentu memiliki dalang .Sematan untuk dalang ini kita sebut sebagai " teroris asusila " bila .Teroris ini hadir dalam bingkai buku ,hiburan TV yang memprovokasi syahwat dan berbagai macam tampilan berupa kata-kata buruk yang didapat dari film rubbish Amerika yang hampir berhasil menabrak nilai -nilai yang bangsa kita miliki.
Amati berapa banyak generasi terutama anak-anak yang dengan ringan mengucap kata " F***k " hanya karena merasa keren .Memperagakan jari tengah sebagai bentuk pelecehan dengan begitu bangga .Bagaimana potret generasi ini bisa lahir ?
Ah ! Jangan sok jadi polisi moral .Sekali lagi saya uraikan kepada Anda bahwa Barat hari ini tengah mengalami krisis sosial akibat dari budaya yang mengagungkan hawa nafsu .Buktinya sampai usia untuk melakukan hubungan intim pun mulai diatur yakni bila telah berumur 15 tahun bahkan ada yang menetapkan 16 tahun seperti Norwegia.
Atau Anda mungkin sering dengar pernyatan yang sungguh apatis " Tiap hari kok ngurus selangkangan ,orang Barat udah sampai ke bulan ,kita masih membahas aturan selangkangan " .Kalimat-kalimat apatis yang menyebar di masyarakat yang secara tidak langsung menunjukkan sebagian generasi kita mulai merasa bahwa memegang teguh nilai-nilai Islam adalah sikap yang kolot .Anti kemajuan .
Kemajuan ini adalah kemajuan yang parsial .Sungguh hidayah Allah jua orang-orang Barat terutama Eropa menyadari bahwa jalan hidup Islam yang membawa keselamatan setelah menyaksikan kerusakan akibat kekacauan sosial.
Sungguh suatu kebahagian menyaksikan lahirnya para sineas ,penulis ,jurnalis pekerja seni ,dan semua Muslim di berbagai bidang yang tetap berpegang teguh mengajak kepada jalan Islam ditengah gempuran media mainstream yang dengan gencar mempromosikan kehidupan hedonis,pergaulan bebas dan film -film yang mengajarkan kepada kesyirikan
Benar lah bahwa senjata seorang Muslim adalah do'a .Ini yang Rasulullah Sallahu wa alahi wassalam ajarkan kepada kita bahwasanya kita memohon per lindungan kepada Allah ,Tuhan Yang Maha Melindungi .
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
: Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan dari siksa api neraka dan dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari fitnah Al Masihid Dajjal").
(HR Bukhari 1288)
: Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan dari siksa api neraka dan dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari fitnah Al Masihid Dajjal").
(HR Bukhari 1288)
Raidah Athirah
Haugeund,Norwegia
Kamis, 12 Februari 2015
Trend Standar Ganda Media Mainstream
Trend Standar Ganda Media Mainstream
Oleh : Raidah Athirah
****
Inna lillahi wa inna ilahi raji'un
" Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya kami kembali ." ( Q.S Al Baqarah :156)
Anda pasti sudah paham apa yang saya maksud dengan trend .Hal yang paling menyedihkan adalah trend pelabelan .Tentu Anda masih ingat dengan peristiwa Charlie Hebdo yang semua orang di dunia ramai -ramai melabeli Muslim sebagai terorist padahal pelaku penyerangan sampai saat ini tidak pernah terlihat nyata.Kesannya peristiwa itu rekayasa berdasarkan beberapa media yang mengulasnya .
Apakah ada media yang berani mengakatan bahwa pelaku Perang Dunia II adalah Kristen ,tentu tidak bukan ? Padahal fakta justru menunjukkan sebaliknya tapi pikiran kita tidak pernah muncul pelabelan seperti itu .Mengapa bisa demikian ?
Sekali lagi karena Trend .Dan fatalnya kita yang mengaku Muslim termakan Trend yang media mainstream mainkan.
Bandingkan hari ini dengan apa yang terjadi pada tiga saudara Muslim kita .Jangankan breaking news ,judul berita pun terkesan menyembunyikan .Bila tidak menyebar di sosial media ,mungkin tidak banyak yang tahu .
Well ,mari saya uraikan kepada Anda berdasarkan pernyataan saya diatas ;
Perhatikan beberapa berita media utama
Dan bandingkan dengan judul berita ini ;
2.Dan ini berita yang isinya provokasi ; http://shoebat.com/…/muslims-germany-take-19-year-old-preg…/ .Cenderung hoax
3.Dan berita super hoax.Peristiwa aslinya anak ini digigit anjing bukan diserang atau dipukul orang .Betapa berbahayanya bila berita ini diterjemahkan .Ujung-ujungnya adalah inilah rupa atau kelakuan Muslim.
.http://www.jewsnews.co.il/…/swedish-child-beaten-by-muslim…/.
.http://www.jewsnews.co.il/…/swedish-child-beaten-by-muslim…/.
****
Penting sekali Anda membaca berita dengan jernih .Sungguh sangat buruk bila langsung mengambil kesimpulan jelek dalam menilai saudara muslim .
Ada satu sisi yang saya hormati dari Pers Norwegia yang mana disaat hampir bersamaan berita menyebarnya Pegida ( Gerakan Anti Islam ) di beberapa negara Skandinavia .Koran atau media lokal tidak serta merta ramai menyebarkan .Seperti yang kita ketahui berita dapat melahirkan keresahan atau muncul ketakutan berlebihan di masyarakat
Sesuatu yang menjadi trend tidak lantas ditiru karena belum tentu mengandung kebenaran.
Maha benar Allah yang memberi kita petunjuk .
"Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah robah kalimat-kalimat-Nya dan Dia lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. "
"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)"
"Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui tentang orang yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang orang orang yang mendapat petunjuk. "( Q.S.Al-An'am : 115-117)
Bila trend dalam menilai yang lain bisa begitu murni ,sudah sepantasnya Anda yang mengaku Muslim memberlakukan hal yang sama .
Sungguh berbangga hati melihat munculnya jurnalis-jurnalis Islam yang hadir membela harga diri ditengah kerumunan fitnah media mainstream.
Raidah Athirah
Haugeund,Norwegia
Rabu, 04 Februari 2015
Doa dan Jodoh ( Bag VII )
Doa dan Jodoh ( Bag VII )
Oleh : Raidah Athirah
****
" Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan." [Q.S. Al Baqarah: 245]
Terkadang dalam hidup kesempitan menyapa .Dan seperti layaknya manusia pada umumnya kesempitan melahirkan kesedihan .Pada akhirnya lahir pemahaman bahwa kesempitan-kesempitan hidup adalah jalan menuju keyakinan bahwa hanya Allah ,Tuhan Yang Maha Melapangkan.
Sebaliknya kelapangan pula melahirkan rasa gembira.Sampai ada rasa takut bahwa rasa lapang ini akan sirna kecuali pada hati-hati yang yakin bahwa ketika meletakkan Allah satu-satunya tujuan ,maka semua yang terjadi dalam hidup terasa ringan, zero tanpa beban.Bukankah satu dibagi nol sama dengan tak terhingga ? Begitulah seharusnya hati bertumpu.
Kata-kata saya kepada Eli sudah terlanjur terucap bahwasanya saya akan mengirim fotonya dan foto kami berdua kepada brother Abdullah.Entah mengapa saya bisa berfikir demikian.
Tanpa memikirkan akibatnya saya mengirim foto Eli dan juga satu foto berisi kami berdua.
Beliau saat itu tinggal dalam satu apartemen di Haugesund ,Norwegia bersama seorang brother asal Palestina.Interaksi beliau dengan orang-orang Palestina terjadi sejak beliau menjadi muslim.
Awalnya beliau satu apartement dengan teman pekerja asal Polandia sampai kemudian hidayah datang pada beliau .Bagaimana pun hati kita selalu ingin berkumpul dengan teman satu tujuan.Dan begitu yang beliau rasakan bahwa budaya minum alkohol ,rokok dan makan babi sudah bukan lingkungan beliau .
Saya membuka penggalan ini karena atas nasihat brother asal Palestina ini Alhamdulillah semua kesalapahaman antara saya ,Eli dan brother Abdullah terselesaikan.
Setelah mengirim foto itu saya menjadi sangat menyesal .Dada terasa sempit.Saya melakukan itu tak lain karena sudah terlanjur berkata kepada Eli bahwa saya belum ingin menikah.Dan lagi bicara masalah rasa belum ada kata tertarik kepada beliau .Rasa yang hadir hanya rasa hormat.Sedangkan Eli sudah ingin menikah.
Hampir satu minggu dari surat dan foto-foto yang saya kirim ,korespondensi itu mendadak berhenti.Beliau tak menelpon ,tak juga membalas email .
Saya kembali ke aktivitas harian ,kuliah dan mengajar.Berusaha memperbaiki nilai-nilai kuliah yang berantakan .Saya juga mengecek harga tiket jauh-jauh hari karena punya niatan ingin ibu saya mengunjungi saya di Bandung .
Karena tak ada kabar dan saya juga tak tahu bagimana menjelaskan rasa kebingungan yang muncul bahwa seharusnya saya tidak melakukan hal itu.Ada juga timbul dalam pikiran bahwa mungkin beliau berubah pikiran karena foto yang saya kirim.
Dan tanpa saya mulai Eli mengutarakan perasaanya bahwa mungkin apa yang saya lakukan berlebihan .
" Ainna ...Bukankah brother Abdullah sudah melamar kamu ? "
Saya terdiam sesaat dan kemudian menjawab dengan hati-hati
" Iya tapi beliau belum pernah bertemu,tidak tahu seperti apa .Kamu bilang kan sudah siap nikah ,kalau saya kan mau selesain kuliah trus kerja insyah Allah mau bahagian Mama .Siapa tahu beliau tertarik sama kamu ."
" Saya kok ragu .Lagian saya mau bilang sama kamu kalau saya sedang dalam masa ta'aruf sama seseorang ."
Saat mendengar kalimat Eli saya benar-benar terkejut.Muncul juga rasa marah bahwa seharusnya Eli memberitahu saya dari awal.Nasi sudah jadi bubur .Rasanya dada sempit .Manusiawi kalau saya juga mulai tertarik kepada beliau .Apalagi melihat kesungguhan beliau melamar saya .
" Eli kok baru sekarang kamu kasih tahu .Niat baik beliau terkesan saya permainkan.Kalau dari awal kamu cerita ,saya pun bisa langsung komfirmasi."
Lagi-lagi saya cereboh .Saya beristigfar ,terlalu sok toleran ,sok mempertimbangkan perasaan .
Kali ini saya shalat mohon Allah bimbing dan lapangkan hati .Bila kesempatan itu datang lagi ,insyah Allah saya mau terbuka mengenai hal yang menjadi beban pikiran bahwa niat saya menikah semata-mata ingin bersih karena Allah .Hal yang menjadi beban pikiran adalah saya tak ingin perjuangan kuliah saya sia-sia.
*****
Disetiap shalat saya mohon Allah lapangkan hati saya .Tak ada siapa pun saya beritahu.Tak ada juga obrolan ke siapapun tentang beliau.Saya tetap mengunjungi adik-adik saya di dekat areal alun-alun.Betapa bahagia menikmati hidup saat duduk bersama orang-orang biasa .Ingatan saya terkadang membangkitkan rasa rindu manakala setelah shalat asar usai saya menuju gerobak seorang kakek yang menjual jajanan tradisional Sunda dengan harga yang murah .
" Neng , aslina Jawa ? Resep sami bandrek neng?
" Sanes urang Jawa Abah .Aslina mah ti Maluku ."
" Oh ,Maluku yang di Sulawesi itu ya Neng ."
Saya tersenyum mendengar tutur beliau yang lugu.Beliau sudah kenal dengan wajah saya karena setiap ke Alun-Alun saya senang datang dan duduk menikmati minuman bandrek ,kacang-kacangan atau pisang rebus serta panganan dari singkong yang dijual murah .
Jalanan Braga sampai Asia Afrika sudah menjadi jalan biasa yang saya lalui .Kadang saya memandu turis yang kesasar mencari hotel atau menanyakan arah jalan.
Sampai ada satu keluarga Itali yang saya bantu tunjukkan hotel minta saya untuk menjadi guide mereka .Kami sempat berfoto-foto dan mereka memberi kartu nama.Saya mengucapkan terimah kasih dan menolak dengan halus permintaan itu.
Prinsip saya siapa pun harus kita tolong bila memang kita mampu.Memang aneh berjilbab lebar tapi bergaul dengan orang asing .Kalau saya bekerja jadi guide maka saya memakai celana panjang dengan atasan baju kaos yang sampai lutut yang saya padu-padankan dengan kerudung berwarna senada.Di hari-hari biasa saya memakai gamis atau abayah. Mungkin ada yang berfikir kok saya seperti bunglon.
Bekerja sebagai guide memang banyak tantangannya apalagi saya memakai kerudung .Alhamdulillah Allah menjaga saya.Kerja sebagai guide butuhkan keluasan dalam gerak,pemahaman berinteraksi ,apalagi banyak pandangan sinis terhadap perempuan Indonesia yang berjalan dengan orang asing.Sebisa mungkin saya memilih jadi guide untuk keluarga untuk menghindari berjalan berduaan dengan orang asing .Memang berat dan keras tapi Allah Maha Menjaga.Saya juga punya rencana kalau selesai kuliah saya berhenti total jadi guide .Alhamdulillah rencana Allah yang terbaik.
Bila melihat adik-adik saya di jalanan ada keinginan semoga mereka mendapatkan pendidikan Islam karena memang pendidikan yang melahirkan kesadaran untuk hidup berarti sebagai manusia ,sebagai muslim.
Terkadang saya mengobrol dengan kakek tua perihal darimana sumber jualan ini .Dari obrolan dengan kakek tua ini ,saya tahu bahwa ternyata istri beliau yang memasak .
Bergaul dengan orang-orang di jalanan melahirkan rasa hormat yang jujur .Bebas dari prasangka.Tak ada beban materi.Bila saya punya uang lebih atau ada rezeki saya memilih membeli beberapa panganan makanan untuk adik-adik saya ketimbang memberi uang.
Saat -saat seperti ini saya benar-benar merasa tenang.Kepasrahan total bahwa Allah Yang Maha Membimbing.
Walaupun saya kuliah penuh perjuangan ,beban finansial yang terasa berat Alhamdulillah selalu ada rezeki .Bagaimana tidak .Uang semester jutaan .Saya kadang menunggak.Rasa hormat saya kepada almamater saya .Kepada dosen-dosen saya yang berbaik hati.Setiap menjelang ujian semester yang salah satu syaratnya adalah sudah lunas uang semester.Saya selalu melangkah ke sebuah ruangan tempat saya berkonsultasi.Dosen saya yang menjadi saksi bagaimana mata saya berkaca-kaca ketika menjelaskan kondisi yang saya alami .Saya meminta keringanan untuk memberikan waktu melunasi tunggakan uang semester.
Memang sulit dimengerti bagaimana saya bisa kuliah tanpa bantuan finansial siapapun.Diawal kuliah bantuan dari kakak saya pun sudah membuat saya merasa berat.Bagaimana pun beliau punya keluarga tak enak rasanya menjadi beban.
Maka saya bertekad untuk berjuang dengan kuliah saya.Amanat almarhum Bapak saya yakni ingin saya menyandang titel sarjana tak ingin saya lalaikan.Terkadang muncul rasa lelah ,ingin pulang saja ke Maluku .Alhamdulillah saat itu juga muncul semangat ingin membuktikan bahwa Allah Yang Maha Melapangkan.
Tidak seorang pun teman-teman kuliah yang saya beritahu tentang perjuangan kuliah saya yang terasa berat.
Hanya ada seorang ukhti yang sering sekali saya meminjam uang.Semua uang hasil kerja jadi guide dan mengajar bila sudah terkumpul langsung saya gunakan untuk membayar uang semester.
***
Semua latar belakang inilah yang membuat saya sangat hati-hati untuk mengambil keputusan menikah .Allah melapangkan segalanya .
Hari itu sehabis mengikuti perkuliahan remedial ,entah mengapa ada sebuah gerak hati untuk mengecek email.Di kalangan teman-teman kampus sesama pengguna warnet,saya dijuluki " Ratu Chatting " karena saya memang yang paling sering nongol di warnet kampus Tamansari.Hahaha sebuah julukan yang saya sendiri tak sadar .
Saya duduk dan mulai membuka email .Ternyata ada dua email yang masuk.Satu dari Universitas di Belanda yang mengkomfirmasi bahwa mereka telah membaca essay saya sebagai calon penerima beasiswa karena latar belakang saya sebagai anak pengungsi dan email kedua dari brother Abdullah.
Saya membaca email pertama dari Utrecht ,Belanda bahwa mereka sungguh tertarik dengan essay yang saya tulis serta aktifitas harian saya sebagai social worker .Saya menulis alasan mengapa saya berhak mendapatkan beasiswa summer course .Mereka meminta saya melengkapi semua syarat berupa dokumen dan surat rekomendasi dari Universitas serta organisasi .
Sungguh saya bersyukur ,bahagia bahwa mimpi saya untuk merasakan pendidikan di Eropa akan segera terwujud.
Saya kemudian beralih ke email kedua yang akhirnya membuat saya berada dalam pilihan yang dilematis.
" Assalamualaikum warahmatulah
Dear sister
May Allah guide us .I already read your email but just now i have time to reply.I saw also your pictures .Its hard to explain ,May Allah guide you ,guide me and bring for you good husband .Ameen
I dont know why but i cant hide my feeling that i 'm really interesting to the sister in red hijab .Is she Eli ?
( Foto yang saya kirimkan saat itu saya memakai kerudung merah yang saya namai sebagai Eli .Dan Eli sebagai saya )
Its looks confuse .May Allah bless you sister .Its better to be honest .I make dua that Allah show for us the best .May Allah reward you for all of your good effort.
May Allah forgive me but how i propose you and i found my self so interisting to this sister ."
Maksud beliau sejak menerima email saya waktu itu beliau bingung karena sudah melamar saya tapi tertarik ke sister ( foto) Eli yang ternyata itu saya .
Itulah mengapa beliau tidak mengontak .Dan atas saran brother asal Palestina hasil curhat :D.Sebaiknya beliau jujur saja menyatakan pikiran dan perasaan supaya tidak terlanjur jauh .Ingin menikah dengan saya tapi tertarik dengan sister lain sungguh bukan tanda yang baik.Begitu kira-kira yang saya paham dari isi emailnya.
Dan saat itu juga saya balas email menjelaskan semua kesalahpahaman .Tidak berharap juga dilamar karena tahu diri .Inti dari email saya adalah menjelaskan status saya ,keluarga dan juga kuliah yang menjadi pikiran berat saya saat itu.Meminta maaf juga .Kalau diingat-ingat kalimat minta maafnya dramatis. Sudi kiranya beliau mau menerima permintaan maaf saya sebagai otak dari kekacauan ini :D.
***
Empat hari berlalu belum ada balasan.Pikir saya ya sudah wassalam .Jangan menaruh harap ,lebih baik fokus ke beasiswa yang ngurus dokumennya bisa buat pingsan.Berat sekali .Cek tes TOEFL yang biayanya nggak sedikit ,belum tentu juga ada kepastian lulus.Minta surat rekomendasi rektor ,emang siapa saya .Mahasiswi biasa yang tidak terlalu banyak prestasi mana bisa ketemu rektor palingan lewat asistennya .
Saya ingat dua kali ke kampus Setiabudi ,sok-sokan mau ketemu rektor .Pede bangat bakalan mulus jalannya .Mana bisa ketemu sebelum ada janji .Padahal saya sudah menelpon buat janji.Tapi seperti saya kata emang siapa saya .Mahasiswi biasa nggak penting-penting amat.
Selama dua kali itu saya ditolak ,padahal saya sudah datang dan menunggu .Hasilnya pak rektor lagi sibuk.Saya memaklumi .Kisah saya akan berbeda bila saya berhasil mendapatkan surat rektor .Allah Maha Mengetahui Yang Terbaik .Saat itu saya jadi mahasiswa sok sibuk .
Saya bahkan dengan percaya diri ke kantor imigrasi Bandung buat pasport .Dibantuin calo juga cuma pas saya bilang saya mahasiswi kere si bapak calo langsung pundungan (memundurkan diri ) :D Alhamdulillah jadi belajar juga tentang prosedur imigrasi.
Skenario Allah Yang Terbaik ,ternyata pasport yang saya buat ini jadi dokumen penting saat brother Abdullah mendaftarkan data diri saya sebagai calon istri dalam dokumen di kedutaan Indonesia di Warsawa saat hendak datang untuk menikah.
Waktu untuk melengkapi persyaratan dekat sekali.Surat rekomendasi dari organisasi sudah saya usahakan .Alhamdulillah dapat dari PMI ,berhubung saya adalah anggota KSR yang merupakan bagian dari PMI untuk mahasiswa .Saya juga menghubungi kenalan saya di organisasi sosial untuk anak jalanan yang terdaftar secara resmi untuk sekiranya berkenan membuat surat rekomendasi buat saya.Kalau istilah mahasiswa " perjuangan berdarah-darah " .
Saya berhasrat sekali dapat beasiswa summer course.Siang malam yang ada dalam pikiran itu beasiswa .Astaghfirullah
Bersambung.....
Oleh : Raidah Athirah
****
" Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan." [Q.S. Al Baqarah: 245]
Terkadang dalam hidup kesempitan menyapa .Dan seperti layaknya manusia pada umumnya kesempitan melahirkan kesedihan .Pada akhirnya lahir pemahaman bahwa kesempitan-kesempitan hidup adalah jalan menuju keyakinan bahwa hanya Allah ,Tuhan Yang Maha Melapangkan.
Sebaliknya kelapangan pula melahirkan rasa gembira.Sampai ada rasa takut bahwa rasa lapang ini akan sirna kecuali pada hati-hati yang yakin bahwa ketika meletakkan Allah satu-satunya tujuan ,maka semua yang terjadi dalam hidup terasa ringan, zero tanpa beban.Bukankah satu dibagi nol sama dengan tak terhingga ? Begitulah seharusnya hati bertumpu.
Kata-kata saya kepada Eli sudah terlanjur terucap bahwasanya saya akan mengirim fotonya dan foto kami berdua kepada brother Abdullah.Entah mengapa saya bisa berfikir demikian.
Tanpa memikirkan akibatnya saya mengirim foto Eli dan juga satu foto berisi kami berdua.
Beliau saat itu tinggal dalam satu apartemen di Haugesund ,Norwegia bersama seorang brother asal Palestina.Interaksi beliau dengan orang-orang Palestina terjadi sejak beliau menjadi muslim.
Awalnya beliau satu apartement dengan teman pekerja asal Polandia sampai kemudian hidayah datang pada beliau .Bagaimana pun hati kita selalu ingin berkumpul dengan teman satu tujuan.Dan begitu yang beliau rasakan bahwa budaya minum alkohol ,rokok dan makan babi sudah bukan lingkungan beliau .
Saya membuka penggalan ini karena atas nasihat brother asal Palestina ini Alhamdulillah semua kesalapahaman antara saya ,Eli dan brother Abdullah terselesaikan.
Setelah mengirim foto itu saya menjadi sangat menyesal .Dada terasa sempit.Saya melakukan itu tak lain karena sudah terlanjur berkata kepada Eli bahwa saya belum ingin menikah.Dan lagi bicara masalah rasa belum ada kata tertarik kepada beliau .Rasa yang hadir hanya rasa hormat.Sedangkan Eli sudah ingin menikah.
Hampir satu minggu dari surat dan foto-foto yang saya kirim ,korespondensi itu mendadak berhenti.Beliau tak menelpon ,tak juga membalas email .
Saya kembali ke aktivitas harian ,kuliah dan mengajar.Berusaha memperbaiki nilai-nilai kuliah yang berantakan .Saya juga mengecek harga tiket jauh-jauh hari karena punya niatan ingin ibu saya mengunjungi saya di Bandung .
Karena tak ada kabar dan saya juga tak tahu bagimana menjelaskan rasa kebingungan yang muncul bahwa seharusnya saya tidak melakukan hal itu.Ada juga timbul dalam pikiran bahwa mungkin beliau berubah pikiran karena foto yang saya kirim.
Dan tanpa saya mulai Eli mengutarakan perasaanya bahwa mungkin apa yang saya lakukan berlebihan .
" Ainna ...Bukankah brother Abdullah sudah melamar kamu ? "
Saya terdiam sesaat dan kemudian menjawab dengan hati-hati
" Iya tapi beliau belum pernah bertemu,tidak tahu seperti apa .Kamu bilang kan sudah siap nikah ,kalau saya kan mau selesain kuliah trus kerja insyah Allah mau bahagian Mama .Siapa tahu beliau tertarik sama kamu ."
" Saya kok ragu .Lagian saya mau bilang sama kamu kalau saya sedang dalam masa ta'aruf sama seseorang ."
Saat mendengar kalimat Eli saya benar-benar terkejut.Muncul juga rasa marah bahwa seharusnya Eli memberitahu saya dari awal.Nasi sudah jadi bubur .Rasanya dada sempit .Manusiawi kalau saya juga mulai tertarik kepada beliau .Apalagi melihat kesungguhan beliau melamar saya .
" Eli kok baru sekarang kamu kasih tahu .Niat baik beliau terkesan saya permainkan.Kalau dari awal kamu cerita ,saya pun bisa langsung komfirmasi."
Lagi-lagi saya cereboh .Saya beristigfar ,terlalu sok toleran ,sok mempertimbangkan perasaan .
Kali ini saya shalat mohon Allah bimbing dan lapangkan hati .Bila kesempatan itu datang lagi ,insyah Allah saya mau terbuka mengenai hal yang menjadi beban pikiran bahwa niat saya menikah semata-mata ingin bersih karena Allah .Hal yang menjadi beban pikiran adalah saya tak ingin perjuangan kuliah saya sia-sia.
*****
Disetiap shalat saya mohon Allah lapangkan hati saya .Tak ada siapa pun saya beritahu.Tak ada juga obrolan ke siapapun tentang beliau.Saya tetap mengunjungi adik-adik saya di dekat areal alun-alun.Betapa bahagia menikmati hidup saat duduk bersama orang-orang biasa .Ingatan saya terkadang membangkitkan rasa rindu manakala setelah shalat asar usai saya menuju gerobak seorang kakek yang menjual jajanan tradisional Sunda dengan harga yang murah .
" Neng , aslina Jawa ? Resep sami bandrek neng?
" Sanes urang Jawa Abah .Aslina mah ti Maluku ."
" Oh ,Maluku yang di Sulawesi itu ya Neng ."
Saya tersenyum mendengar tutur beliau yang lugu.Beliau sudah kenal dengan wajah saya karena setiap ke Alun-Alun saya senang datang dan duduk menikmati minuman bandrek ,kacang-kacangan atau pisang rebus serta panganan dari singkong yang dijual murah .
Jalanan Braga sampai Asia Afrika sudah menjadi jalan biasa yang saya lalui .Kadang saya memandu turis yang kesasar mencari hotel atau menanyakan arah jalan.
Sampai ada satu keluarga Itali yang saya bantu tunjukkan hotel minta saya untuk menjadi guide mereka .Kami sempat berfoto-foto dan mereka memberi kartu nama.Saya mengucapkan terimah kasih dan menolak dengan halus permintaan itu.
Prinsip saya siapa pun harus kita tolong bila memang kita mampu.Memang aneh berjilbab lebar tapi bergaul dengan orang asing .Kalau saya bekerja jadi guide maka saya memakai celana panjang dengan atasan baju kaos yang sampai lutut yang saya padu-padankan dengan kerudung berwarna senada.Di hari-hari biasa saya memakai gamis atau abayah. Mungkin ada yang berfikir kok saya seperti bunglon.
Bekerja sebagai guide memang banyak tantangannya apalagi saya memakai kerudung .Alhamdulillah Allah menjaga saya.Kerja sebagai guide butuhkan keluasan dalam gerak,pemahaman berinteraksi ,apalagi banyak pandangan sinis terhadap perempuan Indonesia yang berjalan dengan orang asing.Sebisa mungkin saya memilih jadi guide untuk keluarga untuk menghindari berjalan berduaan dengan orang asing .Memang berat dan keras tapi Allah Maha Menjaga.Saya juga punya rencana kalau selesai kuliah saya berhenti total jadi guide .Alhamdulillah rencana Allah yang terbaik.
Bila melihat adik-adik saya di jalanan ada keinginan semoga mereka mendapatkan pendidikan Islam karena memang pendidikan yang melahirkan kesadaran untuk hidup berarti sebagai manusia ,sebagai muslim.
Terkadang saya mengobrol dengan kakek tua perihal darimana sumber jualan ini .Dari obrolan dengan kakek tua ini ,saya tahu bahwa ternyata istri beliau yang memasak .
Bergaul dengan orang-orang di jalanan melahirkan rasa hormat yang jujur .Bebas dari prasangka.Tak ada beban materi.Bila saya punya uang lebih atau ada rezeki saya memilih membeli beberapa panganan makanan untuk adik-adik saya ketimbang memberi uang.
Saat -saat seperti ini saya benar-benar merasa tenang.Kepasrahan total bahwa Allah Yang Maha Membimbing.
Walaupun saya kuliah penuh perjuangan ,beban finansial yang terasa berat Alhamdulillah selalu ada rezeki .Bagaimana tidak .Uang semester jutaan .Saya kadang menunggak.Rasa hormat saya kepada almamater saya .Kepada dosen-dosen saya yang berbaik hati.Setiap menjelang ujian semester yang salah satu syaratnya adalah sudah lunas uang semester.Saya selalu melangkah ke sebuah ruangan tempat saya berkonsultasi.Dosen saya yang menjadi saksi bagaimana mata saya berkaca-kaca ketika menjelaskan kondisi yang saya alami .Saya meminta keringanan untuk memberikan waktu melunasi tunggakan uang semester.
Memang sulit dimengerti bagaimana saya bisa kuliah tanpa bantuan finansial siapapun.Diawal kuliah bantuan dari kakak saya pun sudah membuat saya merasa berat.Bagaimana pun beliau punya keluarga tak enak rasanya menjadi beban.
Maka saya bertekad untuk berjuang dengan kuliah saya.Amanat almarhum Bapak saya yakni ingin saya menyandang titel sarjana tak ingin saya lalaikan.Terkadang muncul rasa lelah ,ingin pulang saja ke Maluku .Alhamdulillah saat itu juga muncul semangat ingin membuktikan bahwa Allah Yang Maha Melapangkan.
Tidak seorang pun teman-teman kuliah yang saya beritahu tentang perjuangan kuliah saya yang terasa berat.
Hanya ada seorang ukhti yang sering sekali saya meminjam uang.Semua uang hasil kerja jadi guide dan mengajar bila sudah terkumpul langsung saya gunakan untuk membayar uang semester.
***
Semua latar belakang inilah yang membuat saya sangat hati-hati untuk mengambil keputusan menikah .Allah melapangkan segalanya .
Hari itu sehabis mengikuti perkuliahan remedial ,entah mengapa ada sebuah gerak hati untuk mengecek email.Di kalangan teman-teman kampus sesama pengguna warnet,saya dijuluki " Ratu Chatting " karena saya memang yang paling sering nongol di warnet kampus Tamansari.Hahaha sebuah julukan yang saya sendiri tak sadar .
Saya duduk dan mulai membuka email .Ternyata ada dua email yang masuk.Satu dari Universitas di Belanda yang mengkomfirmasi bahwa mereka telah membaca essay saya sebagai calon penerima beasiswa karena latar belakang saya sebagai anak pengungsi dan email kedua dari brother Abdullah.
Saya membaca email pertama dari Utrecht ,Belanda bahwa mereka sungguh tertarik dengan essay yang saya tulis serta aktifitas harian saya sebagai social worker .Saya menulis alasan mengapa saya berhak mendapatkan beasiswa summer course .Mereka meminta saya melengkapi semua syarat berupa dokumen dan surat rekomendasi dari Universitas serta organisasi .
Sungguh saya bersyukur ,bahagia bahwa mimpi saya untuk merasakan pendidikan di Eropa akan segera terwujud.
Saya kemudian beralih ke email kedua yang akhirnya membuat saya berada dalam pilihan yang dilematis.
" Assalamualaikum warahmatulah
Dear sister
May Allah guide us .I already read your email but just now i have time to reply.I saw also your pictures .Its hard to explain ,May Allah guide you ,guide me and bring for you good husband .Ameen
I dont know why but i cant hide my feeling that i 'm really interesting to the sister in red hijab .Is she Eli ?
( Foto yang saya kirimkan saat itu saya memakai kerudung merah yang saya namai sebagai Eli .Dan Eli sebagai saya )
Its looks confuse .May Allah bless you sister .Its better to be honest .I make dua that Allah show for us the best .May Allah reward you for all of your good effort.
May Allah forgive me but how i propose you and i found my self so interisting to this sister ."
Maksud beliau sejak menerima email saya waktu itu beliau bingung karena sudah melamar saya tapi tertarik ke sister ( foto) Eli yang ternyata itu saya .
Itulah mengapa beliau tidak mengontak .Dan atas saran brother asal Palestina hasil curhat :D.Sebaiknya beliau jujur saja menyatakan pikiran dan perasaan supaya tidak terlanjur jauh .Ingin menikah dengan saya tapi tertarik dengan sister lain sungguh bukan tanda yang baik.Begitu kira-kira yang saya paham dari isi emailnya.
Dan saat itu juga saya balas email menjelaskan semua kesalahpahaman .Tidak berharap juga dilamar karena tahu diri .Inti dari email saya adalah menjelaskan status saya ,keluarga dan juga kuliah yang menjadi pikiran berat saya saat itu.Meminta maaf juga .Kalau diingat-ingat kalimat minta maafnya dramatis. Sudi kiranya beliau mau menerima permintaan maaf saya sebagai otak dari kekacauan ini :D.
***
Empat hari berlalu belum ada balasan.Pikir saya ya sudah wassalam .Jangan menaruh harap ,lebih baik fokus ke beasiswa yang ngurus dokumennya bisa buat pingsan.Berat sekali .Cek tes TOEFL yang biayanya nggak sedikit ,belum tentu juga ada kepastian lulus.Minta surat rekomendasi rektor ,emang siapa saya .Mahasiswi biasa yang tidak terlalu banyak prestasi mana bisa ketemu rektor palingan lewat asistennya .
Saya ingat dua kali ke kampus Setiabudi ,sok-sokan mau ketemu rektor .Pede bangat bakalan mulus jalannya .Mana bisa ketemu sebelum ada janji .Padahal saya sudah menelpon buat janji.Tapi seperti saya kata emang siapa saya .Mahasiswi biasa nggak penting-penting amat.
Selama dua kali itu saya ditolak ,padahal saya sudah datang dan menunggu .Hasilnya pak rektor lagi sibuk.Saya memaklumi .Kisah saya akan berbeda bila saya berhasil mendapatkan surat rektor .Allah Maha Mengetahui Yang Terbaik .Saat itu saya jadi mahasiswa sok sibuk .
Saya bahkan dengan percaya diri ke kantor imigrasi Bandung buat pasport .Dibantuin calo juga cuma pas saya bilang saya mahasiswi kere si bapak calo langsung pundungan (memundurkan diri ) :D Alhamdulillah jadi belajar juga tentang prosedur imigrasi.
Skenario Allah Yang Terbaik ,ternyata pasport yang saya buat ini jadi dokumen penting saat brother Abdullah mendaftarkan data diri saya sebagai calon istri dalam dokumen di kedutaan Indonesia di Warsawa saat hendak datang untuk menikah.
Waktu untuk melengkapi persyaratan dekat sekali.Surat rekomendasi dari organisasi sudah saya usahakan .Alhamdulillah dapat dari PMI ,berhubung saya adalah anggota KSR yang merupakan bagian dari PMI untuk mahasiswa .Saya juga menghubungi kenalan saya di organisasi sosial untuk anak jalanan yang terdaftar secara resmi untuk sekiranya berkenan membuat surat rekomendasi buat saya.Kalau istilah mahasiswa " perjuangan berdarah-darah " .
Saya berhasrat sekali dapat beasiswa summer course.Siang malam yang ada dalam pikiran itu beasiswa .Astaghfirullah
Bersambung.....
Langganan:
Komentar (Atom)
Berbagi Sampai Ke Negeri Sang Paulus , Polandia
Allah Ta’ala berfirman : “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adala...
-
Boneka Winnie The Pooh Mengkampanyekan Seksualitas Ganda dan Cara Berpakaian yang Tidak Layak ***** Anggota Dewan di Polandia telah m...
-
Allah Ta’ala berfirman : “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adala...