Pembahasan ini akhirnya terjadi juga .Abu Aisha punya langganan potong rambut selama tinggal di Haugesund .Langganannya adalah salah satu brother asal Kurdi yang memiliki salon ' Frisor ' .
![]() |
| Abu Aisha mengukur batas , mensyukuri kehidupan |
Brother ini baru kembali dari kampung halamannya setelah menikah dengan sister asal Suriah padahal dari keterangan sebelumnya beliau bilang sudah punya istri dan anak .Diskusi punya diskusi , Abu Aisha akhirnya mendapatkan titik terang bahwa brother ini diminta orang tuanya untuk kembali ke kampung halaman untuk pernikahan lebih tepatnya poligami.Suatu bakti yang luar biasa ! .Salut untuk keikhlasan sang istri !
Itulah mengapa beliau tidak terlihat di Haugesund hampir 3 bulan lamanya . Dari celoteh beliau juga saya kemudian tahu bahwa ternyata mahar gadis-gadis Suriah sebelum perang terbilang tinggi.Namun kini, banyak kisah pilu menyanyat hati.
Satu kalimat yang keluar dari brother ini adalah semoga banyak yang mau melakukan Poligami terutama menikahi sister -sister dari daerah perang . Sampai disini saya menelan ludah ( mahu dibawah kemana arah pembicaraan ini ) hihhihi curiga tingkat tinggi.
Akhirnya terlibatlah kami berdua dalam dialog penuh kehati-hatian ( hati-hati salah ucap bisa buat hati panas dingin ) :D
Abu Aisha : " Sepakat sekali kalau banyak brother yang berpikiran seperti itu ." Mulai menampakan semangat
Saya ( sambil mengernyitkan jidat ) : " Poligami maksudnya ? "
Pura-pura nggak ngerti padahal mah udah nangkap sinyal dengan memori 2 GB hahaha.
Abu Aisha : " Iya ,khan ini lagi kita diskusikan " Sambil senyum-senyum tumpul
Saya : " Poligami itu khan pilihan Bang .Niatnya juga harus benar-benar ... " dan seperti biasa serangkain argumentasi bla...bla ala debat angin
. " Emang Abang punya niat mau poligami ? " nanya tapi hati ketar -ketir
Abu Aisha : " Ainna , hukumnya dalam Al-Qur'an sudah jelas , tidak usah argumentasi panjang lebar " .Biasa ciri khas beliau yang to the point
Saya : " Ampyuun ,ogut khan hanya menyampaikan pendapat karena pada praktiknya banyak tuh yang tidak sesuai ." ^_^
Dalam hati mulai membara hihihi biasa sebagai perempuan tentu saya sensitif , tapi sebagai muslimah saya harus mengakui ucapan Abu Aisha .
Abu Aisha : " Karena sudah jelas hukumnya jadi tinggal tanya , punya kemampuan baik materi maupun non materi tidak ? . Kalau jelas tak mampu sudah seharusnya tidak perlu mengutarakan Kemahuan , apalagi sebut-sebut nama Kema****** . sensooor :P
Saya : " Berarti Abang tidak mampu khan ?
Abu Aisha : " Bukan tidak mampu tapi belum mampu ." Diikuti senyum lebar dan suara Hahahaha
Saya : Wkwkwkw * hati gelisah *
![]() |
| Seharusnya kita jernih memandang hukum syariat , karena Allah yang Maha Mengetahui kebutuhan makhlukNya |
Sekian cerita dari kota kecil Haugesund , Norwegia
Wassalam



waah, ini percakapan yang kadang muncul juga antara saya dan ayah Aisha,,sama sama ketar ketir nya :)
BalasHapus:D baru baca komen Bunda Aisyah .Iya pokoknya perasaan jujur ya sebagai perempuan kalau udah ngomong Poligami :).Semoga Allah Swt jaga rumah tangga kita dan bimbing kita .Amin
BalasHapus