Minggu, 24 Mei 2015

Pengungsi , Potret Kemanusiaan yang Berharap Dimanusiakan

Pengungsi , Potret Kemanusiaan yang Berharap Dimanusiakan 
Oleh : Raidah Athirah
*****
Seperti dalam tulisan saya sebelumnya tentang pengungsi Rohingya , tidak ada satu manusia pun yang ingin menjadi pengungsi .Konflik , perang dan bencana melahirkan potret-potret ini . 
Saya menyoroti ini mengenang latar bekakang selama berada di pengungsian .Pengungsi yang selamat menghadapi fase baru , berhadapan dengan orang-orang yang berkuasa .
Mengapa ? Saya telah cukup besar untuk mengingat perlakuan-perlakuan pejabat rakus , korup dan semena-mena terhadap pengungsi. Pengungsi diberikan beras raskin dan pejabat mengkomsumsi kenyamanan bantuan.Tak bisa saya tampik betapa banyak kebaikan dari masyarakat biasa.
Pengungsi adalah orang-orang lemah yang harus menelan semua pahit yang sudah tak bisa dihitung.Bantuan yang disunat , perlakuan kasar , dan air mata yang hanya bisa berdoa semoga keamanan hadir kembali agar derita ini menemukan muara , kembali dan hidup normal.
Itulah mengapa saya bersuara keras bahwa setidaknya siapapun belajar jadi manusia .Bila tak bisa membantu , kubur perkataan buruk Anda di dalam tanah agar hati-hati yang menderita ini ( pengungsi ) tidak semakin luka .



Berita tentang Sinabung mengingatkan saya tentang pejabat-pejabat yang kehilangan maruah .Pengungsi menelanjangi siapa manusia-manusia yang tidak punya hati dan rusak etika.



Tentu tidak semua pejabat seperti itu.Ada banyak yang dengan tulus ikhlas merangkul pengungsi .Hanya saja potret pejabat pongah tak boleh selalu muncul di media karena kemarahan ini akan meledak .Perbaiki sikap atau masyarakat yang akan bersikap .



Salut dan hormat untuk para relawan kemanusiaan .Yang merelakan kenyamanan ,keamanan hidupnya untuk mereka yang menanggung derita.Kebaikan itu yang selalu saya ingat dan menjadi prinsip dalam perjalanan hidup ditengah perbedaan .



Saya tidak sedang mengecam pemerintah .Saya menaruh hormat kepada pemimpin Indonesia tapi saya meminta agar luka dan perlakuan yang saya dan pengungsi lain alami di masa lalu tidak akan terulang .


Pengungsi hanya ingin dimanusiakan .Sekedar kata-kata yang baik sudah cukup menghilangkan susah .
Roda hidup terus berjalan .Kebaikan yang ditanam akan berbuah .Keburukan yang dibanggakan akan tercabik dan binasa karena begitulah hukum Yang Kuasa .


Bagi yang berkuasa ,ingatlah kuasamu hanyalah sementara .Bagi yang bahagia bersyukurlah kepada masa lapang yang merupakan karunia .Peran kita belajar memanusiakan manusia .
Raidah Athirah
Jablonna ,Polandia
Credit foto : tempo
Credit foto : tribunnews

Kamis, 21 Mei 2015

Aceh dan Rohingya , Simbol Revolusi Ukhuwah Islamiyah Abad ini

Aceh dan Rohingya ,Simbol Revolusi Ukhuwah Islamiyah Abad Ini


Oleh : Raidah Athirah


****


Orang-orang di dunia dikejutkan dengan sebuah tindakan heroik yang akan selalu dicatat oleh sejarah .Diingat oleh zaman dan dikenang oleh anak cucu peradaban .



Kebangkitan ukhuwah Islamiyah telah hadir. Memecah nasionalisme kebinatangan ketika hati batu hanya menghalau yang teraniaya .Menunjukkan kepada dunia bahwa ukhuwah ini tak ada sekat .Mereka yang berani bertindak atas ukhuwah yang tak perlu didengungkan tapi dibuktikan bahwa deritamu adalah kepiluanku saudaraku Rohingya 



Siapa orang-orang pemberani itu ? Yang meruntuhkan simbol kesombongan teritorial ? Siapa manusia -manusia berhati langit itu yang tak patuh pada kezaliman ? Siapa pejuang-pejuang kebenaran itu yang bergerak menunjukkan ukhuwah melawan arus perintah yang zalim ? Siapa sumbu ukhuwah yang membangkitkan ribuan hati relawan kemanusiaan ?
Selamat kepadamu wahai pemilik Rencong ' BA ' SIN ,MIM ,LAM ,HA ' !
Selamat kepadamu wahai putra -putri pemberani Iskandar Muda ! 
Selamat kepadamu wahai tanah rahim Cut Nyak Dien ! 
Selamat kepadamu wahai putra-putri pejuang Tuanku Tengku Umar !
Selamat kepadamu wahai putra -putri tanah ulama !
Tak ada yang menggerakkan mereka selain seruan takbir dan doa orang -orang lemah ,sekarat dan terombang ambing di laut tanpa harapan .
Inilah mereka saudara dari tanah para pejuang , yang melakukan revolusi ukhuwah tanpa ketakutan .Keberkahan dan kemuliaan lah untuk mereka di tanah Serambi Mekah ,Aceh .Kau adalah simbol revolusi ukhuwah yang bangkit melawan kekeringan moral zaman .
Tak ada yang menggerakkanmu selain seruan takbir dan doa orang -orang lemah ,sekarat dan terombang ambing di laut tanpa harapan.




Allah Tuhan Pemilik Langit dan Bumi menunjukkan kuasaNya dalam jejak-jejak pemberani nelayan Aceh .Keberkahan bagimu wahai saudara di tanah Serambi Mekkah .



Inilah saudara kita Rohingya yang terbuang. Yang ditekan . Yang terkatung-katung dalam derita tiada akhir tanpa tanah lahir , perlindungan dan masa depan .Yang jasadnya di laut menjadi saksi kemanusiaan yang pudar .Semoga Allah mengampuni atas kelemahan ukhuwah kita yang sekarat.


Inilah saudara kita Rohingya yang tangis dan teriakannya keluar dari mulut yang kehausan ,kelaparan, dan kesakitan .



Mereka yang diberi gelar manusia perahu ,pengungsi Myanmar ,imigran gelap adalah saudara kita yang lemah dan tertindas ,Rohingya.
Anak-anak kurus ,wanita tangguh dalam ujian kelaparan dan ibu penuh air mata mengiklaskan kematian di depan mata ,para lelaki yang sekarat ,simbol muhajirin abad ini .Mereka adalah kehormatan kita ,ukhuwah yang perlu pembuktian .


Dan saudaraku di tanah Serambi Mekah ,kau adalah simbol Anshar abad ini .Segala puji bagi Allah untuk inspirasi ini.Semoga anak turunanku diberi kesempatan bertaut rahim di tanah Aceh .
Mari bertakbir menyongsong lahirnya simbol revolusi ukhuwah Islamiyah abad ini ,Aceh dan Rohingya .
Allahu Akbar ! Allahu Akbar ! Allahu Akbar ! 
Jablonna ,Polandia

Senin, 04 Mei 2015

Surat Terbuka Untuk Penghuni dan Pemilik Kos di Seluruh Tanah Air , Indonesia

Yang saya hormati saudara/saudari penghuni kosan di seluruh Indonesia ,


Izinkan saya menyuarakan tangisan ini untuk adik , saudari setanah air Selvina Amelia yang meninggal di kamar kos bersama bayi yang baru dilahirkan tanpa ada yang tahu setelah hampir dua hari lamanya jasad terbujur kaku .


Saya merangkai kata-kata ini dengan airmata karena menahan piluh yang luar biasa setelah membaca berita terkait saudari Selvina Amelia yang darahnya bersama bayi yang masih penuh dengan ari-ari .Siapa yang bertanggung jawab ?


Siapa saya berani bercabar perihal moral ? Saya hanya seorang ibu rumah tangga dengan satu putri kecil yang kini dilanda ketakutan ketika menyadari betapa berat tanggung jawab dan fitnah di akhir zaman.


Saya menulis ,berharap suara piluh ini sampai ke adik -adik penghuni kosan yang tengah berjuang untuk masa depan di ruang-ruang kosan yang menyimpan banyak warna hidup di rantau .


Saya pernah remaja ,betapa gelora masa muda yang tidak mengenal Allah akan keluar jauh dan membawa keburukan luar biasa .Izinkan saya menasihatimu wahai saudara /saudari walau kita terpisah benua !

Saya paham bahwa kita lahir di zaman yang berbeda tapi saya tidak akan melupakan kewajiban untuk berdakwah kepada saudari /saudara .Bukan…,sungguh bukan supaya saya dibilang baik tapi semata-mata agar kelak dihadapan Allah saya berlepas diri ,agar azab atas dosa besar ini tidak ikut saya pikul.


Untuk saudara/saudari kosan yang Allah rahmati ,


Bila kau adalah seorang gadis ,jaga kuat harga dirimu .Jangan terbuai kata-kata manis laki-laki bejat yang mengobral kata cinta .Jaga kehormatanmu agar kelak seorang yang terhormat datang meminangmu dengan terhormat .


Gunakan waktumu untuk belajar ,kelak buah dari kesabaranmu akan kau tuai .Ingat cucuran keringat kedua orang tuamu yang dari siang dan malam banting tulang hanya satu harapan agar kelak kau menjadi perempuan terdidik yang sukses .Bila kau bekerja untuk membiayai kuliahmu dengan cara yang halal ,kau tidak sendiri .Teguhkan langkahmu ,saya dan ribuan gadis lainnya pernah menjalani langkah yang sama.


Dekat dengan orang -orang baik yang peduli dengan aktivitas yang bermanfaat .Tolak dengan keras rayuan pura-pura laki-laki brengsek .Mereka adalah pecundang ,kau adalah pemenang ,gadis mulia yang akan dipinang laki-laki baik yang bertanggung jawab .
Ingatlah Allah dan minta agar membimbing setiap langkahmu .


Bila kau adalah seorang pemuda ,kendalikan nafsu binatangmu .Jangan kau rusak anak perempuan orang dengan kelakuan syaitanmu .


Bertaubatlah dari menonton film kotor yang merusak akal dan pikiranmu .Ingat kehormatan kedua orangtuamu .Bila kau terlalu muda untuk menikah ,sibuk kan dirimu dengan kesibukan menuntut ilmu ,kelak bila kau sukses ,bukan saja orang tuamu yang akan bangga tapi cinta yang kau jaga akan kau raih dengan pahala .


Jangan dekati zina ! Pacaran adalah jalan syaitan.Jomblo bukanlah kehinaan .Itu jalan Allah mentarbiyahmu menjadi laki-laki mulia agar kelak perempuan yang kau cinta dan jaga kehormatan akan bersanding mulia bersamamu .
Jangan kau rusak nasab keturunanmu .Jadikan aturan Allah ini sebagai moto dalam langkahmu
وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.[QS. Al-Israa’ : 32]


Saya pernah muda ,pernah menjadi anak kos dengan segala kisah sedih dan juga bahagia .Pernah berhari-hari kelaparan di dalam kamar kos tanpa ada yang tahu ,disaat itu saya yakin doa adalah senjata paling ampuh .


Saya meminta Allah menjaga dari segala macam keburukan karena saya tahu bahwa jauh dari keluarga dan perut kelaparan untuk makanan dan kemewahan dapat mendorong kepada perbuatan keji .


Saya berjuang hidup di kota Bandung dengan menyaksikan berbagai realita hidup , dari kosan ke kosan saya mengajar privat ,dari pergaulan ke pergaulan saya tumbuh tapi menjaga kehormatan selalu saya pegang ,prinsip hidup yang saya tanam kuat dalam langkah.


Ini surat saya untukmu saudara/saudari.Cukuplah kisah sedih dan pilu Selvina menjadi cermin untuk kita semua .Bila semua orang berfikir itu bukan urusannya ,maka hari ini dan seterusnya tragedi pilu dan menyayat hati ini akan kita saksikan setiap hari .


Ibu/Bapak pemilik kosan yang saya hormati ,


Dengan segala hormat izinkan saya menuturkan lagi bahwa bisnis kos-kosan adalah bisnis tentang manusia .Ya ,kebanyakan penghuninya adalah manusia muda . Pergaulan ,gejolak masa muda dan ruang untuk menyalurkan energi besar itu telah ada sejak dulu dalam masyarakat ,akan tetapi kontrol dan nasihat menjadikan langkah kaki syaitan berhenti ketika ibu ,saudara ,abang ,tetangga ,ustadz ,guru dan semua elemen masyarakat mengambil tanggung jawab sosial untuk lebih peduli sebagai sesama manusia .


Fitnah dan keburukan telah masuk sampai ke ruang-ruang tidur dengan mudahnya akses terhadap film-film bejat ,buku-buku penggugah syahwat,artis-artis porno berbicara dengan bangga dengan siapa mereka berbuat mesum tepat di ruang publik ,belum lagi masyarakat yang mulai apatis dan tidak lagi sebagai kontrol atas pergaulan dan perilaku kebablasan generasi hari ini menjadikan potret sedih ini kian marak .


Saya tidak sedang menyalahkan Ibu /Bapak pemilik kos atas banyaknya kasus mahasiswa/mahasiswi yang meninggal di kamar kos tanpa seorang pun yang tahu.Sama sekali tidak ! Saya hanya ingin Ibu /Bapak tergugah untuk memahami kembali bahwa bisnis kos-kosan adalah bisnis tentang hidup manusia maka sudah sepantasnya Ibu /Bapak belajar memanusiakan manusia bukan selalu risau perihal tunggakan anak kos namun abai hanya untuk sekedar bertanya kabar.


Saya pernah menjadi anak kos yang merangkai hari-hari kurang lebih sembilan tahun lamanya di ruangan kos sebelum takdir Allah Swt memperjalankan kaki saya jauh menginjak tanah Eropa.


Saya berpindah dari satu kosan ke kosan yang lain .Saya paham perihnya kehidupan mahasiswa yang pas-pasan .Saya menyaksikan kehidupan borjuis sebagaian mahasiswa/mahasiswi yang berpunya .Saya pernah berhari-hari menahan lapar karena kekurangan uang .



Saya pernah merasakan kasih tulus Ibu kosan yang dengan ikhlas memasak makanan dan membagi-bagikan kepada anak kos .Saya tahu bagaimana malunya menunggak uang kos karena ekonomi keluarga yang prihatin . Saya sungguh malu berpapasan dengan pemilik kos karena tunggakan itu .Saya bersyukur bertemu dengan bapak kos yang sabar menasihati anak kosnya untuk pandai -pandai bergaul .Saya bersyukur kepada orang-orang yang gigih berjuang dengan lisan dan tulisan untuk mengajak kepada kebaikan . Semua sisi hidup yang selalu saya kenang .



Ibu/Bapak pemilik kos di seluruh Indonesia yang saya muliakan,


Pernahkah Ibu/Bapak berpikir tentang kehidupan mahasiswa/mahasiswi di luar daripada fokus terhadap pendapatan ?


Apakah Ibu /Bapak tak merasakan seumpama mereka adalah anak-anak kalian yang sedang merantau jauh di negeri orang untuk menuntut ilmu?


Apakah Ibu/Bapak mengenal sumber rezeki yang Allah titipkan di aliran bisnis kos-kosan yang Ibu dan Bapak jalani ?


Pernahkah Ibu/Bapak sedikit saja mengingat pelajar-pelajar itu sebagai anak manusia yang bisa juga punya masalah ? Bukan semata-mata menerima bayaran kosan dan habis perkara.


Pernahkah Ibu/Bapak mengajak berdiskusi atau sekedar bertanya bagaimana aktivitas mereka ?


Benarkah suara ,cerita atau bahkan keluhan bahwa hati masyarakat kita telah begitu kering empati ,rendah kesadaran dan mulai hirang rasa kemanusiaannya lantaran akalnya penuh dengan uang ,benarkah kita telah menjadi money oriented society ?


Saya tak percaya ! Bukankah masih ada Ibu dan Bapak kos yang dengan sabar menjaga anak-anak kos mereka agar tidak terjatuh dalam maksiat besar akhir zaman ? Peraturan, obrolan ,nasihat ,kebaikan -kebaikan kecil akan selalu dikenang dalam perjalanan hidup setiap anak kos begitulah yang saya rasakan .Kisah perzinahan ,aborsi serta pembunuhan serta kematian di kamar kos yang tidak diketahui menjadi bukti bahwa ada ruh kebaikan yang mulai pudar dari bisnis kos-kosan ini .


Berita Selvina adalah satu cerita tragis dari sekian kisah remaja yang lepas dalam kontrol pergaulan .Bahkan pemilik kos pung tak tahu .


Ibu/Bapak Pemilik Kos yang saya hormati ,

Saatnya Anda mengevaluasi lagi bisnis tempat tinggal manusia .Bukankah berkahnya bisnis bukan semata banyaknya pendapatan ? Apalah arti pendapatan tiap bulan berjuta-juta namun tempat tinggal menjadi ladang keburukan ,menjadi pintu terjadinya dosa-dosa besar 


Dari negeri Sang Paulus saya menyuarakan keprihatinan saya atas semakin keringnya empati ,semakin apatisnya mengajak beramar maruf nahi mungkar ( mengajak kepada kebaikan dan sama-sama mencegah kemungkaran ) .Jangan khawatirkan kerugian karena keberkahan berlipat sudah menanti .


Semoga potret pilu almarhum Selvina dan bayinya adalah potret yang akan selalu mengingatkan kita untuk beramar maruf sebelum datang azab Allah yang bukan saja menimpa orang-orang yang berbuat kerusakan tetapi juga orang-orang yang apatis ( diam ) , masa bodoh dengan masyarakat .


Mari bergerak beramar maruf ,cegah keburukan walau kita dihina dan dicaci !.Mari peduli generasi ,peduli pergaulan!




Jablonna , Polandia 

Rabu, 15 April 2015

Belajar Menghargai Hak dari Struk Belanja

Belajar Menghargai Hak dari Struk Belanja
Oleh : Raidah Athirah


*****
Bermuamalah dalam Islam memiliki batas dan aturan agar setiap orang terjaga haknya .Salah satu kegiatan muamalah yang sering kita lakukan yakni berbelanja.
Dulu ,pasar tradisional yang selalu semarak .Kini setelah hadir minimarket yang ditata rapi dan menarik, masyarakat mulai berpindah ke gerai minimarket yang katanya modern dan bersih.Tidak ada lagi hiruk -pikuk tawar menawar .Keluhan becek dan kotor hilang ,betulkah gerai minimarket benar-benar bersih ?
Sudah hal yang umum terdengar di masyarakat bila ada kelebihan rupiah yang tertinggal maupun kesalahan kasir sehabis berbelanja ,suara yang biasa sampai ditelinga kebanyakan seperti ini ,
" cuma dua ratus rupiah tho ? ,ikhlasin aja ,nggak bakalan bangkrut ataupun naik haji khan ? 
Apakah Anda pernah mengalami hal ini ? Rata-rata ibu -ibu memang lebih jeli dan sigap memandang struk belanja .Dengan kata lain lebih cerewet .
Kata-kata diatas sepintas bijak tetapi sebenarnya Anda telah membiarkan hak Anda dicurangi .Bila dalam hal kecil Anda tidak berani berdiri dan hanya menerima dengan pasrah ,maka sistem yang curang akan menggilas Anda. 
Keliatannya ini perkara sepele tapi bila pencurian ( penipuan ) yang biasa terjadi di minimarket ini dibiarkan ,maka secara otomatis masyarakat dididik untuk apatis,merasa kalah ,ogah berjuang mengajarkan kejujuran .Apalagi kasus tipu-tipu dimana-mana .
Sebagai Muslim tanggung jawab kita mengingatkan dengan cara yang baik ( salut sama emak -emak cerewet yang selalu mengecek struk belanja ) .Ini maksudnya bukan mengajarkan bersifat kikir terhadap beberapa rupiah tapi mengenai hak kita yang dicuri dan kita mengetahui secara terang-terangan dan membiarkan .
Bila yang melalukan kecurangan ini adalah Muslim maka pasti hilang berkahnya .Bila yang melakukan bukan Muslim cepat atau lambat bau kecurangan ( fraud ) akan menggulung bisnis ini .Cepat atau lambat orang akan menyadari kecurangan karena keuntungan yang didapat dengan cara menipu .
Sikap kita sebagai Muslim adalah berdiri dan meminta kejelasan mengenai dua tiga keping rupiah yang dicuri secara sistematis .

Suara -suara yang kadang menjebak kita dalam pikiran dilematis ;
1.Biarin aja cuma beberapa rupiah !
2.Pelit amat jadi orang !
3.Cerewet bangat jadi orang ,dua ratus rupiah emang bisa beli apa ?
4.Kikir bangat ,mau naik haji ya Bu ?
Coba bayangkan bila minimarket itu punya ratusan gerai atau bahkan ribuan dan dikalikan dengan jutaan pelanggan .Angka yang muncul bisa buat Anda pingsan .Miliaran rupiah yang dalam angka ini ada hak anda yang diambil /dicurangi .Anda tahu tapi membiarkan ,bukankah ini membiarkan kejahatan /fraud ? 
Kecurangan seperti ini bukan dominasi negara -negara berkembang .Polandia dan Norwegia yang merupakan negara Eropa yang maju kasus fraud / kecurangan yang dilakukan kasir ini juga ada.
*****
Mari saya ceritakan pengalaman kami saat berbelanja .Mertua saya yang selalu mengingatkan bahwa sebelum meninggalkan meja kasir pastikan semua belanjaan dan harga sesuai struk ( bahasa Polandia : paragon ) karena beliau sudah berpengalaman mendapati kasus seperti ini sehabis shopping di Warsawa.
Saya termasuk orang yang apatis awalnya padahal latar belakang pendidikan saya adalah akuntansi .Pikiran saya , " toh hanya 1 zloty ,biarin ajalah ! 
Dan kejadian itu pun datang pada kami saat berbelanja dekat salah satu minimarket di Jablonna ,Polandia.Abu Aisha mungkin karena sudah terbiasa mengecek struk belanja,dengan cepat struk itu sudah ada ditangan beliau .Beliau langsung mengecek barang belanjaan dan mencocokkan dengan struk .Ternyata ada satu item harga yang tidak sesuai ,maka beliau menuju kasir dan meminta kejelasan .
Setelah bincang-bincang diketahui ternyata Abu Aisha salah memilih item yang bukan dalam harga promosi ,jadi harga yang ada di struk adalah harga normal.
Dilain kesempatan kesalahan ada pada kasir .Ada satu item yang dihitung dua kali .Abu Aisha langsung mengkomfirmasi dan kasir meminta maaf dan mengembalikan kelebihan beberapa zloty yang merupakan murni salah input data .
Saya mungkin sudah terbiasa di tanah air berperilaku apatis sehabis berbelanja di gerai minimarket yang menjamur dimana -mana ,menghadapi hal semacam ini saya merasa buang -buang waktu .
" Bang ,biarin ajalah hanya 1zloty kok sampai alot bangat percakapannya ."
Awal percakapan kami menuju apartemen yang kalimat pembuka khas ' orang merasa baik ' dan Abu Aisha ' orang cerewet ' .
" Memang hanya satu zloty tapi itu hak kita yang diambil tanpa sepengetahuan kita .Alhamdulillah bila itu hanya kesalahan data komputer ,kalau disengaja ? 
" Memang di negara semaju Polandia ini ada yang sengaja berbuat curang ,Bang ? 
" Dimana -mana kecurangan itu ada ,namanya hidup orang berpkir tentang keuntungan .Ada sebagian orang mengambil keuntungan dengan cara kotor ,menipu .Bila pelanggan diam dan tidak bereaksi maka cara menipu ini akan terus eksis .
Saya pun manggut-manggut .Ceramah Abu Aisha pun berlanjut bahwa sebagai Muslim tidak boleh kita bersikap apatis karena sikap ini adalah selemah -lemahnya iman.
" Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman.’.” (HR. Muslim)
Orang yang baik atau sholeh tak bisa hanya sendiri ,kita hidup di masyarakat dimana interaksi muamalah ini saling berpengaruh satu sama lain .Seumpama kita yang telah berpakaian rapi ,bersih namun berjalan tanpa sendal bisa dipastikan kaki ( pondasi ) akan kotor .
Muamalah yang berkah harus ada kejujuran kedua belah pihak .Tak cukup hanya kita seorang yang jujur ,orang lain pun harus jujur .Bila kita mengetahui ada ketidak jujuran ,kewajiban kita mengingatkan bukan membiarkan .
Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ 
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur)." [At-Taubah/9: 119]
Mulai sekarang belajarlah menghargai hak Anda dengan mengecek struk belanja .Satu rupiah yang diambil tanpa keridhoan Anda adalah bentuk kezholiman .Berdiri dan tanyakan agar kita selalu bersama dalam keberkahan .
Raidah Athirah
Jablonna,Polandia

Rabu, 25 Maret 2015

Ras Syukur dan Cemburu di Sosial Media

Rasa Syukur dan Cemburu di Sosial Media 


Oleh : Raidah Athirah


****
Tak bisa dipungkiri masuknya era sosial media membawa dampak yang luar biasa kepada hati manusia .
Sudah hukum alam sejak berabad-abad lalu hati manusia kadang dilanda cemburu .Bahkan sejak nabi Adam alaihi salam diciptakan ,kecemburuan itu telah hadir yang diprakarsai oleh syaitan.


Di era digital kecemburuan itu hadir dan semakin terbuka manakala beraneka macam tingkah pola manusia muncul dalam genggaman namun tak bisa kita miliki . Bila tak meletakkan pondasi keyakinan bahwa semua rezeki makhluk telah tertulis niscaya hati kita dilanda gelisah.Kita lupa bahwa itu adalah strategi syaitan yang disematkan pada kata " cemburu " .Akhir dari ini kemudian mengendap menjadi iri hati yang amat sangat .

Ya saudara ....Tak ada gunanya iri .Apa yang sudah dituliskan Allah Subhana wa Ta 'ala kepada kita tak akan bisa diambil orang lain.


Tugas kita adalah berikhitiar sebaik mungkin dan kemudian memasrahkan diri kepada Allah ,Tuhan Yang Maha Merajai .


يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ
“Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah Pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan bumi?” (QS. Fathir: 3)

Hal ini yang kadang kita lupakan .Hari-hari kita gelisah .Galau tak henti-henti .Betapa beruntungnya Mbak Raidah ! Pengen bangat hidup kayak dia ! Pengen jadi ibu rumah tangga ! Wah hebat ya jadi penulis ! Keren ya punya suami bule ! Dan segudang pernyataan yang melahirkan pengandaian .
Kita lupa tentang hari -hari perjuangan yang orang -orang sukses lalui .Kita tak paham bahwa orang-orang besar lahir dengan sebuah jalan asahan yang kadang berliku .Kita belum paham bahwa orang -orang sholeh itu menghabiskan hari penuh amal sholeh di luar dari kebanyakan manusia.
Saat membaca kisah romantis sebuah pasangan ,kita cemburu .Perasaan membandingkan mulai hadir .Saat melihat foto teman yang sedang berlibur ,kita cemburu .Saat memandang foto orang-orang yang selalu tersenyum ,kita cemburu .Memandang beraneka ragam masakan ,kita mencibir .Seperti sesak yang tiada henti.Bahagia tak ada karena hati kita sibuk memikirkan kehidupan orang lain .Untuk apa ? 
Kapan hati kita tenang ? Hanya ada satu jalan , bersyukur .Itu saja ! Kecemburuan yang diperbolehkan adalah kecemburuan kepada kebaikan . Saya dan Abu Aisha sering berdiskusi bahwa benar hati kami kadang diliputi cemburu manakala ada saudara yang membutuhkan pertolongan namun langkah kami terbatas .Kami cemburu kepada saudara yang dengan tulus ikhlas semata karena Allah begitu dekat dengan anak yatim.
Abu Aisha sering berkata bahwa beliau begitu cemburu kepada saudara yang dekat rumahnya dengan masjid .Bagaimana tidak , untuk shalat jamaah saja beliau harus berjuang menyetir di musim dingin .Belum lagi bila tak ada waktu libur , beliau hanya bisa shalat di waktu-waktu istirahat karena pekerjaan fisik yang berat dan kondisi tempat kerja yang tak memungkinkan.
Saat beliau berkata seperti itu saya jadi semakin merindukan tanah air .Betapa sebuah karunia terlahir dan besar di rahim ibu pertiwi .Rasa syukur itu yang kami pelajari .Setiap rumah punya cerita masing-masing.Mustahil isi rumah selalu ada tawa , sudah merupakan ketetapan bahwa ada masanya turun hujan ,dan pasti datang panas mentari .
Saya berterimah kasih kepada sebagian orang yang membagikan kisah mereka ,yang dengan itu saya bersyukur betapa Allah Maha Adil .Hanya saja terkadang kita belum sampai pada hikmah hidup karena terlalu banyak kecemburuan yang tidak pantas .
Itulah mengapa saya mendidik hati ketika mulai bergaul di sosial media .Melihat kebahagian teman ,secepat mungkin saya mengucap doa "Allahumma Barik Lahu ,Allahumma Barik Lakum ,BarakAllahu fiik " 


Mengapa harus berdoa ? Agar syaitan tak sampai membisik cemburu yang berujung iri yang kuat .
Doa dan rasa syukur adalah dua kunci penting ketika kita mulai berada di kehidupan sosial media .Mendoakan saudara kita .Apa yang orang lain perbuat diluar kendali kita .Apa yang ada dalam diri kita adalah kuasa kita yang nantinya akan kita pertanggung jawabkan di hadapan Allah .
Perjalanan ini terlalu singkat hanya untuk mengutuk dan meratapi nikmat yang tak bisa kita raih.Terlalu banyak nikmat yang sering kali dilupakan .Kesehatan ,keluarga ,tetangga yang baik ,lingkungan yang bersih dan nikmat yang utama adalah Iman dan Islam .
Bila hati kita tak sanggup membendung arus godaan sosial media ,ambillah jarak barang sebentar .Tanyakan kembali ke relung hati yang terdalam .Mengapa saya berada disini ? Untuk apa ? Bila tak ada Allah dalam hati , perlu kita mencerca diri kita .Tanyakan kembali , setiap waktu dan kesempatan yang Allah karuniakan ,bagaimana nanti dipertanggung jawabkan ?
Tanamkan dalam-dalam .Yang terdalam , kuat sampai menancap dalam keyakinan dan berbuah dalam laku bahwa perjalanan kehidupan adalah jembatan .Tujuan yang hakiki adalah keridhoan Allah semata.Lantas , untuk apa cemburu ? 
Renungkan lagi ! Yakin bahwa rezeki tak akan tertukar karena ada Allah, Tuhan Yang Maha Adil , Dia Rabb Yang Maha Cermat .
“Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Fathir: 2). 
Raidah Athirah
Haugesund, Norwegia

Minggu, 01 Maret 2015

Homeless ( Gelandangan ) , Bagaimana Rupa Mereka di Eropa

Homeless ( Gelandangan ) ,Bagaimana Rupa Mereka di  Eropa ?

Oleh : Raidah Athirah

****

Homeless atau biasa kita sebut gelandangan bukan saja identik dengan kehidupan di negara-negara  Asia .Di berbagai belahan dunia rupa para gelandangan selalu  ada.

Ini sisi hidup yang sering kita lupakan bahwasanya dimanapun , kehidupan adalah sebuah perjuangan .Semaju apapun Eropa pasti  ada  rupa ini (homeless)  termasuk Norwegia.

Pernah  ada yang bertanya  kalau di negara-negara maju seperti Eropa , bagaimana kehidupan para homeless ini ?

Haruslah kita tahu bersama bahwa kehidupan di luar negeri terutama untuk tempat tinggal sangat mahal .Orang-orang yang kehilangan pekerjaan atau yang datang secara ilegal berpotensi menjadi homeless .

****

Bagaimana rupa mereka ?

Selama tinggal di Polandia kami  sering sekali ke ibukota ,Warsawa.Disitu  saya suka memperhatikan orang-orang yang tinggal di bawah jembatan di pusat kota ( centrum ) .

Penampilan seringkali bisa menipu ,apalagi bagi pendatang seperti saya yang belum tahu situasi dan kebiasaan masyarakat setempat.Lalu bagaimana dengan Norwegia ? Tidak jauh berbeda .Di Norwegia bahkan saya sama sekali tidak bisa membedakan mana homeless dan tidak .Mungkin karena kami tinggal di kota kecil .

Abu Aisha cerita bahwa di Norwegia sulit menemukan homeless tapi mereka ada .Sewaktu beliau ke Oslo pernah menyaksikan sendiri seorang bapak berjas  dan berdasi layaknya pekerja kantoran lengkap dengan kopernya keluar dari tenda kecil di pinggir stasiun.Mana ada pekerja kantoran bermalam di tenda ?

Saat musim dingin penampilan mereka justru semakin sulit untuk  dikenali .Tahun 2010-2011 suhu ekstrim musim dingin pernah melanda Polandia  dan tetangganya Ukraina yang banyak memakan korban terutama para homeless .

Kami yang tinggal di rumah susun alias apartemen sudah sangat kedinginan apalagi yang tidak memiliki tempat tinggal .Kehidupan musim dingin punya tantangan tersendiri .Itulah mengapa banyak yang meninggal ketika suhu dingin mencapai titik ekstrim .Kebanyakan dari mereka adalah para gelandangan /homeless.

 Bila musim panas tiba jumlah homeless semakin bertambah .Hal ini membuat  polisi dan dewan kota sibuk untuk mengatur mereka .Bukan saja gelandangan ,peminta -minta pun bertambah .

Rupa mereka bagaimana ?  Awal saya di Polandia dan pertama kali ke Warsawa saya takjub sekali dengan penampilan mereka .Apalagi yang seniman jalanan kalau di Indonesia mungkin sudah jadi artis atau dikejar-kejar bule hunter :D .

Cakep ,jaketnya keren dan merokok .Ingat  harga rokok di Polandia juga mahal .Sulit membedakan mana gelandangan dan tidak .

Kami pernah duduk di taman di Warsawa waktu awal musim panas , saya perhatikan justru banyak turis yang memotret para gelandangan ini .Mungkin para turis itu sama takjubnya dengan saya :D

Justru  penampilan yang bukan gelandangan terlihat biasa saja .Celana jeans dan tas punggung kecuali para pekerja perbankan dan hukum yang memang rapi sekali dengan dasinya .Kalau semua berbaur di transportasi publik seperti bus ,tram ,subway maka semakin sulit membedakan rupa para gelandangan dan bukan .

Sewaktu hamil Aisha tepatnya di bulan ketujuh kalau saya tidak salah ingat ,kami singgah di salah satu mall di Warsawa saat turun dari mobil saya sibuk muntah -muntah .Abu Aisha saya minta masuk saja sendiri ke toko bayi .Saat itu mata saya menyaksikan sendiri ada bapak berpenampilan rapi mengais-ngais  tong sampah .Alhamdulillah saya jadi tertegun, bersyukur bahwa kehidupan kami jauh lebih beruntung .

Si bapak melewati saya ,Alhamdulillah saat itu ada uang kertas zloty di tas kecil saya berikan kepada beliau  waktu lihat beliau naruh roti -roti sisa di tas kresek.

Waktu Abu Aisha keluar dari toko lihat saya nangis disangkanya karena muntah -muntah .Saya sampai langsung cium tangan suami bahwa walaupun sulit tapi saya tidak sampai hidup kekurangan di negeri ini .

****

Beberapa hari kemarin tanpa sengaja kami berpapasan dengan perempuan tua yang kumuh sekali tapi bukan pengemis . Beberapa tas kresek ada di kanan kiri.Ini pertama kali saya lihat pemandangan macam ini di Haugesund . Kalau di Jablonna sudah sering nenek tua mencel bel apartemen.

Lantaran ini saya berdiskusi dengan Abu Aisha yang memang sudah cukup lama merantau di Norwegia. Imej tentang Norwegia bagi saya selalu yang bagus-bagus . Sampai saat ini pun tetap sama dalam hal kesejahteraan penduduk makanya penasaran juga tentang kehidupan homeless disini.

Norwegia identik sebagai salah satu negara dengan penduduk paling bahagia , Global Peace Index tertinggi, negara dengan Human Development Index tertinggi , belum lagi negara dengan kategori paling nyaman untuk ibu dan anak .Dan satu hal yang sering didiskusikan yakni Global Gender Inequality , Norwegia masih memegang posisi sebagai negara untuk kesetaraan gender terbaik serta yang paling membuat diri bercermin Norwegia merupakan salah satu negara dengan tingkat korupsi terendah dari berdasarkan  Corruption Perception  Index. Mungkin ini membuat saya iri kuadrat , kapan tanah air saya bisa mendapkat persepsi ini juga ? -_-

Kata Abu Aisha jarang menemukan produsen berbohong kepada konsumen .Ini karena beliau sendiri yang pernah mengalami order barang secara online dan ternyata ada yang rusak , langsung dikembalikan dan ternyata dikirim ulang produk yang baru dan sesuai .

Bicara fasilitas , jempol buat Norwegia . Standar pelayanan jangan ditanya . Saat buat kartu izin tinggal , saya nggak nyangka datang ke kantor polisi , masukin berkas-berkas , ambil foto dengan mesin beberapa menit langsung selesai . Terima kartunya di rumah dikirim lewat kantor pos .

Anda pasti sudah pernah baca mengenai tunjangan sosial bagi yang tidak bekerja serta tunjangan anak dan lainnya yang suka bikin iri .Atau jatah cuti melahirkan untuk ibu dan ayah ( nggak melahirkan ya tapi berperan serta merawat bayi :D ) .Semua hal ini sudah menjadi standar bagi rakyat Norwegia termasuk kami yang merantau disini.

Saya jadi bertanya-tanya seperti apa batas garis kemiskinan di tanah Viking ini ?

Perlu kita tahu bahwa disini orang yang bekerja dengan penghasilan rendah  kategorinya sedikit karena peraturan mengenai upah minimum sangat ketat .Hal inilah yang menjadi alasan kuat mengapa banyak pekerja asal Polandia bekerja disini termasuk suami.

Sedangkan orang-orang yang datang dan kerja secara ilegal tanpa surat-surat resmi yang banyak mengalami ini , upah yang kecil dan tentu saja mereka tidak membayar pajak .


Satu hal perlu kita pahami bahwa Pajak dan Biaya Hidup  di Norwegia sangat tinggi bahasa lain dari   Sangat Mahal .

Kondisi-kondisi ini tak ayal melahirkan para homeless.Bayangkan saja untuk biaya sewa flat standar separuh gaji hilang , belum lagi hitung-hitungan pajak , harga makanan yang cukup mahal.Orang-orang yang upahnya rendah atau sama sekali tidak berpenghasilan yang berpotensi menjadi homeless.Alhamdulillah kami tidak sampai jadi homeless disini :D

Kebanyakan  kategori miskin  ini ditemui pada keluarga  dengan anak yang masih kecil-kecil , single parent ( ibu atau bapak saja ) , keluarga imigran , penerima bantuan sosial ( kami juga masuk kategori ini sewaktu Abu Aisha kehilangan pekerjaan , dan penerima bantuan jaminan sosial ( para disable ,pengangguran dan para pecandu alkohol )

Demikian saudara rupa homeless di Eropa dalam hal ini Polandia dan Norwegia ,dua negara tempat saya merantau .

Jangan bayangkan hidup enak seperti turis yang hanya jalan-jalan .Patutlah kita bersyukur pada apa yang kita miliki .Semakin kita bersyukur semakin kita belajar melihat hidup dengan jernih

Raidah Athirah

Haugesund,Norwegia

Senin, 23 Februari 2015

Belajar Menulis Bisa Dimana Saja

Belajar Menulis Bisa Dimana Saja

Oleh : Raidah Athirah

***

Ada beberapa sahabat yang menginbox saya perihal kiat-kiat menulis .Disitu kadang saya merasa bingung :D .Bingung menjelaskannya .

Satu hal yang saya tekankan adalah sebelum menulis kita harus banyak membaca .Membaca buku maupun membaca lingkungan ( empati terhadap sosial) .Saya pikir hampir sebagian penulis senior punya buku favorite .

Menulis tak jauh berbeda dengan bercerita.Ketika kita bercerita kepada sahabat ,teman tentu berbeda kita berbicara secara formal .Tapi menulis bisa menggabungkan kedua hal tersebut .

Apakah belajar menulis harus mengeluarkan uang ? Tidak juga .Ada banyak tulisan -tulisan yang tersebar di internet yang bisa jadi bahan belajar .Selebihnya keberanian kita menulis .Jujur dalam menggunakan kata -kata .Walau kata-kata begitu bagus namun pembaca tak paham ,dimana letak keberhasilan penulis ?

Jangan membandingkan tulisan kita dengan yang lain ,kalau ada kritik terima.Prinsip yang ditanamkan dalam diri adalah mau belajar.

Satu hal yang saya jadikan prinsip dalam menulis adalah  dakwah .Sebagai muslimah kewajiban berdakwah tetap menjadi cita-cita sehingga setiap tulisan, saya niatkan sebagai  nasihat untuk diri dan juga yang membaca.

Pepatah yang mengatakan bahwa ujung pena lebih tajam daripada senapan harus menjadi nasihat bahwa bila tulisan kita tersebar dan menjadi inspirasi kebaikan ,maka itu sesungguhnya keberhasilan seorang penulis .

Kita bisa bercermin dari tulisan Buya Hamka ,Pramudya Ananta Toer dan beberapa penulis legendaris Indonesia walau mereka telah tiada tulisan mereka tetap hidup di hati para pembaca.

Menulis dan ingin populer tak mengapa .Tapi ini cita-cita jangka pendek .Muslim /Muslimah haruslah visioner .

Lalu bagaimana mensiasati waktu sebagai ibu rumah tangga yang sok sibuk ? :D  Disiplin dan konsisten .Kalau nggak punya sikap ini penyakit tulisan nggak kelar-kelar bakalan jadi penyakit kronis :D

Demikian sedikit sharing dari saya ibu rumah tangga yang suka menulis :D

#TipsWriting
#IbuRumahTangga
#Berdakwah

Minggu, 22 Februari 2015

Hidup di Luar Negeri ,Benarkah Bahagia ?

Hidup di Luar Negeri ,Benarkah Bahagia ?

Oleh : Raidah Athirah​

***

Beberapa kenalan sering bertanya kepada saya perihal kehidupan di luar negeri .Ada pula yang langsung memberi pernyataan bahwa betapa enaknya hidup di luar negeri .Disitu saya kadang merasa heran :D.

Well ,dimana -dimana hidup punya tantangan masing-masing .Hal yang paling penting di tanamkan dalam hati adalah rasa syukur.Dan yang harus dihilangkan dari hati adalah sifat membandingkan kehidupan kita dengan orang lain.

Kehidupan di luar negeri memang memiliki kelebihan dalam sistem yang teratur,fasilitas yang bagus ,dan semua sisi hidup serba menggunakan teknologi, dan tak kalah nyaman yakni masalah kebersihan.

Tapi ada  hal -hal yang tidak bisa tergantikan yakni keramahan dan gotong royong .Keramahan yang biasa kita temui di Indonesia tidak mudah kita temukan disini ,selain itu kebanyakan hidup di luar negeri tidak mengenal basa-basi .Disitu kadang saya merasa rindu tinggal di Indonesia.

Karena tak mengenal gotong royong atau dalam bahasa yang lebih sempit ukhuwah maka hidup cenderung bersifat mandiri yang lambat laun melahirkan sifat menyendiri ( tertutup ) walau tidak semua pribadi begitu tapi memang kehidupan yang didasarkan hanya pada materi dan kemajuan mengikis juga rasa

Selasa, 17 Februari 2015

Teroris Asusila

Teroris Asusila 

Oleh : Raidah Athirah

****
Beberapa bulan belakangan ini banyak kasus yang bertebaran di beranda berisi berita dari tanah air tentang kasus -kasus asusila .Mulai dari anak SD yang terang-terangan curhat tentang pacaran,buku yang memprovokasi untuk berbuat zina sampai berita mahasiswi yang menjadi ayam kampus.

Potret dari dekadensi moral ini bukan hasil dari budaya yang baru muncul melainkan adanya rentetan teror terhadap norma-norma sosial .

Hadirnya beragam gadget yang cukup terjangkau untuk semua kalangan tak ayal membawa pengaruh terhadap tata pergaulan .Salah satu hal paling revolusioner adalah keterbukaan semua sisi hidup di sosial media . 

Hiburan dari TV yang massif menjadi konsumsi setiap waktu bagi anak-anak sudah menjadi teror diam-diam yang mengubah perilaku sosial.Video-video yang tersebar tentang kekerasan pada anak-anak sekolah tak lain adalah buah dari apa yang menjadi tontonan sehari -hari. 

Pernah tanpa sengaja Abu Aisha membuka salah satu link film kartun untuk Aisha dari TV online Norwegia ,saat itu pula langsung dimatikan .Bagaimana mungkin anak-anak kecil dalam dialognya sudah mencontohkan bunuh diri.Bahkan rinci sekali dalam memperagakan .
Bisakah Anda bayangkan ! Itulah mengapa sudah sepantasnya kita bersyukur kepada orang-orang yang berdakwah ,yang menasihatkan kepada kebaikan .Yang dengan sabar mengajari generasi kita mengenal Islam 
Alhamdulillah kami akhirnya sepakat untuk tidak memiliki TV dan sama sekali tidak membiarkan Aisha menonton .Awalnya cukup berat karena ini merupakan hiburan satu-satunya bila udara di luar tak bersahabat.
Tapi dampak menonton ini justru lebih berat dan merusak.Responnya terhadap kami lambat.Fokus indranya hanya pada kartun yang ia nonton .Interaksi sosial kaku.Saat diajak bicara ia tak menoleh .Hampir satu bulan sampai ia benar-benar kembali normal.
Anda bisa baca link dari orangtua yang total melarang TV di dalam rumah .
Bayi ,anak-anak menangis itu reaksi yang normal .Tapi itu hanya awal.Prinsip kami biar saja ia menangis daripada kami yang akan menangis kelak di akhirat karena penyesalan.Bukankah anak adalah amanah ? 
Saya dan suami pernah duduk dan kemudian mengavaluasi bahwa ide untuk membiarkan putri kami menonton TV untuk hiburan adalah ide yang sangat buruk yang menjadi rentetan teror terhadap perilakunya .
Alhamdulillah atas pertolongan Allah ,kami pegang komitmen itu bersama-sama dan kami sosialisakan pula kepada kedua orang tua di Polandia.
Benar adanya bahwa tugas menjadi orang tua adalah sebuah proses belajar sepanjang masa .
***
Gejolak hidup senantiasa datang.Fitnah zaman kian marak .Teror dimana-mana.Bukan hanya teror dalam sisi keamanan ,melainkan teror yang paling halus dan mengerikan adalah teror terhadap norma sosial . Selama ini yang melekat dalam benak kita kata " teror" selalu merujuk kepada kekerasan fisik .Padahal definisi sederhana tentang teror bisa kita pahami bersama.Menurut KBBI ;
teror : usaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan; 
Jelas adanya bahwa usaha ini tentu memiliki dalang .Sematan untuk dalang ini kita sebut sebagai " teroris asusila " bila .Teroris ini hadir dalam bingkai buku ,hiburan TV yang memprovokasi syahwat dan berbagai macam tampilan berupa kata-kata buruk yang didapat dari film rubbish Amerika yang hampir berhasil menabrak nilai -nilai yang bangsa kita miliki.
Amati berapa banyak generasi terutama anak-anak yang dengan ringan mengucap kata " F***k " hanya karena merasa keren .Memperagakan jari tengah sebagai bentuk pelecehan dengan begitu bangga .Bagaimana potret generasi ini bisa lahir ? 
Ah ! Jangan sok jadi polisi moral .Sekali lagi saya uraikan kepada Anda bahwa Barat hari ini tengah mengalami krisis sosial akibat dari budaya yang mengagungkan hawa nafsu .Buktinya sampai usia untuk melakukan hubungan intim pun mulai diatur yakni bila telah berumur 15 tahun bahkan ada yang menetapkan 16 tahun seperti Norwegia.
Atau Anda mungkin sering dengar pernyatan yang sungguh apatis " Tiap hari kok ngurus selangkangan ,orang Barat udah sampai ke bulan ,kita masih membahas aturan selangkangan " .Kalimat-kalimat apatis yang menyebar di masyarakat yang secara tidak langsung menunjukkan sebagian generasi kita mulai merasa bahwa memegang teguh nilai-nilai Islam adalah sikap yang kolot .Anti kemajuan .
Kemajuan ini adalah kemajuan yang parsial .Sungguh hidayah Allah jua orang-orang Barat terutama Eropa menyadari bahwa jalan hidup Islam yang membawa keselamatan setelah menyaksikan kerusakan akibat kekacauan sosial.
Sungguh suatu kebahagian menyaksikan lahirnya para sineas ,penulis ,jurnalis pekerja seni ,dan semua Muslim di berbagai bidang yang tetap berpegang teguh mengajak kepada jalan Islam ditengah gempuran media mainstream yang dengan gencar mempromosikan kehidupan hedonis,pergaulan bebas dan film -film yang mengajarkan kepada kesyirikan 
Benar lah bahwa senjata seorang Muslim adalah do'a .Ini yang Rasulullah Sallahu wa alahi wassalam ajarkan kepada kita bahwasanya kita memohon per lindungan kepada Allah ,Tuhan Yang Maha Melindungi .

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
: Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan dari siksa api neraka dan dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari fitnah Al Masihid Dajjal").
(HR Bukhari 1288)
Raidah Athirah
Haugeund,Norwegia

Kamis, 12 Februari 2015

Trend Standar Ganda Media Mainstream

Trend Standar Ganda Media Mainstream


Oleh : Raidah Athirah

****
Inna lillahi wa inna ilahi raji'un
" Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya kami kembali ." ( Q.S Al Baqarah :156)


Anda pasti sudah paham apa yang saya maksud dengan trend .Hal yang paling menyedihkan adalah trend pelabelan .Tentu Anda masih ingat dengan peristiwa Charlie Hebdo yang semua orang di dunia ramai -ramai melabeli Muslim sebagai terorist padahal pelaku penyerangan sampai saat ini tidak pernah terlihat nyata.Kesannya peristiwa itu rekayasa berdasarkan beberapa media yang mengulasnya .

Apakah ada media yang berani mengakatan bahwa pelaku Perang Dunia II adalah Kristen ,tentu tidak bukan ? Padahal fakta justru menunjukkan sebaliknya tapi pikiran kita tidak pernah muncul pelabelan seperti itu .Mengapa bisa demikian ?


Sekali lagi karena Trend .Dan fatalnya kita yang mengaku Muslim termakan Trend yang media mainstream mainkan.
Bandingkan hari ini dengan apa yang terjadi pada tiga saudara Muslim kita .Jangankan breaking news ,judul berita pun terkesan menyembunyikan .Bila tidak menyebar di sosial media ,mungkin tidak banyak yang tahu .
Well ,mari saya uraikan kepada Anda berdasarkan pernyataan saya diatas ;
Perhatikan beberapa berita media utama 
Dan bandingkan dengan judul berita ini ;
2.Dan ini berita yang isinya provokasi ; http://shoebat.com/…/muslims-germany-take-19-year-old-preg…/ .Cenderung hoax
3.Dan berita super hoax.Peristiwa aslinya anak ini digigit anjing bukan diserang atau dipukul orang .Betapa berbahayanya bila berita ini diterjemahkan .Ujung-ujungnya adalah inilah rupa atau kelakuan Muslim.
.http://www.jewsnews.co.il/…/swedish-child-beaten-by-muslim…/.
****
Penting sekali Anda membaca berita dengan jernih .Sungguh sangat buruk bila langsung mengambil kesimpulan jelek dalam menilai saudara muslim .
Ada satu sisi yang saya hormati dari Pers Norwegia yang mana disaat hampir bersamaan berita menyebarnya Pegida ( Gerakan Anti Islam ) di beberapa negara Skandinavia .Koran atau media lokal tidak serta merta ramai menyebarkan .Seperti yang kita ketahui berita dapat melahirkan keresahan atau muncul ketakutan berlebihan di masyarakat
Sesuatu yang menjadi trend tidak lantas ditiru karena belum tentu mengandung kebenaran.
Maha benar Allah yang memberi kita petunjuk .
"Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah robah kalimat-kalimat-Nya dan Dia lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. " 
"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)" 
"Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui tentang orang yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang orang orang yang mendapat petunjuk. "( Q.S.Al-An'am : 115-117)
Bila trend dalam menilai yang lain bisa begitu murni ,sudah sepantasnya Anda yang mengaku Muslim memberlakukan hal yang sama .
Sungguh berbangga hati melihat munculnya jurnalis-jurnalis Islam yang hadir membela harga diri ditengah kerumunan fitnah media mainstream.
Raidah Athirah
Haugeund,Norwegia

Berbagi Sampai Ke Negeri Sang Paulus , Polandia

Allah Ta’ala berfirman : “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adala...