Doa dan Jodoh ( Bag VII )
Oleh : Raidah Athirah
****
" Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan." [Q.S. Al Baqarah: 245]
Terkadang dalam hidup kesempitan menyapa .Dan seperti layaknya manusia pada umumnya kesempitan melahirkan kesedihan .Pada akhirnya lahir pemahaman bahwa kesempitan-kesempitan hidup adalah jalan menuju keyakinan bahwa hanya Allah ,Tuhan Yang Maha Melapangkan.
Sebaliknya kelapangan pula melahirkan rasa gembira.Sampai ada rasa takut bahwa rasa lapang ini akan sirna kecuali pada hati-hati yang yakin bahwa ketika meletakkan Allah satu-satunya tujuan ,maka semua yang terjadi dalam hidup terasa ringan, zero tanpa beban.Bukankah satu dibagi nol sama dengan tak terhingga ? Begitulah seharusnya hati bertumpu.
Kata-kata saya kepada Eli sudah terlanjur terucap bahwasanya saya akan mengirim fotonya dan foto kami berdua kepada brother Abdullah.Entah mengapa saya bisa berfikir demikian.
Tanpa memikirkan akibatnya saya mengirim foto Eli dan juga satu foto berisi kami berdua.
Beliau saat itu tinggal dalam satu apartemen di Haugesund ,Norwegia bersama seorang brother asal Palestina.Interaksi beliau dengan orang-orang Palestina terjadi sejak beliau menjadi muslim.
Awalnya beliau satu apartement dengan teman pekerja asal Polandia sampai kemudian hidayah datang pada beliau .Bagaimana pun hati kita selalu ingin berkumpul dengan teman satu tujuan.Dan begitu yang beliau rasakan bahwa budaya minum alkohol ,rokok dan makan babi sudah bukan lingkungan beliau .
Saya membuka penggalan ini karena atas nasihat brother asal Palestina ini Alhamdulillah semua kesalapahaman antara saya ,Eli dan brother Abdullah terselesaikan.
Setelah mengirim foto itu saya menjadi sangat menyesal .Dada terasa sempit.Saya melakukan itu tak lain karena sudah terlanjur berkata kepada Eli bahwa saya belum ingin menikah.Dan lagi bicara masalah rasa belum ada kata tertarik kepada beliau .Rasa yang hadir hanya rasa hormat.Sedangkan Eli sudah ingin menikah.
Hampir satu minggu dari surat dan foto-foto yang saya kirim ,korespondensi itu mendadak berhenti.Beliau tak menelpon ,tak juga membalas email .
Saya kembali ke aktivitas harian ,kuliah dan mengajar.Berusaha memperbaiki nilai-nilai kuliah yang berantakan .Saya juga mengecek harga tiket jauh-jauh hari karena punya niatan ingin ibu saya mengunjungi saya di Bandung .
Karena tak ada kabar dan saya juga tak tahu bagimana menjelaskan rasa kebingungan yang muncul bahwa seharusnya saya tidak melakukan hal itu.Ada juga timbul dalam pikiran bahwa mungkin beliau berubah pikiran karena foto yang saya kirim.
Dan tanpa saya mulai Eli mengutarakan perasaanya bahwa mungkin apa yang saya lakukan berlebihan .
" Ainna ...Bukankah brother Abdullah sudah melamar kamu ? "
Saya terdiam sesaat dan kemudian menjawab dengan hati-hati
" Iya tapi beliau belum pernah bertemu,tidak tahu seperti apa .Kamu bilang kan sudah siap nikah ,kalau saya kan mau selesain kuliah trus kerja insyah Allah mau bahagian Mama .Siapa tahu beliau tertarik sama kamu ."
" Saya kok ragu .Lagian saya mau bilang sama kamu kalau saya sedang dalam masa ta'aruf sama seseorang ."
Saat mendengar kalimat Eli saya benar-benar terkejut.Muncul juga rasa marah bahwa seharusnya Eli memberitahu saya dari awal.Nasi sudah jadi bubur .Rasanya dada sempit .Manusiawi kalau saya juga mulai tertarik kepada beliau .Apalagi melihat kesungguhan beliau melamar saya .
" Eli kok baru sekarang kamu kasih tahu .Niat baik beliau terkesan saya permainkan.Kalau dari awal kamu cerita ,saya pun bisa langsung komfirmasi."
Lagi-lagi saya cereboh .Saya beristigfar ,terlalu sok toleran ,sok mempertimbangkan perasaan .
Kali ini saya shalat mohon Allah bimbing dan lapangkan hati .Bila kesempatan itu datang lagi ,insyah Allah saya mau terbuka mengenai hal yang menjadi beban pikiran bahwa niat saya menikah semata-mata ingin bersih karena Allah .Hal yang menjadi beban pikiran adalah saya tak ingin perjuangan kuliah saya sia-sia.
*****
Disetiap shalat saya mohon Allah lapangkan hati saya .Tak ada siapa pun saya beritahu.Tak ada juga obrolan ke siapapun tentang beliau.Saya tetap mengunjungi adik-adik saya di dekat areal alun-alun.Betapa bahagia menikmati hidup saat duduk bersama orang-orang biasa .Ingatan saya terkadang membangkitkan rasa rindu manakala setelah shalat asar usai saya menuju gerobak seorang kakek yang menjual jajanan tradisional Sunda dengan harga yang murah .
" Neng , aslina Jawa ? Resep sami bandrek neng?
" Sanes urang Jawa Abah .Aslina mah ti Maluku ."
" Oh ,Maluku yang di Sulawesi itu ya Neng ."
Saya tersenyum mendengar tutur beliau yang lugu.Beliau sudah kenal dengan wajah saya karena setiap ke Alun-Alun saya senang datang dan duduk menikmati minuman bandrek ,kacang-kacangan atau pisang rebus serta panganan dari singkong yang dijual murah .
Jalanan Braga sampai Asia Afrika sudah menjadi jalan biasa yang saya lalui .Kadang saya memandu turis yang kesasar mencari hotel atau menanyakan arah jalan.
Sampai ada satu keluarga Itali yang saya bantu tunjukkan hotel minta saya untuk menjadi guide mereka .Kami sempat berfoto-foto dan mereka memberi kartu nama.Saya mengucapkan terimah kasih dan menolak dengan halus permintaan itu.
Prinsip saya siapa pun harus kita tolong bila memang kita mampu.Memang aneh berjilbab lebar tapi bergaul dengan orang asing .Kalau saya bekerja jadi guide maka saya memakai celana panjang dengan atasan baju kaos yang sampai lutut yang saya padu-padankan dengan kerudung berwarna senada.Di hari-hari biasa saya memakai gamis atau abayah. Mungkin ada yang berfikir kok saya seperti bunglon.
Bekerja sebagai guide memang banyak tantangannya apalagi saya memakai kerudung .Alhamdulillah Allah menjaga saya.Kerja sebagai guide butuhkan keluasan dalam gerak,pemahaman berinteraksi ,apalagi banyak pandangan sinis terhadap perempuan Indonesia yang berjalan dengan orang asing.Sebisa mungkin saya memilih jadi guide untuk keluarga untuk menghindari berjalan berduaan dengan orang asing .Memang berat dan keras tapi Allah Maha Menjaga.Saya juga punya rencana kalau selesai kuliah saya berhenti total jadi guide .Alhamdulillah rencana Allah yang terbaik.
Bila melihat adik-adik saya di jalanan ada keinginan semoga mereka mendapatkan pendidikan Islam karena memang pendidikan yang melahirkan kesadaran untuk hidup berarti sebagai manusia ,sebagai muslim.
Terkadang saya mengobrol dengan kakek tua perihal darimana sumber jualan ini .Dari obrolan dengan kakek tua ini ,saya tahu bahwa ternyata istri beliau yang memasak .
Bergaul dengan orang-orang di jalanan melahirkan rasa hormat yang jujur .Bebas dari prasangka.Tak ada beban materi.Bila saya punya uang lebih atau ada rezeki saya memilih membeli beberapa panganan makanan untuk adik-adik saya ketimbang memberi uang.
Saat -saat seperti ini saya benar-benar merasa tenang.Kepasrahan total bahwa Allah Yang Maha Membimbing.
Walaupun saya kuliah penuh perjuangan ,beban finansial yang terasa berat Alhamdulillah selalu ada rezeki .Bagaimana tidak .Uang semester jutaan .Saya kadang menunggak.Rasa hormat saya kepada almamater saya .Kepada dosen-dosen saya yang berbaik hati.Setiap menjelang ujian semester yang salah satu syaratnya adalah sudah lunas uang semester.Saya selalu melangkah ke sebuah ruangan tempat saya berkonsultasi.Dosen saya yang menjadi saksi bagaimana mata saya berkaca-kaca ketika menjelaskan kondisi yang saya alami .Saya meminta keringanan untuk memberikan waktu melunasi tunggakan uang semester.
Memang sulit dimengerti bagaimana saya bisa kuliah tanpa bantuan finansial siapapun.Diawal kuliah bantuan dari kakak saya pun sudah membuat saya merasa berat.Bagaimana pun beliau punya keluarga tak enak rasanya menjadi beban.
Maka saya bertekad untuk berjuang dengan kuliah saya.Amanat almarhum Bapak saya yakni ingin saya menyandang titel sarjana tak ingin saya lalaikan.Terkadang muncul rasa lelah ,ingin pulang saja ke Maluku .Alhamdulillah saat itu juga muncul semangat ingin membuktikan bahwa Allah Yang Maha Melapangkan.
Tidak seorang pun teman-teman kuliah yang saya beritahu tentang perjuangan kuliah saya yang terasa berat.
Hanya ada seorang ukhti yang sering sekali saya meminjam uang.Semua uang hasil kerja jadi guide dan mengajar bila sudah terkumpul langsung saya gunakan untuk membayar uang semester.
***
Semua latar belakang inilah yang membuat saya sangat hati-hati untuk mengambil keputusan menikah .Allah melapangkan segalanya .
Hari itu sehabis mengikuti perkuliahan remedial ,entah mengapa ada sebuah gerak hati untuk mengecek email.Di kalangan teman-teman kampus sesama pengguna warnet,saya dijuluki " Ratu Chatting " karena saya memang yang paling sering nongol di warnet kampus Tamansari.Hahaha sebuah julukan yang saya sendiri tak sadar .
Saya duduk dan mulai membuka email .Ternyata ada dua email yang masuk.Satu dari Universitas di Belanda yang mengkomfirmasi bahwa mereka telah membaca essay saya sebagai calon penerima beasiswa karena latar belakang saya sebagai anak pengungsi dan email kedua dari brother Abdullah.
Saya membaca email pertama dari Utrecht ,Belanda bahwa mereka sungguh tertarik dengan essay yang saya tulis serta aktifitas harian saya sebagai social worker .Saya menulis alasan mengapa saya berhak mendapatkan beasiswa summer course .Mereka meminta saya melengkapi semua syarat berupa dokumen dan surat rekomendasi dari Universitas serta organisasi .
Sungguh saya bersyukur ,bahagia bahwa mimpi saya untuk merasakan pendidikan di Eropa akan segera terwujud.
Saya kemudian beralih ke email kedua yang akhirnya membuat saya berada dalam pilihan yang dilematis.
" Assalamualaikum warahmatulah
Dear sister
May Allah guide us .I already read your email but just now i have time to reply.I saw also your pictures .Its hard to explain ,May Allah guide you ,guide me and bring for you good husband .Ameen
I dont know why but i cant hide my feeling that i 'm really interesting to the sister in red hijab .Is she Eli ?
( Foto yang saya kirimkan saat itu saya memakai kerudung merah yang saya namai sebagai Eli .Dan Eli sebagai saya )
Its looks confuse .May Allah bless you sister .Its better to be honest .I make dua that Allah show for us the best .May Allah reward you for all of your good effort.
May Allah forgive me but how i propose you and i found my self so interisting to this sister ."
Maksud beliau sejak menerima email saya waktu itu beliau bingung karena sudah melamar saya tapi tertarik ke sister ( foto) Eli yang ternyata itu saya .
Itulah mengapa beliau tidak mengontak .Dan atas saran brother asal Palestina hasil curhat :D.Sebaiknya beliau jujur saja menyatakan pikiran dan perasaan supaya tidak terlanjur jauh .Ingin menikah dengan saya tapi tertarik dengan sister lain sungguh bukan tanda yang baik.Begitu kira-kira yang saya paham dari isi emailnya.
Dan saat itu juga saya balas email menjelaskan semua kesalahpahaman .Tidak berharap juga dilamar karena tahu diri .Inti dari email saya adalah menjelaskan status saya ,keluarga dan juga kuliah yang menjadi pikiran berat saya saat itu.Meminta maaf juga .Kalau diingat-ingat kalimat minta maafnya dramatis. Sudi kiranya beliau mau menerima permintaan maaf saya sebagai otak dari kekacauan ini :D.
***
Empat hari berlalu belum ada balasan.Pikir saya ya sudah wassalam .Jangan menaruh harap ,lebih baik fokus ke beasiswa yang ngurus dokumennya bisa buat pingsan.Berat sekali .Cek tes TOEFL yang biayanya nggak sedikit ,belum tentu juga ada kepastian lulus.Minta surat rekomendasi rektor ,emang siapa saya .Mahasiswi biasa yang tidak terlalu banyak prestasi mana bisa ketemu rektor palingan lewat asistennya .
Saya ingat dua kali ke kampus Setiabudi ,sok-sokan mau ketemu rektor .Pede bangat bakalan mulus jalannya .Mana bisa ketemu sebelum ada janji .Padahal saya sudah menelpon buat janji.Tapi seperti saya kata emang siapa saya .Mahasiswi biasa nggak penting-penting amat.
Selama dua kali itu saya ditolak ,padahal saya sudah datang dan menunggu .Hasilnya pak rektor lagi sibuk.Saya memaklumi .Kisah saya akan berbeda bila saya berhasil mendapatkan surat rektor .Allah Maha Mengetahui Yang Terbaik .Saat itu saya jadi mahasiswa sok sibuk .
Saya bahkan dengan percaya diri ke kantor imigrasi Bandung buat pasport .Dibantuin calo juga cuma pas saya bilang saya mahasiswi kere si bapak calo langsung pundungan (memundurkan diri ) :D Alhamdulillah jadi belajar juga tentang prosedur imigrasi.
Skenario Allah Yang Terbaik ,ternyata pasport yang saya buat ini jadi dokumen penting saat brother Abdullah mendaftarkan data diri saya sebagai calon istri dalam dokumen di kedutaan Indonesia di Warsawa saat hendak datang untuk menikah.
Waktu untuk melengkapi persyaratan dekat sekali.Surat rekomendasi dari organisasi sudah saya usahakan .Alhamdulillah dapat dari PMI ,berhubung saya adalah anggota KSR yang merupakan bagian dari PMI untuk mahasiswa .Saya juga menghubungi kenalan saya di organisasi sosial untuk anak jalanan yang terdaftar secara resmi untuk sekiranya berkenan membuat surat rekomendasi buat saya.Kalau istilah mahasiswa " perjuangan berdarah-darah " .
Saya berhasrat sekali dapat beasiswa summer course.Siang malam yang ada dalam pikiran itu beasiswa .Astaghfirullah
Bersambung.....
Sebab hidup adalah perjalanan , tetapi kalau tidak ada cerita apalah arti sebuah perjalanan ^_^ Raidah Athirah Housewife, mother, author, blogger, traveller, and alhamdulillah ' i am muslimah'
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berbagi Sampai Ke Negeri Sang Paulus , Polandia
Allah Ta’ala berfirman : “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adala...
-
Boneka Winnie The Pooh Mengkampanyekan Seksualitas Ganda dan Cara Berpakaian yang Tidak Layak ***** Anggota Dewan di Polandia telah m...
-
Allah Ta’ala berfirman : “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adala...
Saya menunggu kelanjutannya teg
BalasHapus