Sabtu, 24 Januari 2015

Doa dan Jodoh ( Bag VI )

Doa dan Jodoh ( Bag VI )

Oleh : Raidah Athirah

****
" Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” [Al An’aam 59]

*****

Ada masa dimana kehidupan yang saya jalani saya pikir adalah kehidupan yang paling keras .Kehidupan di rantau penuh banyak rupa .Tak mudah dengan kerudung panjang yang saya kenakan dapat bekerja pada orang lain .Bukankah Allah Maha Rahman ,selalu ada jalan yang Allah sediakan .Selalu saya kata bahwa saya pun hampir putus asa.

Di perjalanan saya kemudian menyadari bahwa rasa perih yang saya jalani hanya debu kecil ,yang bila bercermin dengan orang-orang yang saya temui ,yang saya saksikan ,kehidupan mereka justru penuh duka tapi sebaliknya wajah mereka penuh suka .Hanya orang -orang yang pernah merasakan lapar ,perih dan kekurangan paham benar kelezatan sebuah hidangan .Kekenyangan hanya melahirkan rasa bangga yang berlebihan.

Sebelum masa dimana saya bekerja sebagai guru privat dan guide freelance ,saya menjalani beberapa pekerjaan yang dapat menopang hidup .Pekerjaan sebagai penjaga warnet ,penerjemah ala kadarnya ,pembantu ,penjual asongan ( kue maupun pin ) yang saya jajakan di depan pintu-pintu sekolah .

Pernah saya memberanikan diri melamar di sebuah SMP di Cimahi untuk mengajar tapi kemudian ditolak karena tak memiliki ijazah yang sesuai dan masa itu saya masih dipandang anak kecil yang berani sekali mengajar hanya mengandalkan ijazah SMA .Sedikit pun saya tak kecewa .Saya tahu diri tapi saya tanamkan dalam diri bahwa masih banyak jalan keberkahan yang Allah ,Tuhan Yang Maha Pengasih sediakan dalam setiap jejak yang saya lalui .Hari ini saya bersyukur dengan semua penolakan itu .

Saya pun tahu bagaimana rasanya tidak dihargai .Ada banyak harga yang manusia taruh tapi hati yang jujur akan murni dalam menakar.Dan hari itu saya berkata kepada diri bahwa saya haruslah banyak belajar ,kelak bila kesempatan itu Allah karuniakan kepada saya ,akan saya ceritakan rasa yang saya sebut sebagai 'imunitas kehidupan ' .

Slide sosok gadis mungil yang berjualan pin di pintu sekolah itu masih terekam kuat .Berdiri penuh harap ,kiranya anak-anak sekolah itu mau membeli beberapa pin hanya untuk biaya makan hari itu .

Yang terjadi justru hal yang tak terduga.Seorang bapak mengusirnya atau lebih tepatnya melarang berjualan di depan pintu sekolah karena merasa itu memang arealnya tempat berdagang .

"Eneng ulah icalan di dieu .Ieu tempat abdi ! "

Gadis itu hanya bisa pasrah .Bergeser beberapa langkah .Tertunduk .Hatinya penuh haru bahwa hatinya dididik untuk meyakini ada Allah Tuhan Yang Memberi Rezeki.

Tak disangka lewat di tempat itu seorang ukhti asal Brebes yang pernah berkenalan dengannya di Masjid Cimahi .Ukhti ini pula yang membeli pin.Ukhti ini yang mengulurkan ukhuwah .

Semua rasa putus asa itu sirna .Yang tertanam adalah yakin.Gadis itu adalah saya dalam rupa sebelas tahun yang lalu .Ukhti itu semoga Allah memberkahinya.Ia bekerja di salah satu pabrik baju di Cimahi.

Mengapa pula saya menceritakan lagi ,tak lain agar perjalanan saya berjodoh dengan Abu Aisha menjadi kepingan-kepingan yang utuh .

Mungkin ada yang berfikir saya mengarang bebas .Sudah saya katakan dari awal ada orang-orang yang mengenal saya dalam kehidupan nyata.Perjalanan saya bersinggungan dengan mereka.Dan mereka terhubung dengan saya di Facebook .Beberapa saya sebut ,beberapa memakai inisial .Tak lain agar kami saling menghormati hari-hari lelah bersama dalam ukhuwah.

Ada cermin yang jernih bahwa rasa bisa hadir tapi bila tak ada keyakinan yang sama dalam langkah ,bagaimana tubuh ini hendak melangkah ? Bukankah dalam pernikahan ,ada dua orang asing yang menyelaraskan langkah dimulai dengan perjanjian yang kuat ,lantas bagimana bila kaki kanan dan kiri tak selaras dalam gerak ?

****
Saya dan Eli menuju warnet .Memilih salah satu bilik .Eli tampaknya didera rasa penasaran .Bahkan ia sempat bercanda .

" Ainna ...bagaimana kalau ternyata brother Abdullah ini seorang kakek tua ?

"Makanya Eli , sebelum saya pingsan ,hayu atuh kita cek dulu ,biar pingsan rame-rame ."

Eli tertawa .Saya hanya tersenyum .Wajah saya yang masih pucat seakan menutupi rasa gugup yang datang tiba-tiba .

Saya mulai membuka email .Dan disana terlihat sebuah nama dan beberapa foto yang terlampir.

Saya membaca email beliau yang layaknya proposal ta'aruf .Ada data diri ,siapa keluarganya .Bagaimana pandangan beliau tentang Islam dan keluarga .Ada satu kalimat yang sampai hari ini masih saya ingat .

"Dear sister , i know i am new Muslim but i really want learning about Islam and i know that i need someone who close to me to complete my deen after Allah give me blessing become a Muslim."

Sampai hari ini setiap kami bersilang pendapat ,Saya mengingat ini untuk meneguhkan hati bahwa dibandingkan mengingat kekurangannya ,sudah sepantasnya saya bersyukur atas karunia Allah mempertemukan saya dengan beliau.

Eli masih disamping saya dengan setia menunggu membuka beberapa foto yang beliau lampirkan.

Saya membuka dengan rasa gugup yang amat sangat.Bagaimana tidak .Hampir beberapa bulan sang donatur mengirim uang tapi saya dan Eli sama sekali tak pernah tahu rupa .

Saya membuka lampiran dan terpampang di depan PC warnet seorang laki-laki muda berfoto dengan seorang anak perempuan berambut pirang .Yang kelak ketika saya di Polandia ,gadis kecil putri kakak ipar saya ini yang selalu rajin kami kunjungi sebelum saya mengandung Aisha Pisarzewska.

Foto yang lain berisi sepasang suami istri dan dia memeluk mereka.Suami istri ini adalah kedua mertua saya .Ibu mertua saya berambut pirang pekat sedangkan bapak mertua berambut agak kecokelatan .

Eli memandang saya dengan sedih .Saya kemudian mengatakan kepada Eli bahwa saya akan mengirim fotonya kepada beliau dan juga foto kami berdua .Foto Eli saya tandai sebagai diri saya .Harapannya semoga beliau tertarik dengan Eli.

Ini jelas tindakan yang paling konyol untuk menyayangi sahabat karena dikemudian hari ini menjadikan hubungan saya dan Eli retak walau pada akhirnya kami berdamai .

Bersambung......
Note : Bag sebelumnya ada di blog

Rabu, 21 Januari 2015

Surat Untuk Pak Sutradara Film Hijab

Hijab Bukan Komedi

Sebuah surat opini untuk Film Hijab 

Oleh : Raidah Athirah 

****
Awalnya saya mengira Film ini hadir untuk memprovokasi semangat para perempuan Muslim di tanah air untuk berHijab.

Ternyata sebaliknya Film ini lebih berisi kritik sosial yang dibuat secara komedi oleh sutradara Hanung Bramantiyo.Mengkritik atau dalam istilah Pak Hanung ,menggelitik .Nyatanya Film dengan judul "Hijab " ini melupakan perjuangan penuh darah dan nyawa para Muslimah yang syahid karena mempertahankan Hijabnya.

Walau hanya menonton trailernya ,Film ini melukai semangat para Muslimah ,terutama para muslimah di Eropa yang berjuang untuk berHijab.Apalagi setelah kasus penyerangan di Prancis .Luka-luka itu masih berdarah .Jadi ,hormatilah para Muslimah yang sedang berjuang menjaga harga diri mereka ,sebaimana Anda sebagai seorang suami berusaha menjaga harga diri istri Anda dari pelecehan ,ketidak hormatan ,dan kebencian orang-orang diluar rumah

Anda.


Hijab Bukan Komedi " 
Sebuah surat opini untuk Film Hijab 
Oleh : Raidah Athirah 
****
Awalnya saya mengira Film ini hadir untuk memprovokasi semangat para perempuan Muslim di tanah air untuk berHijab .
Ternyata sebaliknya Film ini lebih berisi kritik sosial yang dibuat secara komedi oleh sutradara Hanung Bramantiyo.Mengkritik atau dalam istilah Pak Hanung ,menggelitik .Nyatanya Film dengan judul "Hijab " ini melupakan perjuangan penuh darah dan nyawa para Muslimah yang syahid karena mempertahankan Hijabnya.
Walau hanya menonton trailernya ,Film ini melukai semangat para Muslimah ,terutama para muslimah di Eropa yang berjuang untuk berHijab.Apalagi setelah kasus penyerangan di Prancis .Luka-luka itu masih berdarah .Jadi ,hormatilah para Muslimah yang sedang berjuang menjaga harga diri mereka ,sebaimana Anda sebagai seorang suami berusaha menjaga harga diri istri Anda dari pelecehan ,ketidak hormatan ,dan kebencian orang-orang diluar rumah Anda .
Saya seorang Muslimah yang mengingat benar perjuangan Ibu ,saudari atau teman -teman yang berjuang untuk berHijab di masa ketika prosedur dibenturkan dengan hukum syariat .Banyak diantara mereka yang rela kehilangan pekerjaan demi mematuhi perintah Tuhan daripada aturan manusia .Lebih dari itu Hijab adalah identitas kami .Hijab ini menyatu dalam darah sebagai keyakinan yang teguh.
Pak Sutradara... Ini sebuah surat dari seorang Muslimah yang ingin Anda lebih menghargai darah yang telah jatuh ke tanah .
****
Pak Sutradara yang terhormat .....
Saya tak perlu menjelaskan panjang lebar tentang kebebasan berkarya ,kebebasan seni atau apalah .Hal yang patut Anda ingat adalah peristiwa-peristiwa Hijab yang membuat Anda bersyukur bahwa itu tak pernah menimpa keluarga terutama istri Anda.
Pak Sutraara....Di luar sana bahkan disini, di Eropa ,para Muslimah mengenakan Hijab dengan membawa dua rasa ; rasa bangga sebagai Muslimah dan juga rasa ketakutan atas penyerangan-perangan para Islamphobia .
Pak Sutradara ....Tolong hargai perjuangan para Muslimah berHijab .Saya bersaksi atas perjuangan seorang Muslimah Polandia yang terpaksa kehilangan teman-teman bahkan dikucilkan oleh keluarga lantaran berHijab setelah syahadat yang ia lakukan setelah peristiwa syahidnya Marwa El-Sherbini.
Hijab bukan saja seonggok kain yang menutup kepala atau trend fashion yang timbul tenggelam.Hijab adalah identitas.Hijab adalah nyawa.
Pak Sutradara .....Bila semua yang saya uraikan masih belum terang .Saya ingatkan Anda lagi dengan berbagai peristiwa Hijab yang bila itu adalah istri ,saudari atau kaum kerabatmu niscaya Anda akan berpikir ulang untuk membuat sebuah film komedi tentang Hijab .Sebelum menampar pipi orang lain ,tampar saja pipi Anda sendiri .Atau tampar pipi istri Anda .Rasa sakit yang timbul tak seberapa dibandingkan rasa sakit jutaan para Muslimah diluar sana.
Pak Sutradara..... Apakah Anda buta ,tuli saat para Muslimah di Eropa menjadi objek penderita lantaran hijab yang mereka kenakan.Dimana para Muslimah yang (dalam beberapa kasus) memakainya menjadi terkucilkan dari masyarakat di mana mereka tinggal.Bahkan ada yang siap menjadi MARTIR.
Pak Sutradara yang
4 SEPTEMBER, INTERNATIONAL HIJAB SOLIDARITY DAY.Sebuah hari yang diingat untuk memperingati hari-hari luka dan darah perjuangan para Muslimah .
Bukan untuk menangisi kematian El-Sherbini tapi untuk mengingatkan Anda bahwa kematiannya adalah sebuah perlawanan kepada Islamphobia yang menghina Hijab.
Ia seorang ibu muda yang ditikam 18 kali di sebuah ruang sidang di timur kota Dresden ,Jerman.Ia ditikam lantaran tak menerima laki-laki Islamphobia itu menghina Hijab .Suami El Sherbini pun terluka.
Ia seorang Muslimah terpelajar,seorang apoteker yang dengan berani melawan Islamphobia .
Bahkan sebuah pernyataan dari Majelis Perlindungan Hijab di Eropa memberi sebuah persaksian 
" Sherbini bukan hanya seorang martir jilbab tetapi juga korban Islamophobia, dimana banyak para Muslim Eropa menderita," tegas Abeer Pharaon, ketua dari The Assembly for the Protection of Hijab.
Kritik Anda yang tertuai dalan Film Hijab adalah sebuah kritik sosial yang sempit .Think local ! Act Global !
Raidah Athirah
Haugeund,Norwegia


Selasa, 20 Januari 2015

Doa dan Jodoh ( Bag V )

Doa dan Jodoh ( Bag V)


Oleh : Raidah Athirah

******

 "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku…” (Al-Baqarah: 186)



Saya tertegun walau dalam hati ada rasa yang bercampur .Takut dan juga bingung.Bagaimana menyampaikan kabar ini kepada kakak laki-laki saya .Bagaimana menjelaskan ini pada keluarga .Bisa-bisa yang terjadi saya dikucilkan .Sakit saya terlupakan. Sekejab  muncul rasa khawatir.


" But brother i "m still studing .And really i confiused how to explain .Its hard to answer .I dont know you well ,event your face i never see ".

" How 's your sholat ? ,coud you recitate quran ? How your familiy?

Suasana yang muncul beberapa detik adalah sunyi.Eli menatap saya penuh tanya .Seakan tak percaya dengan rentetan pertanyaan yang keluar bertubi-tubi yang saya lontarkan kepada beliau.

Itu adalah curahan hati .Bagaimana saya menerima pinangan orang asing yang tidak saya kenal dengan baik.Meskipun demikian ada rasa percaya yang timbul bahwa beliau orang yang baik.

Pernikahan bukanlah permainan.Setengah dari agama akan tercukupkan dalam ijab kabul.Kalimatnya adalah perjanjian yang kuat .Perjanjian yang mengguncang arsy.

Hari-hari yang saya masuki adalah hari-hari tanggung jawab .Ketika saya mengucap " ya" maka saya siap melangkah kepada kehidupan asing yang saya sendiri tak tahu bagaimana hari yang akan saya jalani .Mungkin  terlalu berlebihan saya mencerca pikiran  dengan pandangan-pandangan demikian.

" Sister ,woud you like to listen i recitate Al-Fatihah ? I still coud'nt recitate well .Insha Allah i will try the best "

Saya menjawab singkat dengan perasaan yang tak bisa saya gambarkan .Ada  penasaran , rasa tertarik dan juga gugup .

"Naam ,please brother ."

Suara diseberang sana walau terdengar  gugup diawal tapi terdengar jelas surat Al-Fatihah yang beliau bacakan .

Saya bergetar .Mimpi tentang seorang lelaki yang almarhum bapak saya perkenalkan dalam mimpi.Saya tidak sedang bergurau.

Eli mengingat dengan jelas ketika saya terangkan perihal  mimpi bertemu dengan almarhum bapak saya bersama seorang laki-laki asing yang beliau perkenalkan sebagai laki-laki yang akan menjaga saya .

Mimpi ini terjadi dua tahun  sebelum saya bertemu dengan beliau di dunia maya.

"Sister ,perhaps you still not open your  email .I already explain all in my letter .I believe  if this is our destiny  ,Allah will open the easy way for we both ."

Kembali saya terdiam .Eli menatap saya .Menunggu dengan tatapan penasaran .

Harapan kadang melahirkan percaya .Tapi saya terlalu takut.

Bayangan mimpi yang saya terangkan ke Eli di Alun -Alun Bandung selepas shalat asar seakan masih terekam jelas .Saya tidak mengingau ,demikianlah adanya .

"Eli...kemarin malam saya mimpi ketemu bapak .Tapi beliau tidak sendirian .Ada seorang pemuda .Wajahnya samar-samar.Seperti bukan orang kita .Orang barat ."

Eli menimpali seakan ingin mulut saya tak berhenti bercerita .

"Trus....

" Bapak memperkenalkan pemuda itu kepada saya .Bapak duduk di tengah -tengah .Saya kira pemuda itu orang Barat  .Perawakannya seperti orang Barat .Hanya samar-samar ."

Saya berusaha mengingat wajah dalam mimpi tapi lagi-lagi wajah pemuda itu hilang .Ia hanya berupa bayangan .

"Oh ya ? " Eli nampak sangsi mungkin mengira saya mengarang.Ah ! Sejak kapan saya mengarang apalagi perihal mendiang bapak saya .

"Ainna ,mungkin kau akan segera menikah ! "

"Nikah ? Masih jauh ! Insyah Allah mau kerja dulu .Yang penting kuliah selesai ."

" Kalau ada yang datang melamar bagaimana ? "

" Ya ditolak ."

Dan kami berdua pun tertawa .

****

Waktu itu datang padaku .Mimpi seumpama teka-teki.Hanya doa kepada Rabb Yang Maha Membimbing .Semoga hatiku tak salah mengucap .Semoga rapuhku tak membuatku gamang mengambil keputusan .

" Before i give my brother'number ,just let me read your email .Jazzakallah khoir brother ,i will send my brother number to you and give information when you can call him."

" Alhamdulillah .Jazzakillah khoir .But sister its mean you accept my propose ,right?

Saya tersentak .Betapa cepat saya mengambil keputusan .Kala itu saya berdoa ,semoga Allah bimbing ,semoga saya sedang tidak salah langkah .

Eli nampak penuh tanya .Seakan ada hal yang ingin ia sampaikan namun terdiam diantara suara bacaan Al-quran dari Masjid Cimahi yang mulai melemah.

Hari itu enam belas Ramadan .Besoknya ditemani Eli  saya berkunjung ke Rs Cimahi .Badan saya masih nampak pucat.Kurus .Setelah mendapat resep obat khas penyakit maagh berupa syrup dan beberapa tablet dari Rs kami kembali ke kosan yang tidak jauh dari Rs.

Ditengah jalan Eli menyarankan agar kami singgah saja dulu di warnet dekat kosan ,sekedar mengecek isi email.

Saya pun berfikir demikian .Bahasanya biar sekalian karena sudah diluar jadi sekalian saja.

Kami singgah di warnet ,tempat saya dulu bekerja .Warnet ini telah berganti pemilik.Pekiran saya kembali ke masa-masa di mana saya menjalani beberapa profesi untuk menopang hidup.Apa saja yang penting halal.

Karena bekerja di warnet pula ,saya tahu pengunjung anak-anak berseragam putih biru yang selalu asyik bermain game online, beberapa pelajar yang sungguh membuat miris bahwa ternyata mereka menonton film po**n.Naudzubillahmindzalik .Hal ini juga membuat saya dalam dilema.Saya pernah curhat ke pemilik warnet kiranya anak-anak itu dinasihati atau mungkin kita perlu membuat pengumuman.Bayangkan ! mereka masih berseragam putih biru .

Karena dilema ini juga saya memutuskan keluar selain karena begadang malam sungguh tak mengenakkan .Kebanyakan para pengunjung juga adalah laki-laki.Alhamdulillah itu pilihan yang terbaik.


Harapan saya untuk mengajar masih tetap ada.Saya menyusun sendiri metode bahasa Inggris yang mudah untuk para pemula.Menguji metode ini untuk sahabat saya sendiri .Hanya dalam tempo 3 bulan , Eli dapat bercakap-cakap dalam bahasa Inggris.Tentu untuk tata bahasa perlu banyak latihan .Segala puji bagi Allah yang memberi kemudahan bahwa nyata disetiap kesulitan pasti lahir kemudahan.

Eli saat itu pun sedang dalam keadaan ekonomi yang sungguh miris , pada akhirnya kami memutuskan untuk tinggal bersama .Membayar biaya kosan dibagi dua.Eli bekerja sebagai penjaga toko.Saat saya tak sengaja melewati toko itu saya melihat ia sedang mengepel lantai.Ia seorang yang cerdas.Tapi ada banyak kisah hidup yang melatarbelakangi ia datang ke Bandung.Kisah tentang Eli biar saya menyimpannya sebagai sahabat .

Saya bahkan membuat pamflet dan membagi-bagikan di sekitar sekolah .Berharap ada yang tertarik untuk mengikuti les.Tiap hari saya dan Eli berlatih berbicara satu sama lain.Seringkali kami berdebat memakai bahasa Inggris .


Bersambung....




Selasa, 13 Januari 2015

Doa dan Jodoh ( Bag IV )

Doa dan Jodoh ( Bag IV)

Oleh : Raidah Athirah

*****
Siapa yang bersyukur, sesungguhnya dia bersyukur untuk kebaikan dirinya sendiri… – (QS. An-Naml: 40)

Saya selalu merindukan Masjid Salman,tempat berkah yang selalu menginspirasi .

Masjid Salman kala itu sudah berada dalam keberkahan Ramadan.Terkadang setelah mengajar saya membiarkan mata saya memandang kumpulan mahasiswa yang membuat lingkaran .Ada pula yang membaca Alquran.Ada yang bercengkrama dengan teman sejawat.Ada yang sedang rapat organisasi
.
Disekitaran areal Salman selalu ramai dengan aktivitas penduduk .Pedagang pun banyak tersebar di sekitaran itu.

Saking terlalu sering mengunjungi Masjid ini ,ada satu istilah yang muncul bila ada yang menanyakan atau mungkin sekedar menebak ." Anak ITB ya ,Neng ! "

Saya menjawab iya kemudian melanjutkan kepanjangan lain dari ITB
" Muhun ,saya anak Institut Taman Sari Bawah jurusan Akuntansi .

Dari sini sang penanya mulai bingung ,mana ada jurusan Akuntansi di ITBgrin emoticon
Dan taman Salman begitu saya menyebutnya sudah seperti tempat perenungan.Terkadang bila perjalanan yang saya lalui terasa berat menghimpit ,saya duduk di tempat ini setelah sholat usai.Membaca buku atau sekedar mencoret-coret kertas membuat rencana hidup selanjutnya.

Adakala saya meneteskan air mata ,mengingat berbagai lakon hidup yang saya jalani sebagai perantau.Saya bisa saja menghubungi kerabat meminta bantuan keuangan .Tapi hati saya berteguh hati ,meyakinkan diri bahwa semua masa sulit ini akan berlalu.Tak ingin saya menaruh hutang budi yang dikemudian hari membuat saya tak sanggup mengangkat kepala .

Bagaimana tidak ,ibu saya pun tak pernah saya beritahu ketika saya bekerja sebagai pembantu atau bahasa halusnya asisten rumah tangga di rumah seorang ibu yang telah sepuh di Cimahi .Saya mengunjungi beliau setelah saya sudah bekerja sebagai guru privat .

Ini awal-awal perjuangan yang selalu saya kenang.Siapa menyangka di masa yang akan datang saya akan merasakan karunia Allah memiliki asisten rumah tangga yang cantik dari negeri Abu Aisha .Hati saya kini penuh syukur Maha Suci Allah yang mengaruniakan saya perjalanan yang penuh warna.

Dalam perjalanan ini saya bertemu dengan orang-orang yang secara tidak langsung memberi warna yang menjadikan saya menghargai kehidupan .

Dalam segala keterbatasan ,Allah hadirkan mereka.Saya belajar menulis artikel setelah salah satu senior saya menghadiahi buku ' Bagaimana Menulis Artikel '.

Saya juga dididik berorganisasi oleh senior sampai kemudian menjadi ketua MPR JMAI (Jaringan Mahasiswa Akuntansi Indonesia ) yang kini berubah nama menjadi IMAI .

Saya sadar dengan keterbatasan ekonomi yang saya miliki .Bila ada waktu luang ,saya menghabiskan hari di perpustakaan setelah melaksanakan sholat dhuha.Membaca berbagai literatur .Dan selalu hati saya berlabuh kepada buku sastra.

Bapak kepala perpustakaan masih terhubung dengan saya di Facebook sampai saat ini.Beliau selalu berbaik hati merelakan saya memakai komputer perpustakaan sesuka hati.Bahkan ketika perpustakaan sudah tutup dalam waktu normal ,saya masih di dalam ruangan.

Ada pula seorang ukhti asal Sibolga yang tak bisa saya sebutkan ,betapa banyak kebaikannya kepada saya.Bila ada lomba menulis ,saya sering menggunakan laptopnya untuk mengetik.

Bila kekurangan uang,beliau pula tempat saya meminjam uang .Terkadang saya juga menginap di kosan beliau bila sudah terlalu malam kembali ke Cimahi.

Ada dua orang adik kelas saya yang mana kami selalu berjalan bersama.Mereka pula yang membantu disetiap langkah saya di kampus .Bahkan ketika saya ditabrak motor ,adik kelas saya asal Purwakarta itu yang datang menjemput ketika tubuh saya memar-memar .

Segala puji bagi Allah yang mempertemukan saya dengan orang-orang penuh kasih di masa sulit yang saya lalui.Masa dimana setiap tetes kebaikan terpatri kuat dalam hati.Semoga Allah membalas semua kebaikan mereka dengan keberkahan yang berlipat.

Sebagian teman-teman mengira saya mati rasa perihal ketertarikan dengan lawan jenis.Bukan itu .Alhamdulillah saya mengenal tarbiyah ,mengenal da'wah dan begitulah Allah menjaga saya .Tersibukkan dengan aktifitas dan perjuangan hidup.Sifat qanaah yang murobbi saya ajarkan seperti nasehat ibu saya yang saya pegang kuat.Selalu merasa bersyukur dengan apa yang telah Allah karuniakan.

Dan tanpa disangka ,Allah pertemukan saya dengan brother Abdullah .Dan begini kisah kami berjodoh
.
****
Percakapan saya dan beliau seperti percakapan hendak menyerahkan tugas dan kewajiban.

" Sister , woud you like to share my sadaqah for street children ? "

Saya bergumam dalam hati
" Oh ,ternyata ini toh yang mau disampaikan ."

Saya pun tenang ,ada titik harapan yang sudah saya pasrahkan .Tak mau lagi berharap .Harapan yang berlebihan kepada makhluk akan membawa kecewa.Begitu pikir saya.

" Naam brother insyah Allah.Jazzakallah khoir .May Allah reward you ."

" Sister ,I also send money to buy a ring ,woud you like to help me ? You can try first with your finger .

Percakapan antara saya dan brother Abdullah berakhir dengan perasaan yang tercampur .Antara penasaran dan rasa syukur ,beliau masih mengingat adik-adik saya di jalanan .

Saya masih ingat ketika saya menghubungi Eli meminta bantuan untuk membagikan sadaqahnya yang hendak kami bagikan .

Setelah sholat tarawih usai di masjid Alun-Alun .Saya dan Eli menyambangi adik-adik kami yang tidur di jembatan .Kami melangkah sampai ke jalan Asia-Afrika karena beberapa diantara mereka suka bermain disana.

Malam itu hujan turun , sambil menunggu hujan reda saya dan Eli berbincang atau tepatnya saling bertanya ,apakah salah satu diantara kami sudah pernah melihat wajah brother Abdullah .Kami sama-sama menggeleng .

Setelah ada tanda-tanda hujan reda ,kami menyisir lagi areal Asia Afrika dan bertemu dengan seorang nenek bersama anak laki-laki yang kira-kira berumur 5 tahun sedang tidur di emperan gedung-gedung tua.

Eli membangunkan dan saya memberikan beberapa lembar uang kertas lima ribuan .Nenek itu kaget.Terharu.

" Mugi-mugi Allah ngabales kalawan seueur kebaikan ka eneng.

" Amin . Sanes abdi ,nanging ka wargi Abdullah , abdi ngan nepikeun wae.Doakan urang oge ya Bu ".
" Mugi-mugi eneng berjodoh kalawan anjeunna ."

Saya dan Eli sejenak bertatap .

Kami sempat bercakap-cakap bertanya mengapa beliau mau tidur disini.Apakah kampung asal jauh.Beliau menggeleng .Saya berusaha memahami kesunyian yang hadir diantara kami berempat .

Hujan kala itu menjadi tetesan penuh rahmat.

Dua hari berlalu dan saya belum memberi kabar karena setelah malam itu saya jatuh sakit .Demam .Panas tinggi.Muntah-muntah .Alhamdulillah Eli menginap di tempat saya.

Alhamdulillah karena saya punya tabungan ,saya menghubungi Ibu saya meminta beliau menjenguk saya di Bandung walaupun saya belum lulus kuliah.

Berhubung saya dalam kondisi sakit .Sudah lama saya tidak bertemu ibu saya .Alhamdulillah ketika saya sudah bekerja ,saya begitu terharu ketika saya mengirim beliau uang yang tidak terlalu banyak jumlahnya untuk pertama kali.Ada rasa bangga yang tak terkira bahwa saya bisa mandiri dan membuktikan bahwa atas pertolongan Allah saya baik-baik saja di tanah rantau.

Saya masih mengingat ketika saya membeli Handphone LG berkamera dengan hasil kerja saya.Sesuatu yang terbilang 'wah' saat itu .Bukan saya tak ingin berkumpul dengan teman-teman kampus untuk sekedar hang-out bersama .Atau ikut menonton di bioskop.Masa remaja saya berlalu dengan warna hidup demikian .Alhamdulillah jalan ini menjadi tarbiyah kehidupan yang doa-doa dari jalanan mengantar saya berjodoh.

Jodoh memang misteri.Tapi manusia punya pilihan untuk memilih teman seperjuangan dalam langkah mengukir peradaban .Bila menikah tak punya cita-cita ,lantas hendak kemana kapal pernikahan itu hendak berlabuh?

Kisah yang saya tulis terkadang membuat mata saya basah bila lembaran-lembaran perjuangan hidup saya buka kembali.Teman kuliah,senior di kampus,adik tingkat dan orang-orang yang dekat dengan saya sewaktu di Bandung masih terhubung di Facebook sampai saat ini .Mereka yang akan memverifikasi seberapa objektif kisah yang saya tulis.

****
Saya belum membeli cincin seperti amanah yang beliau minta karena sakit yang saya dera.
Mungkin karena tak ada kabar.Beliau menelpon .Saat itu Eli yang mengangkat ,beliau meminta berbicara dengan saya .

" Assalamualaikum sister ,Eli told that you were sick .How you feel now ? "

" Alhamdulillah bikhoir brother .I feel better now .Sorry to not send email faster .I still not looking for the ring also .I was planning to ask Eli' help .I hope you don't mind brother ."

" Alhamdulillah its not big problem .I call to ask you .May Allah help me for build Islamic family .Woud you like to accept my propose for marriage ? .Please give me your brother number so i can ask him for this blessing."

Saya tertegun .

Bersambung......

Jumat, 09 Januari 2015

Doa dan Jodoh ( Bag III )

Doa dan Jodoh ( Bag III) 

Oleh :Raidah Athirah

****
" Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberi rizki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang berserah diri kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendakiNya. (QS ath- Thalaq : 2-3).

Ada orang-orang yang Allah hadirkan dalam perjalanan hidup saya untuk menjadi penguat keyakinan bahwa Allah yang akan mencukupkan segala keperluan .Dan semua keyakinan itu lahir di kota yang dijuluki kota kembang,Bandung.

Kota Bandung punya sisi -sisi hidup yang indah .Di satu sisi ,julukan kota kembang begitu penuh pesona .Outlet dan Mall menjadi daya tarik .Surga kuliner .Di sisi lain ada orang-orang yang berjuang hidup ,yang dari merekalah saya mengambil pelajaran.

Mungkin Anda sedikit heran bagaimana saya bisa sampai ke Bandung .Selepas SMU saya dibawa Kakak saya ke Bandung .Tak berapa lama kemudian beliau bersama keluarga pindah ke Jakarta .Beliau yang membiayai biaya kuliah saya diawal.

Ketika Bapak saya meninggal saya tengah dalam ujian semester .Hampir saja saya putus asa ingin kembali saja ke Ambon ,mengingat biaya hidup di Bandung cukup mahal .
Ada seorang ukhti yang sampai sekarang saya berhutang pada beliau.Semoga Allah membalas kebaikannya dengan keberkahan yang berlipat .Bila Allah rezekikan saya menjejak lagi di Bandung ,saya ingin berpeluk ukhuwah atas kebaikan yang sangat yang beliau berikan atas nama persaudaraan dalam Islam.
Bagaimana tidak saya yang perantau dipeluk erat ukhuwah oleh beliau.Tak ada ikatan apa-apa.Hanya ikatan keyakinan.Ketika saya sakit dan sendirian di Bandung ,beliau yang membawa saya ke klinik .Merawat saya seperti adik sendiri .
Ukhti asal Majalengka ini yang mengenalkan saya pertama kali dengan kehidupan di sekitaran Kereta Api .Ada banyak peristiwa yang ingin saya uraikan agar kita belajar menghargai manusia bukan karena status maupun rupa ,karena kita tak pernah tahu bagaimana wajah masa depan yang Allah berikan kepada mereka.
Dari sini pula saya mengenal ruang-ruang di Pasar Baru Bandung sampai ke kuliner tradisional seperti minuman Cincau ,Bandrek ,kacang-kacangan .Saya bahkan berlangganan ke seorang bapak yang terbilang sudah berusia renta.Terkadang saya datang untuk mengobati rasa rindu kepada mendiang Bapak saya yang telah berpulang.
Mengapa ada kisah pengantar seperti ini ,tak lain agar kisah pertemuan saya dan Abu Aisha menjadi kisah yang utuh .Agar penggalan-penggalan itu berbicara bahwa dalam kehidupan apa yang kita tanam itu yang kita tuai.Bukankah jodoh juga adalah rezeki ? Dan saya percaya rezeki tak akan tertukar.
***
Setelah menolak ada rasa penyesalan.Saya teringat hadist tentang lamaran yang tidak boleh ditolak bila yang datang melamar telah kita ketahui akhlaknya .
Abu Hurairah radhiyalloohu ‘anhu mengabarkan bahwa Rasulullah shalalloohu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
“Apabila seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya datang kepada kalian untuk meminang wanita kalian, maka hendaknya kalian menikahkan orang tersebut dengan wanita kalian. Bila kalian tidak melakukannya niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar.”
[HR. At-Tirmidzi no. 1084, dihasankan Al-Imam Al-Albani t dalam Al-Irwa’ no. 1868, Ash-Shahihah no. 1022]
Keputusan sudah saya ambil .Saya pribadi bukan orang suka mengkhayal yang muluk -muluk. Apalagi punya pikiran bahwa nikah dengan bule supaya hidup saya jauh lebih bahagia .Murobbi saya pun pernah menasihati bahwa jangan sampai saya menikah karena punya tujuan ingin memperbaiki hidup .Menikah karena materi .Menikah dengan orang asing supaya bisa hidup di luar negeri .Itu semua cita-cita yang kerdil.Siapa yang bisa menjamin masa depan ?
Satu minggu berlalu .Saya sholat mohon Allah bimbing saya atau lebih tepatnya menenangkan hati ,karena saya sudah terlanjur menolak lamaran beliau yang justru timbul rasa sesal .Manusiawi memang rasa yang datang .
Saya belum pernah lihat wajah jadi tidak tahu seperti apa rupa beliau ,hanya saya percaya data yang beliau kirim melalui email bahwa beliau punya cita-cita ingin punya keluarga Muslim .Bukan tak ada sister asli Polandia tapi kebanyakan mereka memilih menikah dengan laki-laki Muslim dari luar.
Nasi sudah jadi bubur .Saya sudah menolak dan beliau pun tak tertarik dengan sahabat saya ,Eli .Tapi begitulah jodoh mau bagaimanapun jauh kalau memang takdir pasti ketemu juga .Seperti kata pepatah " garam di laut,asam digunung bertemu dalam belanga " ,seperti itu kira-kira kami berjodoh .
Karena saya tidak mungkin mengontak duluan ,saya pasrahkan kepada Allah.Wajar ada rasa malu .Bagaimanapun saya muslimah .Kata-kata penolakan sudah terlanjur saya tulis,mustahil bila saya menarik lagi kata-kata itu .
Keluarga dari Oman juga mengontak bertanya kapan saya lulus ,berhubung beliau punya perusahaan di Belanda jadi ingin saya datang membantu .Saya sempat berfikir mungkin karir saya bakalan bagus bisa bekerja di Belanda .Pengandaian yang muluk .
Ramadan sudah didepan mata .Saya perlahan mulai sibuk dengan aktifitas kampus dan organisasi .Kunjungan ke adik-adik di samping Bank Rakyat Indonesia di Alun-Alun Bandung masih tetap seperti biasa.Di bawah jembatan juga ada seorang bapak yang biasa berjualan buku dan majalah bekas .Saya suka berlangganan ,karena sudah kenal kadang dikasih murah -meriah.
" Neng tong kitulah ,meni murah pisan .Kasihan atuh ka Abah ."
Kadang suka nawar nggak ketulangan 
Di awal Ramadan saya suka sekali ke Masjid Salman .Bahkan taman Ganesa sudah seperti taman inspirasi .Bila sudah selesai mengajar privat ,saya kadang duduk dan mulai menulis .Menulis kejadian-kejadian yang terjadi dalam perjalanan .Tak menyangka bahwa kelak di masa depan,kebiasaan ini Allah jadikan jalan untuk menyembuhkan Baby Blues yang saya alami pasca melahirkan.Masikah kita ragu untuk belajar?
****

Hari itu semua gelisah saya terjawab .Saya baru selesai sholat di Masjid Salman dan membaca Alquran di plataran Masjid .
Sampai menikah pun tempat ini jadi kenangan saat Abu Aisha ikut sholat magrib di Masjid ini .Mengapa ?
Saat itu merupakan dering telepon yang kedua kali ,badan saya belum beranjak dari plataran Masjid Salman .Saya baru saja selesai membaca Alquran dan hendak bersiap-siap balik ke kosan di Cimahi.
" Assalamualaikum sister ,here Abdullah speaking ,kaifa haluki? "
" Wailaikum salam warahmatulah .Alhamdulillah bikhoir wa anta ? .Jazzakallah khoir for calling me "
Dalam hati penuh tanda tanya .Gerangan apa lagi ini .Saya tahu diri kalau bahasa gaul sekarang " sakitnya tuh disini ! " nunjuk diri karena ketakutan yang berlebihan sudah menolak lamaran 
" Alhamdulillah khoir sister . I read your email .I ' m really sorry for being late to reply your email because i can not find time to write .I worked in off shore .Little busy here.
" Alhamdulillah i understand your worries ,perhap you wanna read my reply .Jazzakillah khoir for introduce me to Eli .May Allah bring for her good husband ."
Masih menyinggung tindakan konyol sok sayang sahabat yang jadi bumerang dikemudian hari .
"Amin ." Sambil menelan ludah menerka-nerka apa yang mau beliau sampaikan
Bersambung....

Rabu, 07 Januari 2015

Doa dan Jodoh ( Bag II )

Doa dan Jodoh ( Bag II )

Oleh : Raidah Athirah

****


"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma´ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" ( Qs.Attaubah : 71 )

Saya lanjutkan kisah saya dengan kutipan ini bukan sebagai klaim bahwa saya baik dipertemukan dengan yang baik .Melainkan ada dalam keyakinan saya bahwa jodoh adalah cermin diri.Jodoh juga menyatukan cita-cita  .Bagaimana jodoh kita ,semua adalah rahasia .Tapi Allah Maha Mengetahui .Allah Maha Mendengar .Ya Allah Ya Syamiu Ya Bashir pertemukan jodoh saudara-saudari  saya dengan  pilihanMu yang terbaik dalam urusan dunia dan akhirat mereka.Amin

Pernikahan adalah perjalanan yang panjang .Tidak  selalu berhias romantisme .Saya bersyukur dilahirkan dari rahim tarbiyah karena niat saya menikah karena da'wah yang menjadi kekuatan ketika banyak kerikil yang datang dalam rumah tangga .



Bukan tanpa halangan saya dan Abu Aisha menikah .Banyak, bahkan ditengah jalan kami mengambil jeda untuk berpisah .Merenung , mungkin terlalu mudah untuk mengambil keputusan .Mengingat saat itu kami masih sama-sama muda.

Tapi saya mencoba merenungi perjalanan .Meyakinkan diri bahwa janji Allah nyata.Doa dan sholat  istikhorah adalah pegangan saya bahwa Allah yang akan menjaga  ,menguatkan pernikahan kami karena saya dan Abu Aisha menikah tidak saling kenal .Hanya berbekal yakin dan tawakal bahwa kami akan sama-sama belajar Islam.

Perkenalan kami terbilang singkat ,satu bulan dari proposal Qurban  dan dua bulan untuk persiapan dokumen semenjak lamaran itu  .Sebelum kami terikat akad ada banyak kejadian yang menjadi penguat di perjalanan.

Saya menceritakan ini untuk memberitahu saudara / saudari betapa doa dan sholat istikhorah adalah bagian penting memohon petunjuk Allah untuk melangkah dengan orang asing yang setengah agama kita pertaruhkan.Langkah yang menggoncang Arsy itu bernama pernikahan.

Bagaimana tidak ,pernikahan adalah pintu peradaban .Orang-orang yang melangkah ke dalam pernikahan adalah orang-orang yang sadar karena bila hanya sekedar terikat karena pesona ,seiiring perjalanan musim ,pesona itu memudar .Bila tak diteguhkan dengan cita-cita ,berapa banyak yang bercerai-berai.

 ****

Semenjak lamaran itu, saya berusaha konsultasikan dengan murobbi ( pembimbing) bagaimana nasihat beliau .

  .Alhamdulillah beliau seorang yang bijak .Saya belum berani memberitahu keluarga  mengingat studi saya belum selesai .Dari saran murobbi saya mengontak brother Abdullah bahwa ada amanah yang harus saya tunaikan sebagai bakti kepada keluarga yakni harus menyelesaikan   kuliah terlebih dahulu.

Jadi saya menolak karena pertimbangan pendidikan .Mungkin Anda pikir  saya sok  jual mahal .Cantik juga nggak ,malah belagu :D.Ini sedikit kutipan email yang masih tersimpan di email Abu Aisha sampai sekarang .Kalau dibaca-baca suka malu sendiri ^_^

" Dear brother Abdullah ....May Allah bless you .I pray May Allah bring for you happiness in dunya and akhirat. Jazzakallah khoir for your propose but i cant accept .I am still studying ."

Sempat saya mengusulkan sahabat saya kepada beliau.Sahabat sesama pengajar anak jalanan .Saya berikan alamat email dan nomor handphone ke dia .Sebut saja sahabat saya itu bernama Eli ( masih terhubung di Facebook sampai saat ini ,untuk kenyamanan bersama ,identitasnya saya rahasiakan ) :D ,mohon dimaklumi .

Eli senang dan kemudian mengontak brother Abdullah .Ternyata tanggapan beliau biasa saja terhadap Eli .Sewaktu kami bertemu di Masjid Alun-Alun Bandung ,Eli mengeluh kalau tanggapan beliau datar jadi tidak tertarik untuk melanjutkan korespondensi .

Masjid Alun-Alun waktu itu pusat jualan kaki lima .Pokoknya ramai dengan yang sholat dan juga jualan karena dekat juga dengan tempat belanja King .

Satpol PP sudah biasa parkir .Anak-anak jalanan kadang berhamburan di tempat ini.Saya masih mengingat semuanya dengan jelas karena memang hampir sebagian keseharian saya disitu.

Ada rasa yakin beliau orang yang baik tapi saya berat hati dengan kuliah yang saya perjuangkan dan pekerjaan yang bagus di Oman .

Saya bercermin dengan pengalaman teman kampus yang menikah kemudian berhenti kuliah di tengah jalan .Saya orang yang logis walaupun sedikit melankolis .

Mengapa saya sangat mempertimbangkan ini .Saya kuliah di Bandung penuh perjuangan .Harapan keluarga yang berada di pundak  tidak ingin saya sia-siakan . Latar belakang saya sebagai bekas anak pengungsi konflik Ambon tahun 99 menjadi motivasi besar  untuk kuliah sampai ke jenjang lebih tinggi.

Saya berjuang untuk beasiswa .Bahkan pameran beasiswa ke luar negeri sudah biasa saya kunjungi .Oleh-olehnya berupa tas dan setumpuk brosur .Saya punya keyakinan bahwa jalan yang saya perjuangkan akan membawa saya ke salah satu tanah Eropa.Saya bahkan merencanakan step by step melihat nilai saya anjlok karena sibuk kerja juga asyik  di organisasi .Saya membayar nilai kuliah dengan pengalaman -pengalaman berharga karena jalan yang saya pilih .Saya tidak menyesal karena saya berjalan dengan keyakinan bahwa Allah Yang Memberi Hidup

Waktu itu beasiswa yang  saya tuju adalah untuk social worker atau subjek yang berhubungan dengan Rekonsiliasi konflik .

Walaupun nilai kuliah saya berantakan ,selama ujian saya pegang teguh prinsip  bahwa saya tidak akan menyontek .( Beberapa teman kuliah saya masih terhubung dengan saya di Fb jadi bisa Anda tanyakan ) .

Saya yakin Allah Maha Kaya .Buktinya saya dapat pekerjaan sebelum lulus kuliah .Beberapa mengganggap saya mahasiswi yang idealis.Terlepas dari itu didikan orang tua saya untuk jujur saya tanam kuat-kuat.Jika tidak terlihat keberkahannya tumbuh hari ini .Besok atau di masa yang lain apa yang kita tanam pasti akan berbuah.

Dan hari ini saya berani menceritakan kepada Anda.Langkah kaki saya dari Bandung sampai ke Polandia .

Kampus tempat saya kuliah ternyata punya mahasiswa pertukaran pelajar mulai dari Turki,Somalia bahkan saya sudah sering bertemu dengan mahasiswa asal Polandia di kampus.Pernah duduk satu ruangan dengan mereka di ruangan perpustakaan.Takdir memang misteri .

Saat mendengar bahasa Polandia pertama kali ,saya sampai menggerutu :D Bahasa negara mana ini ? Maklum diruangan perpustakaan cuma ada saya dan dua mahasiswa asal Polandia itu.

Qadarullah bapak saya meninggal .Saya kemudian bekerja untuk membiayai kuliah dari mengajar privat dan juga jadi guide freelance.

Awal mula saya jadi guide saat saya dan Eli jualan di kereta ekonomi Bandung .Saya tidak malu menceritakan ini ,saya justru bersyukur ini jalan yang Allah karuniakan kepada saya .

Sempat ada dosen UI yang membeli jualan .Saya masih ingat bapak dosen yang terlihat cukup berumur itu membayar lebih untuk brownies yang saya jual.

Kata-kata beliau juga sebagai penyemangat .

" Hebat ya Neng kuliah sambil jualan .Insyah Allah Neng bakalan jadi orang sukses .Jarang-jarang saya ketemu sama mahasiswi model Neng,nggak malu mau kerja   .Ditulis Neng pengalamannya ! ,kalau sudah sukses ntar jadi kenang-kenangan ."

Awal jualan juga malu .Tapi saya bertekad tidak mau jadi beban setelah bapak saya meninggal.Alhamdulillah karena sering jualan di Kereta Ekonomi  ,saya jadi terlatih bertemu dengan beragam perilaku dari berbagai latar belakang .

Bahkan saya dan Eli pernah bercanda plus heran kok orang -orang sales pintar sekali ngomongnya ,sampai lama-lama yang dengar sangat tertarik .

" Ainna ,kalau mau belajar public speaking gratis itu sama si akang itu aja ." :D Nunjuk si akang sales .

Si Eli pernah dikhitbah di jalanan :D ,nasibmu Eli hehehe .

Ceritanya ada ikhwan  ,nggak tahu dia muncul dari mana pas saya dan Eli lagi jalan menuju kereta tujuan Cimahi ,si ikhwan ini ngasih kertas ke Eli .

Ternyata kertas itu berisi biodata si ikhwan itu .Emang pede itu si ikhwan :D .Saya suka bilang ke Eli

" Awas jangan-jangan itu bukan ikhwan tapi bakwan .Mana ada ikhwan khitbah/lamar kayak gituh .Kayak nggak ada adab ."

Itu intermezo dari kisah saya dan Eli :D

Bagaimana saya bisa jadi guide sebenarnya tanpa sengaja.Tapi saya yakin bahwa perjalanan hidup tak ada yang kebetulan .


Waktu itu tanpa sengaja saya bantu satu keluarga Belanda di stasiun Kereta Api  yang sedang  bingung mencari kereta tujuan .Alhamdulillah sekalian praktek bahasa Inggris yang sudah lama pudar :D .Ternyata ada orang travel yang memperhatikan saya .Dan dari sini karir saya sebagai guide dimulai .Awalnya masih belepotan ,lama-lama biasa juga .

Kalau ada yang tinggal di Bandung ,coba sesekali naik Kereta Ekonomi .Saya banyak belajar dari potret -potret beragam penghuni kereta .Walaupun keras  kehidupan yang bergumul dalam pikiran    ternyata masih banyak yang jauh lebih sulit dari yang saya bayangkan .Saya sampai hapal mana orang yang pura-pura susah dan yang memang susah betulan karena saking biasanya pemandangan itu saya lalui.

Hampir semua sisi-sisi hidup di Bandung sudah saya temui .Bahkan saya juga pernah ngobrol dengan pelacur .Bahkan ketika ada yang mengganggu saya karena waktu itu saya balik mengajar sudah malam , anak-anak jalanan yang saya sendiri tidak kenal datang menyapa . Allah Yang Maha Melindungi .Anak-anak jalanan sekitaran alun-alun sudah kenal wajah saya .

" Hapunten Teh ,teterang dia mah ." Suara sih anak jalanan  justru menegur orang yang hendak mengganggu saya .

" Maneh mah gelo ,eta si Teteh.  "  Suara si anak itu balik menghardik orang yang  hendak mengganggu saya dengan bahasa Sunda kasar .

Saya  tidak tertarik dengan orang asing ( Barat)  karena dalam pandangan saya selama menjadi guide untuk  orang asing/bule ,terlihat nyata perbedaan  prinsip dalam keyakinan.Karena kerja jadi guide juga saya sering bolos kuliah .Saya tidak  punya pilihan .Setiap orang punya jalan hidup masing -masing .Setiap jalan punya kerikil-kerikil tersendiri .Maka saya sadar dengan jalan yang saya pilih dan nilai yang saya pertaruhkan .

Allah Maha Menjaga .Dan begini kisah perjalanan kami .

Bersambung......

Berbagi Sampai Ke Negeri Sang Paulus , Polandia

Allah Ta’ala berfirman : “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adala...