Doa dan Jodoh ( Bag II )
Oleh : Raidah Athirah
****
“
"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma´ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" ( Qs.Attaubah : 71 )
Saya lanjutkan kisah saya dengan kutipan ini bukan sebagai klaim bahwa saya baik dipertemukan dengan yang baik .Melainkan ada dalam keyakinan saya bahwa jodoh adalah cermin diri.Jodoh juga menyatukan cita-cita .Bagaimana jodoh kita ,semua adalah rahasia .Tapi Allah Maha Mengetahui .Allah Maha Mendengar .Ya Allah Ya Syamiu Ya Bashir pertemukan jodoh saudara-saudari saya dengan pilihanMu yang terbaik dalam urusan dunia dan akhirat mereka.Amin
Pernikahan adalah perjalanan yang panjang .Tidak selalu berhias romantisme .Saya bersyukur dilahirkan dari rahim tarbiyah karena niat saya menikah karena da'wah yang menjadi kekuatan ketika banyak kerikil yang datang dalam rumah tangga .
Bukan tanpa halangan saya dan Abu Aisha menikah .Banyak, bahkan ditengah jalan kami mengambil jeda untuk berpisah .Merenung , mungkin terlalu mudah untuk mengambil keputusan .Mengingat saat itu kami masih sama-sama muda.
Tapi saya mencoba merenungi perjalanan .Meyakinkan diri bahwa janji Allah nyata.Doa dan sholat istikhorah adalah pegangan saya bahwa Allah yang akan menjaga ,menguatkan pernikahan kami karena saya dan Abu Aisha menikah tidak saling kenal .Hanya berbekal yakin dan tawakal bahwa kami akan sama-sama belajar Islam.
Perkenalan kami terbilang singkat ,satu bulan dari proposal Qurban dan dua bulan untuk persiapan dokumen semenjak lamaran itu .Sebelum kami terikat akad ada banyak kejadian yang menjadi penguat di perjalanan.
Saya menceritakan ini untuk memberitahu saudara / saudari betapa doa dan sholat istikhorah adalah bagian penting memohon petunjuk Allah untuk melangkah dengan orang asing yang setengah agama kita pertaruhkan.Langkah yang menggoncang Arsy itu bernama pernikahan.
Bagaimana tidak ,pernikahan adalah pintu peradaban .Orang-orang yang melangkah ke dalam pernikahan adalah orang-orang yang sadar karena bila hanya sekedar terikat karena pesona ,seiiring perjalanan musim ,pesona itu memudar .Bila tak diteguhkan dengan cita-cita ,berapa banyak yang bercerai-berai.
****
Semenjak lamaran itu, saya berusaha konsultasikan dengan murobbi ( pembimbing) bagaimana nasihat beliau .
.Alhamdulillah beliau seorang yang bijak .Saya belum berani memberitahu keluarga mengingat studi saya belum selesai .Dari saran murobbi saya mengontak brother Abdullah bahwa ada amanah yang harus saya tunaikan sebagai bakti kepada keluarga yakni harus menyelesaikan kuliah terlebih dahulu.
Jadi saya menolak karena pertimbangan pendidikan .Mungkin Anda pikir saya sok jual mahal .Cantik juga nggak ,malah belagu :D.Ini sedikit kutipan email yang masih tersimpan di email Abu Aisha sampai sekarang .Kalau dibaca-baca suka malu sendiri ^_^
" Dear brother Abdullah ....May Allah bless you .I pray May Allah bring for you happiness in dunya and akhirat. Jazzakallah khoir for your propose but i cant accept .I am still studying ."
Sempat saya mengusulkan sahabat saya kepada beliau.Sahabat sesama pengajar anak jalanan .Saya berikan alamat email dan nomor handphone ke dia .Sebut saja sahabat saya itu bernama Eli ( masih terhubung di Facebook sampai saat ini ,untuk kenyamanan bersama ,identitasnya saya rahasiakan ) :D ,mohon dimaklumi .
Eli senang dan kemudian mengontak brother Abdullah .Ternyata tanggapan beliau biasa saja terhadap Eli .Sewaktu kami bertemu di Masjid Alun-Alun Bandung ,Eli mengeluh kalau tanggapan beliau datar jadi tidak tertarik untuk melanjutkan korespondensi .
Masjid Alun-Alun waktu itu pusat jualan kaki lima .Pokoknya ramai dengan yang sholat dan juga jualan karena dekat juga dengan tempat belanja King .
Satpol PP sudah biasa parkir .Anak-anak jalanan kadang berhamburan di tempat ini.Saya masih mengingat semuanya dengan jelas karena memang hampir sebagian keseharian saya disitu.
Ada rasa yakin beliau orang yang baik tapi saya berat hati dengan kuliah yang saya perjuangkan dan pekerjaan yang bagus di Oman .
Saya bercermin dengan pengalaman teman kampus yang menikah kemudian berhenti kuliah di tengah jalan .Saya orang yang logis walaupun sedikit melankolis .
Mengapa saya sangat mempertimbangkan ini .Saya kuliah di Bandung penuh perjuangan .Harapan keluarga yang berada di pundak tidak ingin saya sia-siakan . Latar belakang saya sebagai bekas anak pengungsi konflik Ambon tahun 99 menjadi motivasi besar untuk kuliah sampai ke jenjang lebih tinggi.
Saya berjuang untuk beasiswa .Bahkan pameran beasiswa ke luar negeri sudah biasa saya kunjungi .Oleh-olehnya berupa tas dan setumpuk brosur .Saya punya keyakinan bahwa jalan yang saya perjuangkan akan membawa saya ke salah satu tanah Eropa.Saya bahkan merencanakan step by step melihat nilai saya anjlok karena sibuk kerja juga asyik di organisasi .Saya membayar nilai kuliah dengan pengalaman -pengalaman berharga karena jalan yang saya pilih .Saya tidak menyesal karena saya berjalan dengan keyakinan bahwa Allah Yang Memberi Hidup
Waktu itu beasiswa yang saya tuju adalah untuk social worker atau subjek yang berhubungan dengan Rekonsiliasi konflik .
Walaupun nilai kuliah saya berantakan ,selama ujian saya pegang teguh prinsip bahwa saya tidak akan menyontek .( Beberapa teman kuliah saya masih terhubung dengan saya di Fb jadi bisa Anda tanyakan ) .
Saya yakin Allah Maha Kaya .Buktinya saya dapat pekerjaan sebelum lulus kuliah .Beberapa mengganggap saya mahasiswi yang idealis.Terlepas dari itu didikan orang tua saya untuk jujur saya tanam kuat-kuat.Jika tidak terlihat keberkahannya tumbuh hari ini .Besok atau di masa yang lain apa yang kita tanam pasti akan berbuah.
Dan hari ini saya berani menceritakan kepada Anda.Langkah kaki saya dari Bandung sampai ke Polandia .
Kampus tempat saya kuliah ternyata punya mahasiswa pertukaran pelajar mulai dari Turki,Somalia bahkan saya sudah sering bertemu dengan mahasiswa asal Polandia di kampus.Pernah duduk satu ruangan dengan mereka di ruangan perpustakaan.Takdir memang misteri .
Saat mendengar bahasa Polandia pertama kali ,saya sampai menggerutu :D Bahasa negara mana ini ? Maklum diruangan perpustakaan cuma ada saya dan dua mahasiswa asal Polandia itu.
Qadarullah bapak saya meninggal .Saya kemudian bekerja untuk membiayai kuliah dari mengajar privat dan juga jadi guide freelance.
Awal mula saya jadi guide saat saya dan Eli jualan di kereta ekonomi Bandung .Saya tidak malu menceritakan ini ,saya justru bersyukur ini jalan yang Allah karuniakan kepada saya .
Sempat ada dosen UI yang membeli jualan .Saya masih ingat bapak dosen yang terlihat cukup berumur itu membayar lebih untuk brownies yang saya jual.
Kata-kata beliau juga sebagai penyemangat .
" Hebat ya Neng kuliah sambil jualan .Insyah Allah Neng bakalan jadi orang sukses .Jarang-jarang saya ketemu sama mahasiswi model Neng,nggak malu mau kerja .Ditulis Neng pengalamannya ! ,kalau sudah sukses ntar jadi kenang-kenangan ."
Awal jualan juga malu .Tapi saya bertekad tidak mau jadi beban setelah bapak saya meninggal.Alhamdulillah karena sering jualan di Kereta Ekonomi ,saya jadi terlatih bertemu dengan beragam perilaku dari berbagai latar belakang .
Bahkan saya dan Eli pernah bercanda plus heran kok orang -orang sales pintar sekali ngomongnya ,sampai lama-lama yang dengar sangat tertarik .
" Ainna ,kalau mau belajar public speaking gratis itu sama si akang itu aja ." :D Nunjuk si akang sales .
Si Eli pernah dikhitbah di jalanan :D ,nasibmu Eli hehehe .
Ceritanya ada ikhwan ,nggak tahu dia muncul dari mana pas saya dan Eli lagi jalan menuju kereta tujuan Cimahi ,si ikhwan ini ngasih kertas ke Eli .
Ternyata kertas itu berisi biodata si ikhwan itu .Emang pede itu si ikhwan :D .Saya suka bilang ke Eli
" Awas jangan-jangan itu bukan ikhwan tapi bakwan .Mana ada ikhwan khitbah/lamar kayak gituh .Kayak nggak ada adab ."
Itu intermezo dari kisah saya dan Eli :D
Bagaimana saya bisa jadi guide sebenarnya tanpa sengaja.Tapi saya yakin bahwa perjalanan hidup tak ada yang kebetulan .
Waktu itu tanpa sengaja saya bantu satu keluarga Belanda di stasiun Kereta Api yang sedang bingung mencari kereta tujuan .Alhamdulillah sekalian praktek bahasa Inggris yang sudah lama pudar :D .Ternyata ada orang travel yang memperhatikan saya .Dan dari sini karir saya sebagai guide dimulai .Awalnya masih belepotan ,lama-lama biasa juga .
Kalau ada yang tinggal di Bandung ,coba sesekali naik Kereta Ekonomi .Saya banyak belajar dari potret -potret beragam penghuni kereta .Walaupun keras kehidupan yang bergumul dalam pikiran ternyata masih banyak yang jauh lebih sulit dari yang saya bayangkan .Saya sampai hapal mana orang yang pura-pura susah dan yang memang susah betulan karena saking biasanya pemandangan itu saya lalui.
Hampir semua sisi-sisi hidup di Bandung sudah saya temui .Bahkan saya juga pernah ngobrol dengan pelacur .Bahkan ketika ada yang mengganggu saya karena waktu itu saya balik mengajar sudah malam , anak-anak jalanan yang saya sendiri tidak kenal datang menyapa . Allah Yang Maha Melindungi .Anak-anak jalanan sekitaran alun-alun sudah kenal wajah saya .
" Hapunten Teh ,teterang dia mah ." Suara sih anak jalanan justru menegur orang yang hendak mengganggu saya .
" Maneh mah gelo ,eta si Teteh. " Suara si anak itu balik menghardik orang yang hendak mengganggu saya dengan bahasa Sunda kasar .
Saya tidak tertarik dengan orang asing ( Barat) karena dalam pandangan saya selama menjadi guide untuk orang asing/bule ,terlihat nyata perbedaan prinsip dalam keyakinan.Karena kerja jadi guide juga saya sering bolos kuliah .Saya tidak punya pilihan .Setiap orang punya jalan hidup masing -masing .Setiap jalan punya kerikil-kerikil tersendiri .Maka saya sadar dengan jalan yang saya pilih dan nilai yang saya pertaruhkan .
Allah Maha Menjaga .Dan begini kisah perjalanan kami .
Bersambung......
Sebab hidup adalah perjalanan , tetapi kalau tidak ada cerita apalah arti sebuah perjalanan ^_^ Raidah Athirah Housewife, mother, author, blogger, traveller, and alhamdulillah ' i am muslimah'
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berbagi Sampai Ke Negeri Sang Paulus , Polandia
Allah Ta’ala berfirman : “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adala...
-
Boneka Winnie The Pooh Mengkampanyekan Seksualitas Ganda dan Cara Berpakaian yang Tidak Layak ***** Anggota Dewan di Polandia telah m...
-
Allah Ta’ala berfirman : “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adala...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar