Selasa, 13 Januari 2015

Doa dan Jodoh ( Bag IV )

Doa dan Jodoh ( Bag IV)

Oleh : Raidah Athirah

*****
Siapa yang bersyukur, sesungguhnya dia bersyukur untuk kebaikan dirinya sendiri… – (QS. An-Naml: 40)

Saya selalu merindukan Masjid Salman,tempat berkah yang selalu menginspirasi .

Masjid Salman kala itu sudah berada dalam keberkahan Ramadan.Terkadang setelah mengajar saya membiarkan mata saya memandang kumpulan mahasiswa yang membuat lingkaran .Ada pula yang membaca Alquran.Ada yang bercengkrama dengan teman sejawat.Ada yang sedang rapat organisasi
.
Disekitaran areal Salman selalu ramai dengan aktivitas penduduk .Pedagang pun banyak tersebar di sekitaran itu.

Saking terlalu sering mengunjungi Masjid ini ,ada satu istilah yang muncul bila ada yang menanyakan atau mungkin sekedar menebak ." Anak ITB ya ,Neng ! "

Saya menjawab iya kemudian melanjutkan kepanjangan lain dari ITB
" Muhun ,saya anak Institut Taman Sari Bawah jurusan Akuntansi .

Dari sini sang penanya mulai bingung ,mana ada jurusan Akuntansi di ITBgrin emoticon
Dan taman Salman begitu saya menyebutnya sudah seperti tempat perenungan.Terkadang bila perjalanan yang saya lalui terasa berat menghimpit ,saya duduk di tempat ini setelah sholat usai.Membaca buku atau sekedar mencoret-coret kertas membuat rencana hidup selanjutnya.

Adakala saya meneteskan air mata ,mengingat berbagai lakon hidup yang saya jalani sebagai perantau.Saya bisa saja menghubungi kerabat meminta bantuan keuangan .Tapi hati saya berteguh hati ,meyakinkan diri bahwa semua masa sulit ini akan berlalu.Tak ingin saya menaruh hutang budi yang dikemudian hari membuat saya tak sanggup mengangkat kepala .

Bagaimana tidak ,ibu saya pun tak pernah saya beritahu ketika saya bekerja sebagai pembantu atau bahasa halusnya asisten rumah tangga di rumah seorang ibu yang telah sepuh di Cimahi .Saya mengunjungi beliau setelah saya sudah bekerja sebagai guru privat .

Ini awal-awal perjuangan yang selalu saya kenang.Siapa menyangka di masa yang akan datang saya akan merasakan karunia Allah memiliki asisten rumah tangga yang cantik dari negeri Abu Aisha .Hati saya kini penuh syukur Maha Suci Allah yang mengaruniakan saya perjalanan yang penuh warna.

Dalam perjalanan ini saya bertemu dengan orang-orang yang secara tidak langsung memberi warna yang menjadikan saya menghargai kehidupan .

Dalam segala keterbatasan ,Allah hadirkan mereka.Saya belajar menulis artikel setelah salah satu senior saya menghadiahi buku ' Bagaimana Menulis Artikel '.

Saya juga dididik berorganisasi oleh senior sampai kemudian menjadi ketua MPR JMAI (Jaringan Mahasiswa Akuntansi Indonesia ) yang kini berubah nama menjadi IMAI .

Saya sadar dengan keterbatasan ekonomi yang saya miliki .Bila ada waktu luang ,saya menghabiskan hari di perpustakaan setelah melaksanakan sholat dhuha.Membaca berbagai literatur .Dan selalu hati saya berlabuh kepada buku sastra.

Bapak kepala perpustakaan masih terhubung dengan saya di Facebook sampai saat ini.Beliau selalu berbaik hati merelakan saya memakai komputer perpustakaan sesuka hati.Bahkan ketika perpustakaan sudah tutup dalam waktu normal ,saya masih di dalam ruangan.

Ada pula seorang ukhti asal Sibolga yang tak bisa saya sebutkan ,betapa banyak kebaikannya kepada saya.Bila ada lomba menulis ,saya sering menggunakan laptopnya untuk mengetik.

Bila kekurangan uang,beliau pula tempat saya meminjam uang .Terkadang saya juga menginap di kosan beliau bila sudah terlalu malam kembali ke Cimahi.

Ada dua orang adik kelas saya yang mana kami selalu berjalan bersama.Mereka pula yang membantu disetiap langkah saya di kampus .Bahkan ketika saya ditabrak motor ,adik kelas saya asal Purwakarta itu yang datang menjemput ketika tubuh saya memar-memar .

Segala puji bagi Allah yang mempertemukan saya dengan orang-orang penuh kasih di masa sulit yang saya lalui.Masa dimana setiap tetes kebaikan terpatri kuat dalam hati.Semoga Allah membalas semua kebaikan mereka dengan keberkahan yang berlipat.

Sebagian teman-teman mengira saya mati rasa perihal ketertarikan dengan lawan jenis.Bukan itu .Alhamdulillah saya mengenal tarbiyah ,mengenal da'wah dan begitulah Allah menjaga saya .Tersibukkan dengan aktifitas dan perjuangan hidup.Sifat qanaah yang murobbi saya ajarkan seperti nasehat ibu saya yang saya pegang kuat.Selalu merasa bersyukur dengan apa yang telah Allah karuniakan.

Dan tanpa disangka ,Allah pertemukan saya dengan brother Abdullah .Dan begini kisah kami berjodoh
.
****
Percakapan saya dan beliau seperti percakapan hendak menyerahkan tugas dan kewajiban.

" Sister , woud you like to share my sadaqah for street children ? "

Saya bergumam dalam hati
" Oh ,ternyata ini toh yang mau disampaikan ."

Saya pun tenang ,ada titik harapan yang sudah saya pasrahkan .Tak mau lagi berharap .Harapan yang berlebihan kepada makhluk akan membawa kecewa.Begitu pikir saya.

" Naam brother insyah Allah.Jazzakallah khoir .May Allah reward you ."

" Sister ,I also send money to buy a ring ,woud you like to help me ? You can try first with your finger .

Percakapan antara saya dan brother Abdullah berakhir dengan perasaan yang tercampur .Antara penasaran dan rasa syukur ,beliau masih mengingat adik-adik saya di jalanan .

Saya masih ingat ketika saya menghubungi Eli meminta bantuan untuk membagikan sadaqahnya yang hendak kami bagikan .

Setelah sholat tarawih usai di masjid Alun-Alun .Saya dan Eli menyambangi adik-adik kami yang tidur di jembatan .Kami melangkah sampai ke jalan Asia-Afrika karena beberapa diantara mereka suka bermain disana.

Malam itu hujan turun , sambil menunggu hujan reda saya dan Eli berbincang atau tepatnya saling bertanya ,apakah salah satu diantara kami sudah pernah melihat wajah brother Abdullah .Kami sama-sama menggeleng .

Setelah ada tanda-tanda hujan reda ,kami menyisir lagi areal Asia Afrika dan bertemu dengan seorang nenek bersama anak laki-laki yang kira-kira berumur 5 tahun sedang tidur di emperan gedung-gedung tua.

Eli membangunkan dan saya memberikan beberapa lembar uang kertas lima ribuan .Nenek itu kaget.Terharu.

" Mugi-mugi Allah ngabales kalawan seueur kebaikan ka eneng.

" Amin . Sanes abdi ,nanging ka wargi Abdullah , abdi ngan nepikeun wae.Doakan urang oge ya Bu ".
" Mugi-mugi eneng berjodoh kalawan anjeunna ."

Saya dan Eli sejenak bertatap .

Kami sempat bercakap-cakap bertanya mengapa beliau mau tidur disini.Apakah kampung asal jauh.Beliau menggeleng .Saya berusaha memahami kesunyian yang hadir diantara kami berempat .

Hujan kala itu menjadi tetesan penuh rahmat.

Dua hari berlalu dan saya belum memberi kabar karena setelah malam itu saya jatuh sakit .Demam .Panas tinggi.Muntah-muntah .Alhamdulillah Eli menginap di tempat saya.

Alhamdulillah karena saya punya tabungan ,saya menghubungi Ibu saya meminta beliau menjenguk saya di Bandung walaupun saya belum lulus kuliah.

Berhubung saya dalam kondisi sakit .Sudah lama saya tidak bertemu ibu saya .Alhamdulillah ketika saya sudah bekerja ,saya begitu terharu ketika saya mengirim beliau uang yang tidak terlalu banyak jumlahnya untuk pertama kali.Ada rasa bangga yang tak terkira bahwa saya bisa mandiri dan membuktikan bahwa atas pertolongan Allah saya baik-baik saja di tanah rantau.

Saya masih mengingat ketika saya membeli Handphone LG berkamera dengan hasil kerja saya.Sesuatu yang terbilang 'wah' saat itu .Bukan saya tak ingin berkumpul dengan teman-teman kampus untuk sekedar hang-out bersama .Atau ikut menonton di bioskop.Masa remaja saya berlalu dengan warna hidup demikian .Alhamdulillah jalan ini menjadi tarbiyah kehidupan yang doa-doa dari jalanan mengantar saya berjodoh.

Jodoh memang misteri.Tapi manusia punya pilihan untuk memilih teman seperjuangan dalam langkah mengukir peradaban .Bila menikah tak punya cita-cita ,lantas hendak kemana kapal pernikahan itu hendak berlabuh?

Kisah yang saya tulis terkadang membuat mata saya basah bila lembaran-lembaran perjuangan hidup saya buka kembali.Teman kuliah,senior di kampus,adik tingkat dan orang-orang yang dekat dengan saya sewaktu di Bandung masih terhubung di Facebook sampai saat ini .Mereka yang akan memverifikasi seberapa objektif kisah yang saya tulis.

****
Saya belum membeli cincin seperti amanah yang beliau minta karena sakit yang saya dera.
Mungkin karena tak ada kabar.Beliau menelpon .Saat itu Eli yang mengangkat ,beliau meminta berbicara dengan saya .

" Assalamualaikum sister ,Eli told that you were sick .How you feel now ? "

" Alhamdulillah bikhoir brother .I feel better now .Sorry to not send email faster .I still not looking for the ring also .I was planning to ask Eli' help .I hope you don't mind brother ."

" Alhamdulillah its not big problem .I call to ask you .May Allah help me for build Islamic family .Woud you like to accept my propose for marriage ? .Please give me your brother number so i can ask him for this blessing."

Saya tertegun .

Bersambung......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berbagi Sampai Ke Negeri Sang Paulus , Polandia

Allah Ta’ala berfirman : “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adala...