Selasa, 20 Januari 2015

Doa dan Jodoh ( Bag V )

Doa dan Jodoh ( Bag V)


Oleh : Raidah Athirah

******

 "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku…” (Al-Baqarah: 186)



Saya tertegun walau dalam hati ada rasa yang bercampur .Takut dan juga bingung.Bagaimana menyampaikan kabar ini kepada kakak laki-laki saya .Bagaimana menjelaskan ini pada keluarga .Bisa-bisa yang terjadi saya dikucilkan .Sakit saya terlupakan. Sekejab  muncul rasa khawatir.


" But brother i "m still studing .And really i confiused how to explain .Its hard to answer .I dont know you well ,event your face i never see ".

" How 's your sholat ? ,coud you recitate quran ? How your familiy?

Suasana yang muncul beberapa detik adalah sunyi.Eli menatap saya penuh tanya .Seakan tak percaya dengan rentetan pertanyaan yang keluar bertubi-tubi yang saya lontarkan kepada beliau.

Itu adalah curahan hati .Bagaimana saya menerima pinangan orang asing yang tidak saya kenal dengan baik.Meskipun demikian ada rasa percaya yang timbul bahwa beliau orang yang baik.

Pernikahan bukanlah permainan.Setengah dari agama akan tercukupkan dalam ijab kabul.Kalimatnya adalah perjanjian yang kuat .Perjanjian yang mengguncang arsy.

Hari-hari yang saya masuki adalah hari-hari tanggung jawab .Ketika saya mengucap " ya" maka saya siap melangkah kepada kehidupan asing yang saya sendiri tak tahu bagaimana hari yang akan saya jalani .Mungkin  terlalu berlebihan saya mencerca pikiran  dengan pandangan-pandangan demikian.

" Sister ,woud you like to listen i recitate Al-Fatihah ? I still coud'nt recitate well .Insha Allah i will try the best "

Saya menjawab singkat dengan perasaan yang tak bisa saya gambarkan .Ada  penasaran , rasa tertarik dan juga gugup .

"Naam ,please brother ."

Suara diseberang sana walau terdengar  gugup diawal tapi terdengar jelas surat Al-Fatihah yang beliau bacakan .

Saya bergetar .Mimpi tentang seorang lelaki yang almarhum bapak saya perkenalkan dalam mimpi.Saya tidak sedang bergurau.

Eli mengingat dengan jelas ketika saya terangkan perihal  mimpi bertemu dengan almarhum bapak saya bersama seorang laki-laki asing yang beliau perkenalkan sebagai laki-laki yang akan menjaga saya .

Mimpi ini terjadi dua tahun  sebelum saya bertemu dengan beliau di dunia maya.

"Sister ,perhaps you still not open your  email .I already explain all in my letter .I believe  if this is our destiny  ,Allah will open the easy way for we both ."

Kembali saya terdiam .Eli menatap saya .Menunggu dengan tatapan penasaran .

Harapan kadang melahirkan percaya .Tapi saya terlalu takut.

Bayangan mimpi yang saya terangkan ke Eli di Alun -Alun Bandung selepas shalat asar seakan masih terekam jelas .Saya tidak mengingau ,demikianlah adanya .

"Eli...kemarin malam saya mimpi ketemu bapak .Tapi beliau tidak sendirian .Ada seorang pemuda .Wajahnya samar-samar.Seperti bukan orang kita .Orang barat ."

Eli menimpali seakan ingin mulut saya tak berhenti bercerita .

"Trus....

" Bapak memperkenalkan pemuda itu kepada saya .Bapak duduk di tengah -tengah .Saya kira pemuda itu orang Barat  .Perawakannya seperti orang Barat .Hanya samar-samar ."

Saya berusaha mengingat wajah dalam mimpi tapi lagi-lagi wajah pemuda itu hilang .Ia hanya berupa bayangan .

"Oh ya ? " Eli nampak sangsi mungkin mengira saya mengarang.Ah ! Sejak kapan saya mengarang apalagi perihal mendiang bapak saya .

"Ainna ,mungkin kau akan segera menikah ! "

"Nikah ? Masih jauh ! Insyah Allah mau kerja dulu .Yang penting kuliah selesai ."

" Kalau ada yang datang melamar bagaimana ? "

" Ya ditolak ."

Dan kami berdua pun tertawa .

****

Waktu itu datang padaku .Mimpi seumpama teka-teki.Hanya doa kepada Rabb Yang Maha Membimbing .Semoga hatiku tak salah mengucap .Semoga rapuhku tak membuatku gamang mengambil keputusan .

" Before i give my brother'number ,just let me read your email .Jazzakallah khoir brother ,i will send my brother number to you and give information when you can call him."

" Alhamdulillah .Jazzakillah khoir .But sister its mean you accept my propose ,right?

Saya tersentak .Betapa cepat saya mengambil keputusan .Kala itu saya berdoa ,semoga Allah bimbing ,semoga saya sedang tidak salah langkah .

Eli nampak penuh tanya .Seakan ada hal yang ingin ia sampaikan namun terdiam diantara suara bacaan Al-quran dari Masjid Cimahi yang mulai melemah.

Hari itu enam belas Ramadan .Besoknya ditemani Eli  saya berkunjung ke Rs Cimahi .Badan saya masih nampak pucat.Kurus .Setelah mendapat resep obat khas penyakit maagh berupa syrup dan beberapa tablet dari Rs kami kembali ke kosan yang tidak jauh dari Rs.

Ditengah jalan Eli menyarankan agar kami singgah saja dulu di warnet dekat kosan ,sekedar mengecek isi email.

Saya pun berfikir demikian .Bahasanya biar sekalian karena sudah diluar jadi sekalian saja.

Kami singgah di warnet ,tempat saya dulu bekerja .Warnet ini telah berganti pemilik.Pekiran saya kembali ke masa-masa di mana saya menjalani beberapa profesi untuk menopang hidup.Apa saja yang penting halal.

Karena bekerja di warnet pula ,saya tahu pengunjung anak-anak berseragam putih biru yang selalu asyik bermain game online, beberapa pelajar yang sungguh membuat miris bahwa ternyata mereka menonton film po**n.Naudzubillahmindzalik .Hal ini juga membuat saya dalam dilema.Saya pernah curhat ke pemilik warnet kiranya anak-anak itu dinasihati atau mungkin kita perlu membuat pengumuman.Bayangkan ! mereka masih berseragam putih biru .

Karena dilema ini juga saya memutuskan keluar selain karena begadang malam sungguh tak mengenakkan .Kebanyakan para pengunjung juga adalah laki-laki.Alhamdulillah itu pilihan yang terbaik.


Harapan saya untuk mengajar masih tetap ada.Saya menyusun sendiri metode bahasa Inggris yang mudah untuk para pemula.Menguji metode ini untuk sahabat saya sendiri .Hanya dalam tempo 3 bulan , Eli dapat bercakap-cakap dalam bahasa Inggris.Tentu untuk tata bahasa perlu banyak latihan .Segala puji bagi Allah yang memberi kemudahan bahwa nyata disetiap kesulitan pasti lahir kemudahan.

Eli saat itu pun sedang dalam keadaan ekonomi yang sungguh miris , pada akhirnya kami memutuskan untuk tinggal bersama .Membayar biaya kosan dibagi dua.Eli bekerja sebagai penjaga toko.Saat saya tak sengaja melewati toko itu saya melihat ia sedang mengepel lantai.Ia seorang yang cerdas.Tapi ada banyak kisah hidup yang melatarbelakangi ia datang ke Bandung.Kisah tentang Eli biar saya menyimpannya sebagai sahabat .

Saya bahkan membuat pamflet dan membagi-bagikan di sekitar sekolah .Berharap ada yang tertarik untuk mengikuti les.Tiap hari saya dan Eli berlatih berbicara satu sama lain.Seringkali kami berdebat memakai bahasa Inggris .


Bersambung....




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berbagi Sampai Ke Negeri Sang Paulus , Polandia

Allah Ta’ala berfirman : “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adala...